Selamat Ulang Tahun, ‘Bah

Hari ini, 3 oktober 2009, merupakan hari bersejarah bagi salahsatu tetua saya. Orang yang telah mendidik dengan keras, dengan ilmu agama, dengan disiplin, semangat dan perjuangannya hingga anak-anaknya, termasuk saya, bisa mengenyam pendidikan hingga strata sarjana.

Beliau merupakan sosok yang disegani oleh warga masyarakat di sekitar rumah saya karena title guru ngaji yang melekat padanya sejak beliau berusia muda. Sosok yang penuh wibawa, disiplin, pekerja keras (dan agak galak hehe) itu kini sudah memasuki usia tujuhpuluhsatu tahun. Tidak tampak perubahan fisik badannya menjadi bungkuk seperti kakek-kakek yang lain pada umumnya. Semenjak pensiun dari tempat kerjanya, beliau melakukan rutinitas hariannya dengan pergi ke sawah. Sawah yang telah menghantarkan saya memperoleh title S.Pd dari universitas negeri di bandung. Tidak ada yang yang bisa melarang keinginan beliau melaksanakan aktivitasnya pergi ke sawah, seterik apapun, sederas bagaimanapun hujan, ketika beliau ingin ke sawah, berangkatlah beliau. Mungkin inilah yang menjadi rahasia sukses sehingga fisiknya masih tampak prima di usianya yang ke tujuhpuluh satu.

Mengamati aktivitasnya sehari-hari, saya menjadi hapal jam berapa beliau bangun, beraktivitas, dan tidur. Beliau mengawali hari dengan bangun pukul dua dinihari, mandi airhangat dilanjutkan dengan tahajud, mengaji, dan wiridan. Kemudian berangkat ke mesjid mengimami solat subuh berjamaah. Ini sudah beliau lakukan lebih lima belas tahun terakhir. Doa-doa yang beliau panjatkan menghantarkan keberhasilan tujuh putra-putrinya. Guru, perawat, polisi, dan penyuluh adalah profesi putra-putri beliau yang seorang Petani dan juga PNS DEPAG pada masanya. Aktivitas siang hari, setelah pulang dari sawah, pastilah beliau beristirahat tidur siang selama satu jam. Kemudian menikmati tontonan berita di sore hingga malam hari sehingga beliau selalu uptodate, bahkan dalam beberapa hal pemberitaan media, saya selaku anak muda kadang lebih tertinggal dibanding beliau hehe. Hanya saja ada wataknya yang kadang membuat gesekan dengan saya karena watak itu menurun pada saya, keras kepala.

Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya sebagai seorang manusia,  beliau lah sosok yang telah membesarkan saya. Dan pada hari ini, melalui sepenggal tulisan yang mungkin tidak beliau baca (karena beliau tidak tau teknologi internet, apalagi facebook atau blog) dengan penuh takzim saya mengucapkan : “Selamat Ulang tahun pak Haji (Abah), semoga panjang umur dan selalu dalam lindungan Alloh SWT, diberikan kebarokahan dalam hidup, rezeki yang halal dan anak-anak yang soleh. Tidak ada kado istimewa dari saya kecuali tulisan ini.”

Beliau adalah : AYAH SAYA SENDIRI….Pa haji

Cianjur, 3Oktober2009. Dedicated to myfather in 71 years old still like younger than his age.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s