STOP!!! Engkau Mencuri Hatiku…

Bismillah

Entahlah ini penting saya tulis atau tidak, sejak sahur tadi saya berniat untuk tidur lagi karena badan saya yang belakangan ini pegal2. Namun keinginan tersebut tidak terwujud, saya malah iseng menggoogling salahsatu nama yang belakangan ini mengisi kepala saya.

Sejak kapan persisnya rasa ini muncul, saya tidak tau. Yang jelas keberadaan dia sejak saya membaca namanya yang unik di salah satu mailing list komunitas pencinta bulutangkis setaun yang lalu, telah mencuri perhatian saya. Komentar2 dan artikel2 yang dia kirim selalu membuat saya penasaran untuk mengetahuinya lebih jauh.

Menyukai dalam diam, istilah yang dia tulis dalam blognya, itulah yang saya alami selama beberapa pekan terakhir.  Saya tidak mempunyai banyak pengalaman dalam urusan ‘hati’, itulah sebabnya saya tidak tau langkah apa yang harus saya lakukan untuk memulai sebuah bisikan kecil “aku suka kamu…”

Sejak kali pertama saya menyukai seseorang, SMA kelas 2, saya selalu menjadi looser dan tidak berani mengungkapkan apa yang saya rasakan hingga orang tersebut akhirnya menjadi pacar teman baik saya sendiri dan saya hanya menjadi “sahabat” karib perempuan tersebut. Entah saya yang naïf ataukah memang terlalu mencuekkan perasaan saya sendiri, beberapa kali saya mengalami hal yang serupa. Pengalaman yang sama saya rasakan semasa kuliah, pun karena saya memendam (meskipun banyak orang yang akhirnya mencium gelagat bahwa saya menyukai nya) akhirnya orang tersebut menjadi kekasih kakak tingkat yang juga sahabat saya. Lagi2 saya ‘berkorban’-lebih tepatnya mengorbankan diri- untuk orang yang saya sukai.

Kini kejadian itu berulang, seperti yang saya tulis diatas, awalnya hanya ketertarikan terhadap namanya yang unik saya mulai courius siapa sebenarnya pemilik nama unik tersebut, namun selama beberapa bulan saya mengabaikan perasaan saya tersebut. “mungkin sekedar euphoria sesaat saja” begitu pikir saya.Pun ketika dia menjadi teman di friendster saya, tidak ada respon apapun yang saya lakukan. Tidak ada action untuk mencari tau keberadaan siapa dia sebenarnya.

Musim pun berganti menjadi facebook, dan saya tetap tidak mencari tau keberadaannya di dunia maya yang sedang booming  itu hingga suatu saat ketika kejuaraan Turnamen Indonesia Open SS berlangsung di pertengahan tahun 2009, iseng2 saya chatting dengan teman milis saya bernama N. N lah yang pertama kali me-rewind ingatan saya akan keberadaan seorang pemilik nama unik tersebut. Berawal dari keisengan, saling cemooh dalam komen fesbuk, lama-lama saya merasa dekat dengannya –entah ya apakah dia merasa dekat atau tidak dengan saya- tanpa saya mengetahui latar belakang studi, profesi dan keluarganya. Tidak pentinglah buat saya waktu itu, yang jelas pertemanan kami terjalin itulah yang menjadi standar saya kemaren2. Hingga akhirnya saya yang sering berkeluh kesah ini memberanikan untuk curhat seputar pekerjaan saya yang kurang saya sukai, dari situlah saya mulai tau ternyata orang yang selama ini menjadi pengisi sebagian otak saya bukanlah orang yang sembarangan. Kontradiktif sekali rasanya dengan saya yang pemalas, bodoh, dan labil. Dia adalah orang yang cerdas, berprofesi multi mulai dari akademisi, psikolog, jurnalis, juga sahabat yang baik buat teman2nya. Saya menjadi minder untuk mengutarakan apa yang saya simpan selama ini. Saya makin minder manakala saya mengetahui bahwa dia sekarang sedang menempuh studi gelar doctor alias s3, sementara saya hanyalah Pegawai Negeri Sipil biasa lulusan S1 yang bekerja di daerah terpencil dan jauh dari peradaban teknologi.

