FLASHBACK 3- CERITA PRIBADI SEBUAH PENGABDIAN (SEASON 1-PART 3)

rata-rata, jalanan ke cianjur selatan seperti ini ketika saya masih bertugas disana hehehe...(dok. pribadi)

rata-rata, jalanan ke cianjur selatan seperti ini ketika saya masih bertugas disana hehehe...(dok. pribadi)

Ini adalah cerita ketiga kisah saya yang menerjang jalan berbatu, disebuah tempat pelosok Cianjur, yang masih di pulau Jawa, yang masih di Jawa Barat, yang masih berada di ujung paling selatan ibukota Negara Republik tercinta ini.

Kenapa saya memulai dengan prolog seperti diatas? Jika anda mengikuti part 1 dan 2, anda akan mengetahui ternyata pembangunan yang belum merata di negeri kita tidak hanya ke wilayah tengah dan timur saja, tidak hanya menyebrang pulau saja, tapi masih berada disatu pulau bahkan diujung yang berlawanan dengan Ibukota RI yang merupakan Pusat segala peradaban, kemajuan, uang, teknologi, politik dan Impian bagi para perantau.

Miris rasanya hati saya ketika mengetahui betapa tertinggalnya pembangunan ke daerah selatan provinsi Jawa Barat ini. Bandingkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang sudah menjadikan daerah pesisir selatannya sebagai sebuah kota otonom dengan wilayah yang tidak terlalu besar. Saya tidak perlu meminjam mata dan telinga untuk menyaksikan ketertinggalan wilayah selatan Cianjur, karena sepanjang 3 tahun saya bertugas ke selatan-lah saya benar-benar menyaksikannya dari dekat. Awal saya bertugas ke Kecamatan Leles, untuk mendapatkan sinyal HP, saya harus berada diluar bangunan. Sinyal yang paling bagus saat itu hanyalah Telkomsel. Bandingkan dengan keadaan di Jakarta pada saat yang sama-tahun 2006-!

Stop, cukup bermiris-mirisnya. Sekarang saya mau menceritakan pengalaman menarik saya-menarik versi saya, jadi anda jangan protes. Toh ini blog pribadi saya, biarpun ada yang bilang isi blog ini teu pararuguh, WHATEVER! Kalo suka, silakan kunjungi. Kalo ngga suka, tinggalkan!!!! Gak perlu berkomentar isi blog teu pararuguh segala, mending kalo blog komentator nya pararuguh hahahaha, sama juga, teu pararuguh!!! (aduh bingung, bahas apa si hadisome ini? :P)

Hari itu, sebuah hari di bulan ramadhan 2007. Saya berniat dan bertekad untuk berangkat ke Leles menggunakan motor karena saat itu saya sudah berpartner dengan seorang penyuluh pertanian, bernama Agi nurjaman, dan seorang karyawan kecamatan bernama Hendi Dradjat. Dua-duanya sesama orang Cianjur kota seperti saya hehe. Hari itu, agi dan hendi berboncengan satu motor, sedangkan saya membawa motor biru tidak layak pakai dari kantor saya tersebut. Nekad dan tidak ada pilihan lain. Motor bobrok saya pakai untuk jarak tempuh yang lebih jauh daripada Cianjur Jakarta!

