Etis Ngga Sih?! (sebuah tulisan untuk kompasiana)

etis ngga sih kalo nulis yang tidak2??

etis ngga sih kalo nulis yang tidak2??

Sebuah blog public yang hampir berulang tahun, kompasiana, memiliki banyak pembaca yang selalu mengakses setiap hari. Ada yang aktif  menulis, tapi tidak sedikit yang hanya berkomentar saja. Tidak jadi masalah buat saya sebagai pembaca, mungkin juga buat para admin kompasiana jika saja komentar tersebut dikemas rapi dalam tulisan yang santun dan halus. Mengemukakan ide adalah hak setiap orang dan pembaca kompasiana.

Pagi-pagi (saya menulis ini pagi2 hehe) sambil menyantap sarapan mie buatan sendiri di hari libur ini, saya sudah membaca beberapa artikel kompasiana yang sehat. Tulisan prof. Nurtjahjadi yang mencerahkan, Mas Unang Muchtar yang bikin keder (maaf mas, emang saya bingung), dan beberapa artikel sahabat kompasiana lainnya yang memberikan pencerahan dan juga ide buat saya. Tapi alangkah kecewanya saya bahwa ternyata masih ada orang (baca: Oknum) yang masih memojokan satu pihak, dan kebenarannya pun masih diragukan, memposting tulisannya. Bernada menyalahkan pihak tersebut, yang notabene adalah seorang yang dikenal publik, dan seolah-olah sang penulis tersebut lah yang benar dan bisa meramal setiap kejadian yang akan terjadi di Indonesia. Tulisannya yang berbau mistis, membuat saya agak ngeri sendiri dan membayangkan bagaimana seandainya sang penulis tersebut salah? Tentunya dia sudah menyebar fitnah yang keji bukan?

Semua punya hak yang sama untuk menulis di publikblog kompasiana. Tidak ada yang melarang-larang jika kita ingin menulis apa yang kita ingin tuangkan. Namun, menurut hemat saya, setiap penulis WAJIB mereview tulisannya dan berpikir kedalam “kira-kira tulisannya etis atau tidak jika ditampilkan di khalayak publik?”. Jika mengacu pada pepatah ‘rambut boleh sama hitam, isi kepala siapa yang tau’ agaknya kode etik harus tetap menjadi pertimbangan. Bayangkan saja, jika tulisan tak berdasar tersebut dibaca anak kecil atau remaja yang belum bisa memfilter kebenaran sebuah berita, bukan tidak mungkin kelak dikemudian hari mereka akan berpendapat bahwa sebuah kejadian alam terjadi karena adanya perjanjian syetan dengan manusia yang ingin meraih puncak kesuksesan. Jika ini terjadi, bukan tidak mungkin akan lahir sebuah generasi ateis yang tidak mempercayai lagi adanya Alloh SWT yang MAHA AGUNG. Terlalu ekstrim jika saya meminta kepada admin untuk tidak menampilkan tulisan yang mengandung unsure provokatif, karena saya tau setiap jamnya input tulisan ke kompasiana itu banyak.  Jadi untuk tetap menyehatkan rumah kompasiana ini, agaknya kita sebagai kasta paling rendah (meminjam istilah Prof.Nurtjahjadi untuk menyebut blogger public) untuk saling mengingatkan satu sama lain agar tidak terpancing provokasai satu pihak saja, serta tidak memprovokasi blogger pembaca di kompasiana.

Sebagai contoh kasus, saya pernah menerbitkan sebuah tulisan yang berisi rekaman percakapan mistis ketika gempa Cianjur terjadi. Karena belum banyak yang tau dengan rekaman tersebut, pikiran nakal saya tiba-tiba ingin  mempublikasikannya di notes facebook saya melalui bahasa tulis yang saya buat. Ternyata saya mendapat protes keras dari kakak saya yang kebetulan adalah seorang Polisi yang bertugas di polres Karangasem Bali yang kebetulan membaca tulisan saya, awalnya memang saya tidak terima dan merasa bahwa  kebebasan saya dihambat. Tapi setelah saya kaji ulang, ternyata memang benar, tulisan saya ini sudah melanggar etika untuk tampil di muka umum dan akan meresahkan masyarakat kita yang belum bisa membedakan antara mistis dan logis. Karena kesadaran itulah akhirnya saya menghapus postingan tersebut.

Pun demikian dengan teman-teman disini, agaknya blog pribadi akan menjadi tempat yang leluasa jika ingin menuangkan segala macam unek-unek yang tidak bisa tersampaikan langsung. Percayalah, meskipun blog anda belum terkenal, suatu saat nanti pasti akan ada yang mampir dan masuk ke blogweb anda. Jangan kotori rumah sehat kompasiana dengan tangan jahil anda. Berbagilah ilmu yang bermanfaat untuk sesama pembaca, niscaya anda akan mendapat tempat dihati para pembaca disini.

Terimakasih sudah membaca

Salam dari kota kecil berhawa sejuk di kaki gunung Gede-Pangrango

HADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s