Menular

apa yang sekarang sedang tren dan dibicarakan bahwa itu menular? jawabannya bisa flu burung atau juga flu babi.. tapi bukan itu yang mau saya tulis disini, melainkan menular semangat.

terinspirasi, lagi2, oleh tulisan di blog temen saya bahwa bergaul dengan orang yang berpikiran negatif dan mengeluh lama kelamaan akan membuat kita memiliki mindset yang sama, tiada hari tanpa keluhkesah.. dan sebaliknya bergaul dengan orang yang memiliki semangat dan pandangan positif akan membuat kita jadi jauh lebih bersemangat. sekarang saya sedang berusaha untuk menulari diri saya dengan semangat yang dimiliki oleh temen saya tersebut. saya berusaha untuk kembali menikmati rutinitas yang membosankan dan membuat saya terkapar jika sudah melakukan tugas seharian, mengukur jalan :p sejauh 150 km  heuheu, saya berusaha untuk semangat dan tidak mengeluh menjalani nya.

banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat semangat bertambah, salah satunya dengan menciptakan goal atau tujuan yang ingin dicapai. untuk mencapai tujuan tersebut, ada langkah2 yang harus ditempuh dan kita berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam setiap langkah yang kita lakukan. memberikan yang terbaik, mungkin itu adalah salah satu kata kunci untuk menambah dan menularkan semangat positif ke dalam diri kita. jujur saya akui, saya bukanlah orang yang memiliki pandangan positif yang besar. mungkin 40 persen saja pikiran positif di dalam otak saya, bisa dibayangkan betapa cape nya saya ketika pikiran negatif itu datang..ck ck ck..  namun, lagi-lagi, setelah ngobrol online dengan seorang temen ym, dia seolah menyadarkan saya bahwa ketika hidup diisi dengan pikiran negatif, hasilnya adalah saya menjadi tidak bersyukur… duuhhh jangan sampe deh.

ngomong2 tentang bersyukur, ternyata hidup saya ini sudah sangat enak jika dibandingkan dengan yang lain… pekerjaan tetap sudah saya miliki, kendaraan operasional alhamdulillah telah  teronggok di garasi sehingga saya tidak perlu berputar2 dengan jalur angkot, penghasilan pun rasanya tidak terlalu “cemas”… kadang2 saya berpikir dan memposisikan diri ketika melihat mang2 tukang dagang keliling, jika saya jadi mereka mungkin saya tidak akan bisa hidup sekuat mereka yang harus mencari uang setiap hari ngider kesana kemari untuk memperoleh uang. mungkin juga saya sudah frustrasi dibuatnya karena tidak ada penghasilan tetap yang jangankan untuk bermain internet, untuk makanpun masih belum tentu. akhirnya jika saya sudah berpikir seperti itu, akan muncul perasaan syukur saya pada-Nya

oya satu lagi, masih kata temen saya (lagi), bersyukur memperoleh pekerjaan itu bukan dengan cara mengadakan syukuran, tapi dengan cara bekerja sebaik-baiknya dalam setiap pekerjaan kita. saya sih setuju dengan pendapat ini, tapi lebih setuju kalo temen saya tersebut mengadakan syukuran makan2 traktirin saya hehehee :p

(gak ada hubungannya ya antaara judul dan isi tulisan??)

One thought on “Menular

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s