Mengingat Gempa melalui Sepenggal Tulisan

Ketika bumi digoncangkan dengan goncangannya yang dahsyaat (Qs Alzalzalah; ayat 1)

Hari itu, selasa 2 september 2009 pukul 14.50 WIB, saya baru saja tiba di rumah setelah berkegiatan di luar.  Dengan alasan ingin melepas penat, saya menyalakan computer saya untuk berselancar di dunia maya. Berhubung kabel-kabelnya belum terpasang, saya mengotak-atik kabel-kabel sambungan computer tersebut. Baru sekitar 5 menit, tiba-tiba saya merasa pintu kamar saya ada yang mendorong-dorong berkali-kali. Belum sadar dengan apa yang sedang terjadi, saya menengok ke arah pintu namun tidak siapapun diluar sana. Tiba-tiba, alangkah terkejutnya saya ketika cermin yang menempel di dinding kamar saya bergetar hebat. Panik, saya pun segera menggemakan kalimat “lailahailallah” sambil berlari ke luar. Terdengar juga kalimat yang sama dari ibu saya yang sedang berada di ruang tengah. GEMPA.. itu lah kata pertama ketika saya menyadari kejadian hari itu. Secepat kilat saya berusaha keluar dari rmah, namun pintu terkunci dan kepanikan saya membuat saya berputar kea rah pintu belakang. Melihat ibu saya kepanikan, saya segera mengajaknya untuk menyelamatkan diri. Bapak saya yang sedang tidur siang tidak sempat saya bangunkan, untung teriakan ibu yang keras bisa membangunkannya.

Bersama keluarga bibi saya, akhirnya kami berkumpul sambil membaca kalimat-kalimat takbir, tahmid dan tahlil. Emosi saya tiba-tiba labil dan ingin sekali menangis, namun melihat ibu dan bibi, saya menguatkan diri untuk terlihat kuat. Pun dengan dua saudara sepupu saya yang juga laki-laki, tampak semburat kecemasan di wajah mereka. Sambil melirik ke atas, karena takut tertimpa bangunan, kami terus melapadzkan tahlil. Suasana mencekam selama kurang lebih tiga menit itu pun akhirnya usai. Namun kecemasan kami belum usai, beberapa jenak kami tetap berada diluar dan belum mau kembali ke dalam rumah. Paman saya yang juga ada disitu segera masuk ke dalam rumahnya dan menyalakan berita TVOne, menurut info ternyata gempa tersebut sekitar 7.3 SR.

Pusat gempa berada di Tasikmalaya, namun wilayah selatan Cianjur pun tidak kalah rusaknya akibat gempa tersebut. Hingga saat ini, masih simpang siur berapa puluh orang yang menjadi korban gempa di wilayah kecamatan Cibinong-Cianjur selatan tersebut. Mendengar kabar dari kompas.com, konon katanya Bapak presiden SBY hari ini -3 september 2009- akan meninjau lokasi gempa di selatan cianjur tersebut. Mudah-mudahan bapak presiden kita mengetahui kondisi real masyarakat pedalaman cianjur selatan. Sebagai informasi, desa Pamoyanan dan Cikangkareng kecamatan Cibinong, lokasi gempa yang ramai diberitakan tersebut berjarak sekitar 120 Km dari pusat pemerintahan Cianjur.  Untuk menuju kesana hanya ada satu jalur utama yang sering saya lalui ketika bertugas kelapangan. Saya tau persis bagaimana kondisi geografis disana, dan bagaimana terisolir nya mereka.

Ini  adalah peringatan dari Alloh Swt dan hanya sepersekian persen dari kejadian kiamat yang dahsyat, bahwa kita bukanlah siapa-siapa. Mengutip salah satu status ym teman saya bahwa ini adalah “cerita tentang bumi yang besarnya tak lebih dari sebutir debu di bawah telapak kaki”, kita hanyalah mahluk yang lemah dan tidak berdaya. Alloh Maha Besar dan Maha segalanya, tidak ada daya upaya dan kekuatan kita selain dari-Nya. Semoga peringatan tersebut membuat kita semakin taat untuk selalu mengingatnya. Shilatun, istilah yang saya dapat dalam pelatihan sholat khusyu, atau nyambung dengan Alloh harus selalu kita lakukan disetiap saat kita, tidak hanya dalam sholat, tapi dalam seluruh aspek kehidupan.

Tulisan ini hanyalah sekedar pengingat untuk saya dan juga anda pembaca, bahwa Alloh Maha Besar. Bumi yang menurut kita besar ini, tidak lebih dari sebutir debu dalam genggaman-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s