Catatan yang tersisa dari HUT Kompasiana.

better late than never

Berniat untuk tidak menghadiri HUT kompasiana, agaknya akan menjadi sebuah penyesalan berkepanjangan bagi saya jika memang niat itu benar-benar saya wujudkan. Banyak cerita yang akan menjadi beberapa buah catatan yang akan mengisi blog saya baik itu blog pribadi maupun blog kompasiana.

Bermula dari obrolan online saya dengan rekan-rekan kompasianers, akhirnya terdorong untuk berangkat ke Jakarta. Disela-sela pekerjaan yang sedang ‘aktif’, saya bertekad meluangkan waktu demi kopidarat dengan teman-teman blog kompasianers semua meskipun saya tidak mengetahui dimana letak menteng huis itu sebenarnya, poor me hahaha.

HANGAT dan ELEGAN… itulah kesan yang saya tangkap ketika memasuki atmosfir Marios Place yang sudah dipenuhi oleh kompasianer yang sudah mengisi kursi yang disediakan panitia. Walaupun sempat merasa teralienasi, maksudnya asing ditengah keramaian, namun setelah bertegur sapa akhirnya saya menjadi lebih percaya diri bahwa memang saya datanng ke tempat yang tepat. Setelah bertemu dengan mbak Andriani Effendi yang turut andil memotivasi saya untuk hadir di HUT, saya pun berkenalan dengan Mas Yulyanto (yang kalo tidak salah adalah sekjend be-blog ya ternyata?) dan beberapa kompasianer lainnya. Saya yang datang berdua dengan seorang teman yang saya culik dari kantornya untuk menghadiri HUT tersebut menangkap kesan elegan dan penuh kekeluargaan pada acara kopdar itu.

keluarga besar kompasiana berfoto bersama, nampak Linda jalil dkk

keluarga besar kompasiana berfoto bersama, nampak Linda jalil dkk

Saya tidak akan menceritakan detailnya bagaimana, karena pasti teman-teman kompasianer yang hadir maupun yang tidak hadir, sudah membaca dari postingan serupa yang dipublikasikan beberapa saat setelah atau bahkan mungkin pada saat acara berlangsung, karena saya tidak membawa perangkat Online yang bisa memposting sambil mobile seperti itu (sederhananya, saya belum punya pengganti untuk laptop saya yang rusak hehe).

Kang Pepih bersama teman saya yang saya culik, mangkum

Kang Pepih bersama teman saya yang saya culik, mangkum

Sangat berkesan bisa bertemu dengan Mariska, mengobrol langsung dengan kang pepih (kita 2 kali ketemu ya kang, pas di PB juga saya hadir kok hehe), menyapa mas Elha, menyalami Omjay, serta memperkenalkan diri saya kepada Pak UUB (Unang Urang Banten).

super admin, Taufik Miharja, memijit terompet ultah

super admin, Taufik Miharja, memijit terompet ultah

Tidak pernah terbersit sedikitpun ketika menghadiri HUT kompasiana tanggal 22 Oktober, saya akan bertemu dengan orang-orang “bukan orang biasa” yang berkumpul dalam suasana yang penuh canda tawa, renyah, hangat dan familier.  Oya, trimakasih juga buat teman saya yang rela saya “culik” dan akhirnya tidak menyesal dengan kelakuan saya membawanya ke HUT Kompasiana, karena sehari setelahnya dia langsung membuat account di Kompasiana dan memperkenalkan dirinya sebagai analis pasar modal yang hanya ingin disapa MangKum. Nuhun ah teman2

4 thoughts on “Catatan yang tersisa dari HUT Kompasiana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s