Assesmen Kinerja (Skripsi usang saya yang tidak pernah dibuka)

Guru Harus Pandai Membuat Soal Evaluasi – (tanggapan untuk omjay dan para guru tercinta…)

Guru Harus Pandai Membuat Soal Evaluasi

Demikian sebuah judul tulisan seorang Bapak Wijaya kusumah pada blog public Kompasiana.com yang sedang bersiap-siap merayakan ulangtahunnya yang pertama. Sebuah judul yang membuat saya agak tergelitik untuk menuliskan kembali apa yang pernah menjadi bahan penelitian semasa saya skripsi dulu. Saya memang bukan seorang pendidik alias guru saat ini, namun karena di besarkan di lingkungan guru (orang tua dan dua kakak saya guru) serta mengenyam pendidikan di Jurusan Pendidikan membuat saya selalu tertarik dengan hal-hal ini, apalagi jika menyangkut kesejahteraan guru saat ini yang ada sertifikasi. Selepas magrib, saya mengaduk-aduk isi lemari buku saya, mencari-cari skripsi yang tidak terpakai itu untuk saya baca ulang hehehe.

guruSebuah paragraf yang ditulis omjay, menjadi ide saya untuk menuliskan kembali apa yang pernah saya dalami dulu semasa kuliah. Saya sebenarnya sudah memberikan komentar pada tulisan omjay, dan disambut baik oleh beliau. berikut saya kutipkan paragraf tersebut:  “Membuat soal-soal evaluasi yang digunakan sebagai instrument punguji (tes) kemampuan siswa tidaklah mudah. Diperlukan analisis butir soal yang tingkat validitasnya tidak diragukan, sehingga komposisi soal mudah, sedang dan sukar menyebar secara proporsional sesuai dengan materi pelajaran yang diujikan. Soal itu akan dapat menyeleksi secara alamiah, mana siswa yang cerdas, dan mana siswa yang kurang cerdas. Sehingga hasil belajar siswa dapat dibuktikan secara ilmiah.”

Mungkin bagi anda tidak ada yang menarik dari paragraph tersebut, tapi bagi saya ini cukup menggelitik sehingga kemudian saya pertebal.  Dari paragraph itu tertulis cerdas dan tidak cerdas. Sebuah pemikiran yang sangat dikotomis yang mungkin masih menjadi paradigma dan tolok ukur keberhasilan para guru dalam mendidik muridnya. Sebagai seorang murid yang pernah mengenyam pendidikan untuk menjadi calon  guru, saya tidak setuju dengan pemikiran ini! Menurut saya yang dangkal ini, tidak ada individu yang tidak cerdas. Semuanya cerdas!  Sebagai individu yang berbeda-beda, kita diciptakan Alloh Swt dengan bakat yang berbeda-beda pula. Mungkin si A memang bagus di bidang Eksak, tapi lemah di bidang seni dan sebaliknya si B sangat mahir bermain musik tapi agak kurang dalam memahami materi Biologi misalnya. Inilah sebuah pemikiran yang harus ditanamkan, sehingga para pendidik bisa memandang muridnya sebagai pribadi yang sama pintar satu dengan yang lain.

Saya bukanlah pakar pendidikan, namun agaknya kurikulum terstandar yang diterapkan di Indonesia harus direvisi lagi karena menurut saya hanya menyesaki murid dengan materi-materi yang sebenarnya bukan di bidang dia. Disinilah diperlukan integrasi antara sekolah dengan psikolog, dimana psikolog bisa membantu murid dalam menentukan pilihan jurusan yang bisa menjadi tempatnya mengembangkan diri sesuai bakatnya. Oke,  dilain hari saya akan mencoba menuangkan ide ini dalam tulisan lain.

