Menulis

Buat apa sih saya menulis?

Kepuasan batin? Atau penilaian orang? Ah rasanya,kok, saya tidak menemukan bakat saya di dunia kepenulisan ini. Buat apa pula, sih, saya mengharapkan penilaian orang atas tulisan2 saya di dunia maya ini, toh  tulisan saya cuma berisi pengejawantahan ide-ide yang terkadang merupakan dialog dua sisi hati saya. entahlah, saya tidak mengerti.

Attaawun 8sept3compress

Sejak insiden itu, saya merasa, kok saya makin tidak pede untuk menulis di blog besar tersebut. Blog yang berisi orang-orang hebat dan juga para pakar. Sementara saya, siapa sih? Cuma ikut2an doang dan berharap menimba ilmu tentang dunia tulis menulis.

Entahlah, meskipun seseorang Mariska Lubis menyebut saya berbakat, tapi kok saya tidak merasakan demikian, meskipun sebenarnya saya menikmati moment ketika saya menuangkan ide pikiran saya. Bagi saya menulis itu ibarat dialog,  dua arah, komunikatif. Bukan menggurui, dan bukan pula menghakimi. Bagi saya, lagi, menulis itu sebuah proses pembelajaran dan juga proses pendekatan personal karena melalui tulisanlah saya berkomunikasi dengan anda sekalian, serta berbagi apa yang saya miliki dan menjadi buah pikiran saya.

Jadi kembali ke pertanyaan semula, buat apa sih saya menulis?

Saya hanya bisa menjawab, bahwa saya menulis untuk menuangkan ide yang ada di pikiran saya. Ada yang membaca ataupun tidak, tidak pernah jadi masalah buat saya.

Salam tulis

hadi

7 thoughts on “Menulis

  1. Tulislah utk diri Anda. Tulislah utk kepuasan dan sensasi yang Anda alami setelahnya. Tulislah karena Anda memang merasa perlu menuliskannya dan membiarkan orang lain mendengarkannya

    • trimakasih sudah mampir, dan terimakasih pula buat supportnya. dengan menulis saya belajar, dengan menulis saya berkomunikasi, dan dengan menulis saya berusaha menjadi diri saya.

      nb: thanks to Mbak Mariska Lubis yang selalu memotivasi saya untuk berkarya. tulisan ini pun lahir setelah mengobrol dengan mbak Mariska. Love U teteh cantik

  2. sangat seprinsip dengan ide dan filosofi abgmu dek, maju terus pahlawan jujur. Indonesia menunggu pemikir jujur seperti ini. Sikap rendah hati yang kamu miliki menjadi cermin dek, bahwa kamu berisi

  3. Ping-balik: Surat untuk sahabat-kreativitas yang terpasung « Hanya Sekedarcatatan

  4. ananda, nbakat itu hanya seper sekian persen dari keseluruhan modal yang wajib dimiliki seorang penulis

    jadi, jangan percaya bakat juga
    soalnya daku mah da bakatnya bakat ku butuh tea….hihi

    pokoke menulislah dari hati yang bening dan pikiran yang jernih
    insya Allah sampainya akan ke hati dan pikiran yang bening…eh, jadi pabaliut….
    salam kreatif senantiasa
    menuliiiiiis!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s