Dari MGT Berhasil Menaklukan Jakarta

Keberhasilan seorang perantau selalu membuat saya berkhayal kapankah saya bisa merantau dan akhirnya kembali ke kota kelahiran saya sendiri beserta segudang keberhasilan yang bisa menjadi kebanggaan orangtua dan saudara-saudara. Terlambatkah saya untuk bisa seperti itu? Entahlah.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk seorang sahabat lama saya yang kini sudah jarang kontak dan hanya saya ketahui aktifitasnya melalui link jejaring facebook.

Adalah seorang berinisial XX (Maaf saya menyamarkan inisial sahabat saya tersebut dengan alasan saya tidak meminta izin kepadanya untuk mencantumkan inisialnya di blog ini dan untuk menghindarkan GEER-isme temen saya hehehe) yang saya kenal pada maret 2005 melalui sebuah milist pertemanan. Sebuah postingan yang berbau depresi telah menghantarkan saya untuk akhirnya bersahabat dengannya. Support-support saya (setidaknya begitu dalam persfektif saya) telah berhasil membuatnya kembali bangkit dan memutar haluan dirinya menjadi lebih optimis dalam memandang hidup. Bukan maksud saya untuk memuji diri sendiri dan merasa ikut andil, namun jalinan persahabatan inilah yang telah membuat dia memiliki semangat dalam kembali menapaki hidupnya. Awal kenal, saya merasa terkejut dengan postingan dia yang membuat saya dahi berkerut, betapa tidak dia mengatakan bahwa mati muda adalah pilihan yang  baik baginya saat itu. Ada sebuah kekuatan yang menggerakan saya untuk berkomentar bahwa frustrasi dan memilih bunuh diri adalah langkah yang salah.

Akhirnya tanpa dibuat-buat, kami pun berteman dan berkembang menjadi persahabatan yang kadang disertai konflik pro dan kontra. Terlepas dari itu semua, sahabat saya ini ternyata tipe orang yang enak diajak diskusi, apalagi tentang music dan seni film. Profesinya yang saat itu sebagai jurnalis sebuah surat kabar terkemuka menuntut dia untuk selalu berwawasan luas.

Hingga akhirnya satu tragedi mengubah dia dan kehidupannya. Inilah titik nadir dan juga sekaligus titik balik kehidupan sahabat saya. Dari kejadian itu, ternyata tersimpan sejuta hikmah yang baru bisa terlihat saat ini. Satu persatu dia kehilangan apa yang dia miliki, namun satu persatu pula keberuntungan menyertainya. Dimulai dari diterimanya dia sebagai karyawan baru di sebuha perusahaan minyak nasional , Semenjak itu, keinginannya untuk hidup lebih baik terlihat sungguh2 (sementara saya masih begini2 aja..), dan itu telah dia buktikan saat ini dengan berhasil menembus jajaran level ass.manager di perusahaan minyak terkemuka Indonesia tempatnya bekerja.

Kini, meskipun saya sudah jarang komunikasi karena kesalahan internal diri saya yang tidak dia ketahui, saya masih tetap memantau keadaannya. Dalam kacamata saya, dia telah berhasil menaklukan Buasnya IBUKOTA. Gelimang kemewahan satu persatu dia rengkuh dan dia rasakan. Tidak lain ini adalah karena kerja keras dan ketekunan yang selalu saya lihat ketika kami berteman. Pribadinya kini sudah berubah menjadi seorang yang tangguh dan pantang menyerah.

Tinggallah kini saya, dengan sekelumit permasalahan hidup yang melulu itu itu saja. Aaaahhhh, apapun itu harus dihadapi dengan sabar. Seperti pengalaman sahabat saya yang datang dari salah satu Kabupaten kecil di Jawa Timur, Mgt, berhasil menaklukan rimba raya Jakarta. Congrats to you my buddy..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s