melenguh atau mengeluh nih??? :D

Saat ini saya sedang berpikir untuk mencari kerja kembali di BUMN2 yang ada di Indonesia, kenapa? saya merasa jenuh dan bosan dengan pekerjaan saya yang kurang “menantang” otak saya dan hanya melulu mengandalkan fisik yang prima.

It’s so not me. Bekerja hanya dengan menggunakan fisik dan akhirnya tepar/kelelahan setelah menempuh perjalanan yang luar biasa jauh (150 Km PP hampir setiap hari), ditambah dengan tidak adanya “perhatian” dari kantor tempat saya bekerja saat ini -padahal katanya kantor dimana saya bekerja memang membutuhkan banyak karyawan- membuat saya mulai berpikir ulang dan melihat dengan cara yang berbeda untuk mengubah nasib karir saya. Di usia late twenties, apakah saya dibilang terlambat menyadari “kemampuan” saya dalam hal mengorganize suatu acara pelatihan, penyuluhan, atau apapun? Entahlah, yang pasti saat ini saya sedang berada di titik dimana merasa jenuh dengan atmosfir kantor tempat saya bekerja.

Saya mulai mencoba dengan satu langkah kecil yaitu untuk mencari kembali pekerjaan di BUMN. Bukan saya tidak bersyukur dengan pekerjaan saya saat ini, tapi saya merasa jika saya terus-terusan berada dilapangan dengan jarak tempuh 75 Km sekali jalan, apa yang bisa saya kembangkan dari skill saya dan produktivitas saya?

Entah jiwa saya yang memang tidak puas, atau memang pihak kantor yang kurang “menghargai” potensi karyawannya yang membuat saya tidak betah dengan atmosfir bekerja lapangan. Saya rasa tidak ada karyawan di perusahaan manapun yang bekerja seperti saya, yang menempuh perjalanan 3 jam –sekali jalan- meskipun itu saat hujan besar disertai petir dan angin, bertemu dengan longsoran tanah yang licin, mengejar waktu ‘hanya’ untuk mengumpulkan laporan pekerjaan -yang kadangkala sengaja dilambat-lambatkan eksekusinya oleh atasan saya- ke kantor kabupaten. Bekerja ditengah terik matahari yang luar biasa menyengat sehingga besoknya kondisi saya drop karena dehidrasi, menembus dinginnya kabut musim kemarau yang lebih dingin daripada kabut biasanya, menyebrangi sungai tanpa jembatan, menaiki rakit ketika musim arus air besar padahal saya tidak bisa berenang, menembus hutan untuk mencapai pelosok tempat penyuluhan, dan banyak pengalaman yang unik yang tidak akan anda dapatkan kecuali mengikuti ritme kerja harian saya. Memang menjadi penyuluh itu pekerjaan yang unik, karena tupoksi (tugas pokok dan fungsi) nya luas sehingga  menuntut saya untuk serba bisa, mulai dari pengadministrasian, pelaporan dan pencatatan, menganalisa hasil pendataan, melakukan advokasi dan memberikan pengaruh kepada pemegang kebijakan tingkat desa dan kecamatan supaya mereka bersedia dengan sukarela mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh kami, serta melakukan penyuluhan dan konseling kepada akseptor atau calon akseptor yang akan dilayani. Namun lagi-lagi, kondisi geografis yang sulit ditaklukan menuntut fisik yang prima dan itu akan membuat siapapun merasa kelelahan dan akhirnya tidak optimal jika  harus mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus.

Ditulisan saya sebelumnya saya pernah menulis tentang melihat dari cara yang berbeda atau mengubah carapandang kita. Setelah dibaca berulangkali, saya tiba pada kesimpulan bahwa untuk berubah itu harus ada mekanisme tersendiri. Dan hubungannya dengan tulisan ini adalah jika saya ingin mengubah nasib karir saya, maka mekanisme nya adalah dengan mencari pekerjaan yang memang terbaik buat saya. Sebuah keputusan besar yang harus saya ambil adalah: tetap bertahan sebaga pns seperti ini tanpa ada perubahan atau mengubah carapandang saya untuk memperbaiki nasib karir saya.

Tidak ada maksud mengeluh pada tulisan ini, hanya ingin melenguhhhhhhh saja dan berteriak

“Adakah rekan2 blogger yang memiliki Informasi BUMN mana yang bisa saya lamar dengan kualifikasi yang saya miliki….??????????????”

2 thoughts on “melenguh atau mengeluh nih??? :D

  1. wooowww…bagus banget.. bisa bantuin ngga phiy? ya kali aja ortunya bisa masukin saya ke PLN heuheuheu (tetep cari peluang)
    btw, blog mu aku link ya :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s