Kontroversi Qory

inilah wajah Qory sebelum dan sesudah mengikuti pemilihan puteri Indonesia 2009. lebih cantik yang mana? (dok kompas.com, dan ruanghati.com)

inilah wajah Qory sebelum dan sesudah mengikuti pemilihan puteri Indonesia 2009. lebih cantik yang mana? (dok kompas.com, dan ruanghati.com)

Sehari pasca penobatan Qory Sandioriva, gadis manis asal aceh, ternyata menuai beragam tanggapan di blog publik kompasiana. Hal ini terkait dengan pelepasan jilbab yang dikenakan Qory sehari-hari hanya demi mengejar gelar beauty pageant, puteri Indonesia.

Politis? Tentu saja akan menjadi politis jika anda melihat dari kacamata politik tentang kasus ini. PEMPROV NAD akan menjadi pihak yang bersalah karena mengijinkan Qory melepas jilbab demi kepentingan Puteri-puterian ini. apakah hal ini akan menjadi sebuah titik balik bagi para perempuan aceh yang masih belum mau berjilbab untuk melepas jilbabnya karena terinspirasi Qory? Semoga saja tidak.

Pro dan kontra akan selalu ada disetiap keadaan, pun demikian dengan keberadaan Qory yang menjadi puteri Indonesia 2009 yang mewakili daerah Aceh. “Saya juga termasuk yang kecewa berat dengan usaha Qory ini. Cuman buat kontes2an ginian sampe mengorbankan hal yang wajib. Emang kalo menang kontes beginian bisa nambah pahala Qor? Emang nggak ngerti kalo jilbab itu wajib? Itu orang tuanya juga ngebolehin aja anaknya lepas jilbab..heran gue. Emang Qory setelah lepas jilbab keliatan kecantikannya, tapi sebenernya malah men-down grade dirinya sendiri…
Tapi mudah2an Qory segera menyadari kesalahan ini dan kembali pake jilbab…” demikian komentar Yanti, seorang pembaca blog kompasiana yang merasa kecewa dengan keputusan Qory melepas jilbabnya.

“Hanya ingin mencurahkan isi hati saja, saya yakin kecantikan Qory tidak akan berkurang saat memakai jilbab bahkan (kembali saya yakin insya Allah) akan semakin terlihat kecantikannya ( kecantikan luar dan dalamnya ), kita bukannya berpikiran sempit justru lebih jauh kedepan sangat jauh kedepan, Qory kalau boleh saya kasih saran pakailah jilbabmu, terima kasih” Komentar Sri Widodo di kompasiana, diamini oleh Oke yang menuliskan “Sependapat dengan sri widodo, jilbab tidak akan mengurangi kecantikan. Kalo masalah memperbaiki diri kata temen2 yang lain, itu sih life time process, ndak bisa kita nunggu diri sempurna dulu baru mengingatkan orang lain, toh kebenaran bisa datang dari siapapun. Jilbab itu wajib bagi tiap muslimah, tidak relevan dengan perilaku. Mungkin dari agama lain memandang itu masalah HAM. Betul. Tapi kembali lagi ke konsekuensi keyakinan. Saudara sesama muslim yang peduli pasti akan mengingatkan, saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Tidak perlu menjelek2an agama manapun, toh setiap agama punya kewajiban masing2.

Menurut Tengku Faisal Aly, sekretaris Ulama Dayah Aceh (HUDA) yang saya kutip dari situs ruanghati.com “Qory bukan cerminan putri Aceh. Untuk itu, ia tidak berhak mengatasnamakan rakyat Aceh. Ini sangat kita sesalkan”

Saya ada di pihak mana? Jika menelisik hati terdalam, saya juga berada di pihak yang kontra dengan lepasnya jilbab Qory. Namun saya berusaha untuk bersifat netral dengan tujuan untuk tidak memperkeruh suasana dan tidak provokatif. Saya mendengar langsung melalui siaran televisi alasan utama Qory melepas jilbab adalah:” rambut adalah mahkota wanita yang indah dan harus diperlihatkan”. Statement ini jelas memperlihatkan kurangnya pengetahuan seorang Qory terhadap prinsip agama yang dianutnya padahal pemilihan puteri Indonesia mengutamakan 3B alias Brain Beauty Behaviour.

Benarkah masih 3B yang dianut oleh panitia pemilihan puteri Indonesia? Ataukah  3B tersebut jadi 4B?

***

NB: Tulisan ini bukan bermaksud provokatif tapi lebih menyoroti pada sikap kita, meskipun kita memiliki 2 pandangan yang berbeda, agaknya itu bukan sebagai suatu pemecah terhadap kehidupan berbangsa bernegara kita.

5 thoughts on “Kontroversi Qory

  1. bismillah..

    saya mau ikut komen boleh kan?

    bukan bermaksud mendukung “pelepasan” jilbab yang dikenakan Qory untuk acara puteri-puterian itu..tapi saya ingin memandang secara objectif ajah..

    pertama, apakah dia benar telah berjilbab sebelum mengikuti kontes itu? karena menurut beberapa sumber Qory memang tidak berjilbab..adapun berjilbab hanya tuntutan sekolah *klo gak salah dia sekolah di Al Azhar*

    kedua, saya sangat setuju jika berjilbab merupakan kewajiban seorang muslimah..akan tetapi jilbab yang seperti apa yang dimaksud? tentunya jilbab yang menutupi aurat…bukan jilbab yang sekedar menutupi kepala, sangat ironis melihat perempuan2 “berjilbab” tapi masih bercelana ketat..bahkan saya pernah melihat perempuan “berjilbab” dan ditangannya terjepit sebatang rokok yang mengepul..*Naudzubillah*

    jadi menurut saya masalah Qory berjilbab atau tidak kita harus melihatnya secara objectif…….

    NB saya bukan pendukung Qory lho yah hehehhehe..salam kenal kang🙂

    • trimakasih sebelumnya sudah mampir

      saya mencatat ini tepat ketika Qory sudah ditetapkan menjadi PI 2009. belum banyak yang mengupas sisi lain kehidupan Qory sebelum menjadi PI. karena penasaran dengan statement Qory ketika dia ditanya “kenapa Qory berbeda dengan puteri2 perwakilan aceh sebelumnya?” dengan tegas dia menjawab bahwa rambut itu mahkota keindahan dan dia bangga memperlihatkannya. masih menurut Qory, bahwa dia sudah meminta izin melepas jilbabnya ke pemprov NAD bahkan hingga ke kementrian negara pemberdayaan perempuan. ketika saya googling, yang saya dapat adalah Qory yang berjilbab. jadi saya tulis saja kegelisahan saya disini.

      sekali lagi terimakasih sudah mampir disini mas adhadiadiwae

      salam

  2. Hanya gak habis pikir aja………
    tak ada jaminan dia menang, kenapa dia mau mengorbankan hal yang begitu besar…..????
    Tapi memang kalau untuk muslimah berjilbab, gak usah ikut gini-ginian lah…. karena kontes-kontes seperti itu memang mau mengkonsumsi kecantikan aja…

  3. yah lebih cantik yang pake jilbab dunk …. lagian menurut saya kontes putri-putrian itu nggak penting banget,, cuma sebagai ajang bisnis dan eksploitasi cewek aja … kalau bahasa seorang teman “ajang untuk legalitas kepura-puraan … lagian cantik itu kan relatif??
    jadi mending cantik dunia akhirat lah ….:-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s