Perjalanan dimulai pukul 8 pagi, beriringan dua motor. Cuaca agak panas, namun tidak menyurutkan kami untuk terus melaju. Satu jam, dua jam… terus kami melaju. Di kecamatan pagelaran, kami beristirahat disebuah mesjid untuk melaksanakan solat duhur dan sekedar melepas penat. Tidak lama, kami melanjutkan kembali perjalanan. Belum ada masalah dengan motor saya hingga di jalur patrol yang saat itu jalannya sudah mulai rata karena ada pengaspalan. Namun, ketika melalui perkebunan karet yang luas, kok kecepatan motor saya tidak bisa di over ke gigi besar. Ada yang salah dengan motor ini! demikian saya berpikir. Namun, karena kondisi jalan yang menurun, saya tetap melanjutkan perjalanan. Kang Agi dan Kang Hendi sudah berada jauh di depan saya dan tidak terlihat karena ditelan tikungan, sedangkan saya masih berusaha mengover-over gigi motor butut tersebut. Begitu memasuki jalan datar, kecepatan motor saya berkurang, dan makin melambat. Akhirnya saya menepi dan memeriksa apa gerangan yang terjadi. What!?!? Rantai nya putus, dan saya tidak mengerti bagaimana cara memperbaikinya. Duh, Kang agi dan Kang Hendi sudah melaju jauh pula. Akhirnya setelah berulang-ulang saya menelpon kang agi tidak diangkat-karena lagi mengendarai motornya- akhirnya kang Agi tau kalo saya sedang kesulitan. Atas nama solidaritas, mereka pun kembali lagi dan membantu saya. Kami bertiga sama2 kebingungan karena sambungan rantai yang putus itu tidak ditemukan. Analisanya, rantai sudah putus sekitar 2-3 Km sebelumnya. Akhirnya dengan mendorong motor, saya menuju sebuah perkampungan terdekat. Mungkin sekitar 0.5 Km.

“Oh panginten teeh dihaja pak (Oo saya pikir disengaja Pak)” demikian komentar pemilik bengkel yang sedang membetulkan rantai saya. Sengaja? Duh, alasan bodoh apa yang dimiliki seorang pengendara motor jika membiarkan rantai motornya putus dengan sengaja. Ah, dasar orang!

“Abdi tadi ge tos ningal, mung diantep we da sugan teh dihaja (saya juga udah liat dari tadi, Cuma ya saya biarin aja, kirain sengaja)” timpal seseorang di bengkel sederhana tersebut. Arrggghhhh, mau marah rasanya. Diotakatik beberapa lama, tidak kunjung berhasil akhirnya memaksa saya membeli rantai baru dan beruntung saya mendapatkannya dengan harga yang jauh lebih mahal.

Fiuhhhh, setelah berjuang habis-habisan melalui (lagi) jalan batu, saya pun tiba di Leles sekitar pukul 4. Kami segera mencari makanan untuk berbuka, dan Alhamdulillah masih dapat walaupun sangat sangat alakadarnya dan sederhana.

########

Senangnya karena sudah waktunya balik dari tempat tugas. Kami bertiga berangkat kamis jam 10an karena kecamatan sudah sangat sepi sebab  Karyawan-karyawan TKS lokal sudah tidak datang ke kantor menjadi alasan kami untuk segera meninggalkan Leles. Memilih jalan Ciburang untuk menuju Cianjur melalui Kadupandak, yang belum pernah saya lawati, atas ide kang Agi sekalian meninjau pembuatan jalan tembus baru. Baru sekitar 2 Km dari kecamatan, saya sudah mengalami ‘penderitaan’. Ban motor yang saya tumpangi bersama seorang pegawai kecamatan, gembos. Habisssss, tak bersisa.

Siang yang terik dan harus mendorong motor pula, jalanannya tanjakan dan batu pula…huaaaa betapa menderitanya saya hik hiks..

Namun, dibalik semua derita tersebut ternyata mengandung hikmah dan cerita yang bisa saya bagikan untuk anak cucu saya kelak.

(bersambung atau tamat ya?? Hmmm bersambung deh hehehe)

4 thoughts on “FLASHBACK 3- CERITA PRIBADI SEBUAH PENGABDIAN (SEASON 1-PART 3)

  1. SUMBANGAN GRATIS dari negara terkemuka dalam rangka memerangi kemiskinan.
    ini bukan iklan.dont worry be happy,021-87902688
    gratis bea siswa study di luar negeri,atau
    gratis modal usaha,SUMBANGAN tanpa syarat gratis
    probleem anda tak ada yang tak teratasi dengan baik,pemerang kemiskinan dinegara ketiga mendapat donatur dari negara terkemuka khusus jawabarat 021-87902688.umar.buruan yang lambat jangan menyesal
    ……………………………………….

  2. haha agan nembean nyak ka pakidulan :D abdi ti ciburang gan nepangkeun. tos biasa bucatban, rante pegat, bensin seep, shockbreaker jebol mah. maklum jalanan amburadul, aplg ciburang dah 20 taun g pnh diolesin aspal smnjak jaman suharto. apes tuh kampung ane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s