Ruang Terbuka Publik di Cianjur

Tidak banyak ruang publik yang tersedia di Kabupaten Cianjur, hingga saat ini warga sekitar  Cianjur kota hanya memiliki tiga ruang terbuka saja yaitu Alun-alun depan mesjid agung kaum cianjur, Lapangan Prawatasari joglo dan juga Taman Joglo serta satu lapangan Brimob di Kawasan Cipanas.

Alun2

Iseng jalan-jalan sambil ngabuburit bersama keponakan,

saya mendatangi dua dari tiga tempat terbuka tersebut. Taman Joglo – belum ada nama resmi untuk lokasi ini, karena masih baru dibangun – serta Alun-alun depan Mesjid Kaum Cianjur. Terdorong oleh kepenasaranan keponakan saya yang baru berumur 4 tahun -yang melaksanakan puasa dalam dua sesi- yang ingin ngabuburit di taman Joglo, akhirnya mau tidak mau saya pun membawanya kesana. Padahal, tidak ada keramaian apapun disana. Taman yang belum jadi (atau tidak terawat?) ini masih terasa gersang, rumput tampak menguning dan mati begitupun dengan tanaman-tanaman lainnya masih belum optimal untuk dikatakan taman kota.

Lelah berkeliling di Taman Joglo, Keponakan saya yang bernama Fathan ini pun akhirnya saya ajak untuk ngabuburit ke alun-alun, dan betapa terkesannya dia saat melihat begitu ramainya alun-alun di sore hari. Sayangnya pemandangan yang tidak layak ditonton oleh anak-anak, seperti yang tersaji kemaren bagaimana abg-abg kota cianjur berpelukan dan berpacaran dengan bebasnya.

Sebagai ruang terbuka umum, Alun-alun ini memiliki banyak fungsi dan kegunaan. Dulu, seingat saya ketika saya SMP, Upacara peringatan hari besar nasional selalu dilaksanakan di tempat ini. Berlokasi di pusat kota Cianjur, selain itu tempat ini pun memang menjadi tempat wisata murah meriah untuk warga Cianjur bersosialisasi dan menghabiskan waktu menunggu saat berbuka jika kebetulan sedang bulan ramadhan.

Persis berada di kawasan komplek perkantoran PEMDA Kabupaten Cianjur di sebelah selatan dan Mesjid Raya Cianjur di sebelah utara, tempat ini awalnya dijadikan ruang publiik formal. Namun seiring dengan perluasan kota, agaknya alun-alun ini kini berubah fungsi menjadi salah satu tempat informal untuk sosialisasi masyarakat Cianjur. Kehadiran Alun-alun sebagai salahsatu kawasan umum untuk berkumpul menghabiskan waktu senggang agak sedikit terganggu dengan bau tidak sedap dari arah pasar induk yang memang berbatasan di sisi barat dan timur. Selain itu, vandalisme dari orang-orang yang tidak berpendidikan dan tidak bertanggung jawab pun mengurangi keindahan Taman kota ini.

Untuk ukuran kota yang sedang menggeliat seperti Cianjur, ruang terbuka publik yang dimiliki masih terasa kurang. Dalam “Pengantar Direktur Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum” yang ditulis A. Hermanto Dardak, secara eksplisit disebutkan bahwa kurangnya ruang terbuka publik dapat meningkatkan angka kriminalitas dan konflik horizontal diantara kelompok masyarakat perkotaan. Ruang terbuka publik dapat menyalurkan kebutuhan interaksi sosial untuk pelepas ketegangan yang dialami oleh masyarakat perkotaan. Rendahnya kualitas lingkungan perumahan dan penyediaan ruang terbuka publik, secara psikologis telah menyebabkan kondisi mental dan kualitas sosial masyarakat yang makin buruk dan tertekan.

Sudah selayaknya, Pemerintah Kabupaten mulai memperbanyak Ruang Publik di wilayahnya mengingat pertumbuhan penduduk dan arus urbanisasi masyarakatnya yang mulai “menggeliat” dari tahun ke tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s