Metamorfosis Kartu Lebaran

Idulfitri, selalu menyisakan banyak cerita yang terkadang tidak kita sadari. Mulai dari berduyun-duyunnya orang bermigrasi sementara alias mudik, proses pembuatan ketupat yang menyisakan cerita antara dua kerabat yang sudah lama tidak bersua, pembuatan kue yang mewangikan seisi rumah dengan aroma yang mungkin hanya hadir dikala menjelang idulfitri, hingga ucapan selamat antara handai taulan, rekan kolega, dan kerabat famili.

Ucapan selamat idul fitri sudah menjadi suatu symbol yang melambangkan permintaan maaf dari satu orang ke orang lain. Dulu, ketika teknologi informasi belum berkembang, ketika HP belum hadir dan ketika internet belum ada, dan ketika facebook belum terpikirkan, kartu-lah yang menjadi primadona dalam menghantarkan ucapan tulus permohonan maaf kepada kerabat yang berada jauh dan tidak bisa merayakannya. Aneka desain dan kalimat yang unik menjadi suatu kekhasan tersendiri yang mewarnai perhelatan idulfitri. Saya sendiri pernah mengalaminya semasa SMA, membuat kartu ucapan untuk teman-teman sahabat masa remaja saya merupakan suatu keasyikan tersendiri. Membuat desain seunik mungkin yang tidak sama dengan desain kartu lebaran yang sering nampang di etalase toko2 buku merupakan kebanggaan tersendiri.

Biasanya pertengahan menjelang akhir ramadhan kartu ini saya buat. Membeli bahan sendiri dengan uang tabungan yang sengaja saya sisihkan dari uang jajan pemberian orang tua dan kemudian dibuatlah kartu tersebut sebagai bentuk pengejawantahan ide yang ada dikepala saya, lalu dimasukkan kedalam amplop yang sudah dibubuhi perangko tujuhratus rupiah dan mengirimkannya sekitar H-7 hingga H-5 menjelang Lebaran dengan harapan kartu tersebut tiba sekitar H+2 lebaran.

Sungguh suatu moment yang sangat langka bahkan mungkin sudah tidak ada di zaman sekarang yang serba canggih ini. Zaman dimana internet telah menjadi kebutuhan, masa dimana pulsa HP menjadi satu bagian kebutuhan pokok supaya komunikasi tetap berjalan lancar. Metamorphosis kartu lebaran telah berubah menjadi e-card atau kartu elektronik. Anda yang sangat lekat dengan dunia maya, akan sangat mudah menemukan aneka gambar unik (yang tentu saja hasil desain orang lain) sebagai penghias ucapan “selamat Idul Fitri” anda. Tinggal klik paman google, ribuan e-card akan terpampang, bahkan yang saat ini menjadi primadona adalah anda mengunggah sebuah foto pada profil facebook anda dan kemudian menandai (men-tag) teman anda, maka ucapan hari raya pun terkirim dengan teramat sangat mudah. Teknologi HP dengan feature SMS-nya masih menjadi satu primadona kemudahan berhantar ucapan, dan masih bertahan hingga saat ini. Betapa mudahnya hidup dimasa kini, bukan? Maka Nikmat Alloh yang manakah yang akan kamu dustakan?

Bagaimanapun bentuk kartu ucapannya, saya kembali menghantarkan satu kalimat di penghujung ramadhan dalam rangka menyambut idulfitri ini dengan ucapan “MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. SELAMAT HARI RAYA IDULFITRI 1430 H” Mohon maaf apabila dalam tulisan saya terdahulu ada kalimat-kalimat yang kurang berkenan dibaca, mohon maaf apabila ada kata-kata dan istilah yang menyinggung seseorang, gender, maupun sara. Ampunan-Nya akan turun jika kesalahan kepada sesama manusia sudah  dimaafkan oleh sesamanya.

Cianjur, penghujung ramadhan 1430. Semoga kita dipertemukan dengan ramadhan tahun berikutnya, Aminnn

hadisome

kartulebaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s