Bukannya saya tidak mensyukuri nikmat dan karunia-Nya, tapi memang seperti itulah kenyataan yang saya alami. Curhatan dia beberapa hari yang lalu tentang ‘kegilaan’ nya mencari tau orang yang dia sukai (yang tentu saja bukan saya) melalui situs pencarian google, membuat saya terinspirasi untuk melakukan hal yang sama, dan baru kesampaian pagi ini. Ketika mengetikkan nama lengkapnya, barisan paling atas di mesin pencari ini memanglah dia. Blognya dan situs tempatnya bekerja. Saya kaget karena dia ternyata disejajarkan dengan nama2 yang tidak asing di telinga saya seperti Ibu Sawitri Supardi Sadardjoen (seorang pengisi rubrik di harian nasional terkemuka).  Dia yang ternyata alumni UI, dia yang ternyata seorang yang luar biasa namun tetap humble n down to earth, dia yang memiliki segudang ilmu dan banyak fakta lainnya yang baru saya tau meskipun Cuma dua tembolok yang baru saya klik. Ini membuat saya semakin tidak percaya diri untuk melanjutkan perasaan yang ada didalam kalbu saya.

Dan kini, kejadian semasa kelas 2 SMA pun berulang. Disuatu pekan yang tidak terlalu sibuk, kita ngobrol online melalui fasilitas YM. Dan apa yang dia utarakan adalah curhatan mengenai perasaan hati dia untuk seseorang, dan itu bukan saya!!! Aaarrghhh, ada apa ini?!?! Buat seseorang seperti saya yang tidak  gampang jatuhcinta, ini agaknya menjadi catatan khusus. Jaman-jaman SMA dan kuliah mungkin saya masih bisa terkesan CUEK dan tidak peduli ketika orang yang saya sukai diembat orang, tapi kini di usia ke duapuluhdelapan, saya tidak bisa membungkam lagi perasaan tersebut. Masalahnya saat ini adalah, saya hanyalah sahabat baginya dan itu dia utarakan ketika saya mengeluarkan bahan candaan tentang perasaan saya yang sebenarnya.

Memang, saya belum pernah bertemu muka secara langsung dengannya. Tapi perasaan dihati saya kali ini begitu kuat. O Tuhan, adakah ini perasaan yang selama ini saya cari??? Jika memang dia adalah jodoh terbaik bagi saya, perkenankanlah hamba untuk melangkah lebih jauh, dan bukakan lah hatinya untuk hamba.

Semoga, si pemilik nama unik itu membaca curahan hati yang hanya bisa saya utarakan kedalam sepenggal tulisan ini.

Cianjur- ramadhan 1430H, hari ke-20 / 10 september 2009

HADISOME – your secret admirer

6 thoughts on “STOP!!! Engkau Mencuri Hatiku…

  1. Saya yakin yang baca tulisan Anda ini pasti akan tersentuh. Terharu. Sudah ada kemajuan rupanya dibanding zaman SMA dulu. Kini Anda sudah bisa mengungkapkan melalui blog, meski kemungkinan si dia baca tulisan ini hanya fifty2. Kenapa tdk diperjuangkan saja? Toh anda laki-laki.

    • hehehe..belum tau euy, step by step lah.. mengumpulkan kekuatan dan keyakinan di diri saya dulu😀

      Btw Boleh tau kah adam ini siapa??? jangan2 “si dia” yang sedang menyamar menjadi laki2 (namanya dunia maya, sah2 saja orang menyamar menjadi apapun hehe :p

  2. Rasanya saya tau siapa yg anda maksud.cma mau kash tau,dia gk suka laki2 ‘pengecut’ dan laki2 yg minder sm statusnya.
    Kalo kata lupus,’d tolak blum tentu d terima’.kenapa tdk d coba?

    • bagus lah kalo tau.. mungkin saya memang pengecut makanya beruntun kegagalan ada di saya. tapi untuk saat ini saya belum mau dibilang pengecut bung, step by step, jangan sampai ada pihak yang merasa kecewa.. lha wong ketemu saja belum. thanks anyway untuk sarannya….
      saya bilang kan, ini perasaan saya saja karena saya sering chat sama dia. kenyataannya kalo udah ketemu? wallohualam.. just try share my feeling on my blog, apakah itu salah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s