Cucian (deh) Loe, Jangan ditunda-tunda!

Sebagai seorang bujangan, seperti yang lain, saya lebih senang berada di luar rumah lebih lama ketimbang berlama-lama di rumah. Selepas pulang dari bekerja, kadang saya tidak langsung pulang ke rumah melainkan berkunjung ke rumah saudara atau rumah temen.

 

Kehidupan yang balance antara keseharian dan pekerjaan belum bisa saya terapkan. Kadang, jika sudah sampe dirumah, maka saya akan melakukan aktivitas yang benar-benar memakan waktu dan tidak bisa diganggu. Online online..online online… (dibaca gaya saykoji)  Tapi beruntunglah saya, sejak mengenal kompasiana, energi untuk online tersebut dapat tersalurkan secara sehat. Namun, ya itu tadi, Belum balance. Pagi sebelum berangkat tersita dengan online, pulang kantor sampe malem online lagi. Maklum, kerjaan sebagai tukang ngider tidak memberikan kesempatan untuk duduk manis di depan komputer pada siang hari.

 

Seperti biasa, menjelang berangkat ke kantor saya baru mandi. Dan hari ini betapa terkejutnya saya manakala melihat pakaian kotor ditempatnya yang saya simpan di pojok kamar, baju kotornya sudah menggunung. Maaaaaaaaa, alamat bakalan nyuci besar hari ini hehehe.

Somecrea9

ilustrasi yang kagak nyambung ama tulisan, jangan protes ya hehheh

Akhirnya, mau tidak mau, saya mencuci sambil mengomel kepada diri sendiri. Kenapa harus menunda-nunda nyuci sih, jadi kan banyak yang harus dicuci! Salah sendiri, batin saya menjawab.

****

Nah, ditengah2 kejengkelan saya mencuci saya berpikir Pelajaran apa yang bisa saya ambil dari situ? Setelah ditilik-tilik, ternyata ada dua hal:

 

Pertama, saya tidak boleh menunda pekerjaan!

Lihatlah tumpukan cucian tersebut. Makin hari akan makin banyak, dan mau tidak mau harus tetap dicuci jika ingin memakai pakaian yang bersih di esok hari. Makin ditumpuk, makin banyak yang harus dicuci. Berat nya!

Pun demikian dengan pekerjaan anda, sudah barang tentu anda harus mengerjakannya sedikit demi sedikit jika tidak ingin pekerjaan anda menumpuk dan tercecer dikemudian hari. Kata satu orang senior kantor saya, yang namanya pekerjaan itu tidak akan pernah ada habisnya. Jadi jika ditunda-tunda, makin banyaklah pekerjaan anda dikemudian hari. Dan ini membuat anda akan makin malas mengerjakannya. Tidak percaya? Tanya sama saya deh, saya udah sering membuktikannya hihihihii….. (secara emang saya ini pemalas gitu loh :p)

 

Kedua, saya harus mulai rajin menabung. Bukan rajin berhutang!

Filosofi yang terkandung dari menyimpan cucian, sehari satu pasang pakaian dan amunisinya, jika saya kaitkan dengan menabung tentu saja akan berhubungan erat. Sehari, dua hari, tiga hari dan seterusnya tentu akan terkumpul pakaian siap cuci yang menggunung. Nah, ketika objek yang saya simpan tersebut diganti dalam bentuk uang, suatu saat nanti uang saya akan menggunung juga seperti cucian kotor tersebut, bukan? Cihuy ngga sih?

Lain halnya dengan hutang, jika sehari dua hari kita terus pupuk berhutang kepada orang, atau bank, maka dikemudian hari hutang kita akan makin besar. Hihihhi, inilah salah satu  fenomena sebagian besar PNS di kota besar maupun kecil. CICIS, Cicil sana sini hihihihihihihihihi

4 thoughts on “Cucian (deh) Loe, Jangan ditunda-tunda!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s