Nyaman, nya man!

ilustrasi ajah

ilustrasi ajah

Nyaman pada sebuah pekerjaan, atau hanya “menyaman-nyamankan” diri pada pekerjaan yang sedang anda hadapi saat ini?

Sepintas tiada beda, dua-duanya hampir sama. Sama-sama dijalani! Bedanya, nyaman beneran (mungkin) berdasarkan hati yang ikhlas dan senang, sedangkan menyaman-nyamankan hanya berusaha supaya tidak mengeluh, tidak terbebani dengan pekerjaan meskipun itu memang sebuah beban.

Ada sebuah obrolan yang menarik ketika tadi saya bertemu dengan Pak Lurah di kelurahan yang saya “pegang”. Obrolan kami, yang awalnya berputar-putar mulai dari masalah politik terkini hingga flashback sang lurah tentang kehidupan pekerjaannya, mengerucut ke sebuah tema tentang karir dan jabatan seseorang. Konsep ikhlas dalam menjabat sebuah jabatan, biasanya akan benar-benar diterapkan manakala kita sedang menjabat suatu posisi. Tapi apa yang terjadi ketika jabatan itu hilang? Menangis meraung-raung bahkan sampai menggugat Sang Maha Adil. Padahal, menurut obrolan Pak Lurah tadi, Jabatan itu tidak lebih dari sebuah titipan. Titipan yang datangnya dari Tuhan, yang harus dijaga dan dijalankan sesuai amanah. Seratus persen tepat! Saya setuju dengan statement nya.

Lalu apa yang terjadi dengan para pejabat di Indonesia? Seperti tulisan saudari Linda Jalil di kompasiana, tentang menteri yang menangis ketika jabatannya tidak diperpanjang, agaknya banyak yang belum sadar dan paham tentang jabatan yang hanya sementara ini. Jika saja semua paham, kayaknya tidak akan ada lagi seremonial nangis Bombay berliter-liter air mata karena kehilngan sebuah jabatan. Apalah arti sebuah jabatan jika tidak dijalankan dengan amanah?

Kembali ke nyaman pada pekerjaan, sepertinya bisa dipastikan ketika seseorang diberi jabatan, apalagi setingkat menteri atau anggota DPR, maka rasa nyaman akan segera menjadi kata kunci, meskipun kata nyaman tersebut menjadi sebuah repetisi yang memakai imbuhan me-kan karena lahan yang digarapnya adalah lahan kering hehehe. Semoga kita tidak seperti itu……

HADI-cianjur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s