Kembali ke topik omjay tentang evaluasi. Sedikit masukan saja buat para guruku tercinta, bahwa evaluasi pendidikan (baik berupa UTS, UAS, Ulangan Harian, dsb) agaknya jangan hanya dijadikan tolok ukur untuk menilai keberhasilan siswanya. Ada yang lebih penting yang bisa dijadikan peluang penilaian keberhasilan siswa, yakni asesmen kinerja yang bisa dilakukan oleh sang Guru dalam kegiatan belajar mengajar. Agak ribet memang, karena harus melibatkan tim penilai yang tidak hanya guru Ybs saja mengingat jumlah murid rata-rata di tiap kelas lebih dari 30 orang. Dan, sejauh penelitian saya dan teman-teman semasa skripsi dulu, penilaian ini baru bisa dilaksanakan pada saat praktikum saja. (karena kebetulan saya berkuliah pada jurusan pendidikan eksak yang ada praktikumnya, biologi) Mungkin ada teman-teman lain yang berprofesi guru non-eksak yang punya ide tentang penilaian saat KBM?

Sedikit gambaran saja tentang assesmen kinerja akan saya bagikan kepada teman-teman kompasiana, khususnya praktisi di bidang pendidikan, para guruku tercinta. Assesmen kinerja merupakan salah satu metode evaluasi untuk menilai kinerja siswa ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, menurut Bobby&Kendall (1998) pada assesmen kinerja, penilaian terhadap siswa dilakukan ketika siswa melakukan latihan actual-menulis essay kritikal atau permainan, dan menampilakn sesuatu yang mendukung pembelajaran. Kekuatan dari penilaian ini adalah terfokus langsung pada kinerja siswa yang kompleks serta pengetahuan dan keterampilannya. Scoring atau penskoran pada assesmen kinerja tidaklah sama seperti penskoran dalam penilaian tes akhir berupa pilihan ganda. Assesmen kinerja tidak memiliki kunci jawaban seperti halnya tes pilihan berganda, penilaian asessmen kinerja perlu melibatkan  suatu keputusan subjektif tentang kualitas kinerja siswa. Pemberian skor dalam assesmen kinerja bisa menggunakan skala baik, sedang dan kurang. Atau jika dituangkan dalam bentuk nilai kuantitatif bisa berupa skala angka-angak 3, 2, dan 1. Dalam sebuah situs (www.galileo.org – tidak tahu situsnya masih ada atau tidak, saya mengambilnya tahun 2004) disebutkan bahwa assessmen kinerja dapat memberikan kesempatan terhadap guru untuk membedakan apa yang dipelajari siswa, mengenali siswa ketika mereka membutuhkan bantuan dan mengidentifikasi pendekatan yang diperlukan untuk tahap selanjutnya.

Agaknya assesmen kinerja dapat memberikan gambaran lain dalam penilaian terhadap keberhasilan siswa dalam proses pembelajarann. Namun kendalanya, assesmen kinerja ini harus dilaksanakan secara langsung ketika kegiatan belajar mengajar. Jadi mungkin harus ada tim pengajar (seperti kuliah, yang dosennya lebih dari satu orang) di satu kelas.

Semoga tulisan ini bisa membawa manfaat, dan sekaligus kado bagi para guru dari kompasiana yang akan merayakan ultahnya  yang pertama ini. Indahnya berbagi melalui tulisan-tulisan ringan, dari kompasiana untuk guru kita. Karena tidak bisa kita pungkiri, para guru-lah yang telah menciptakan blogger-blogger handal, penulis-penulis ulung di kompasiana.  Selamat Ulang Tahun Kompasianaku, disinilah saya belajar menjadi pribadi yang cerdas  secara sesungguhnya. Maju terus Guruku di seluruh Indonesia.

Salam

HADI

(ini sekaligus sebagai bukti cinta saya  secara tidak langsung kepada para pendidik yang telah membesarkan saya hehehehe)

2 thoughts on “Assesmen Kinerja (Skripsi usang saya yang tidak pernah dibuka)

  1. eh ada orangnya mampir kemari hehehe..padahal baru mau saya posting di kompasiana besok lho om.
    btw sama2, trims udah mampir blogwalking ke blog saya…

    maaf ya, bukan maksud menggurui, hanya sekedar berbagi ilmu saja🙂

    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s