Magnet Itu bernama Puri (Sebuah Catatan untuk kompasiana)

Magnet itu bernama PURI!

Puriwati Purasari Andono.

Itulah nama yang tiba-tiba terkenal meskipun baru bergabung hanya sekitar dua pekan di kompasiana. bagi saya, dan mungkin juga anda, Puri adalah magnet yang cukup menyedot perhatian. Tidak hanya dari penderitaan yang dialami, tapi dari semangat yang dia tularkan kepada semua kompasianer.

Kemudian, Puri kembali menyedot perhatian kita, bahwa ia diberitakan meninggal dunia. Kesedihan dan rasa kehilangan menyelimuti saya, dan juga anda, meskipun tidak mengenalnya secara langsung. Beberapa hari topic ini menjadi sebuah trending topic yang mencuri perhatian dan bahkan mengalahkan perhelatan cicak melawan buaya.

Sebuah empati besar segera mengalir dari hampir seluruh kompasianer. Kang Pepih, segera membuat woro-woro untuk membuat tulisan tentang Puri. Ada dr.Anugra yang dengan penuh keberanian, rela menyisihkan sebagian pendapatannya demi membiayai penerbitan buku yang didedikasikan buat para penderita kanker yang, lagi-lagi, diilhami oleh sosok penuh semangat, Puri. Ceu Rosiy, mengajak semua kompasianer untuk membentuk Puri Foundation dimana saya diajak untuk bergerilya menularkan semangat pembentukan PF ini. Bang Andy Syoekri, dan selanjutnya menunjuk saya sebagai salahsatu pengelola, membuat gerakan nasional Pita Pink mendukung Puri Alm di jejaring dunia maya facebook yang kini anggotanya sudah diatas 300an.

Betapa sebuah aliran energy positif bukan?

Namun, kini, nama Puriwati Purasari Andono seolah-olah menjadi sosok yang dibenci karena nama ini adalah sebuah tokoh fiktif. Terlepas dari itu, Sekali lagi, nama ini menjadi magnet di kompasiana.

Sebuah berita tentang Puri, yang ditulis Budiman Hakim, kemarin saya lihat masih 200an pembaca hingga pukul 23.00 WIB dan melejit menjadi 1800an pembaca pada jam 23.00 WIB hari berikutnya. Sejumlah komentar hanya sedikit menghiasi di awal-awal kemunculannya, dan melonjak melebihi 150an pada jam 23.00 WIB hari berikutnya. Terlepas dari apapun berita yang dikandungnya, ini membuktikan bahwa Puri memiliki magnet kuat.

****

Sekarang, kita lihat content berita yang dimuat mas Budiman Hakim (BH). Mas BH menulis sebuah berita yang, setidaknya, menampar saya  dan membuat kaget semua orang.

“TOKOH PURI ADALAH FIKTIF.” Tokoh yang diciptakan oleh seseorang, atau sekelompok orang, yang mengejar sebuah prestasi nan prestisius di dunia periklanan, Daun Muda Award. Saya tidak tau apa itu daun muda award, dan menjadi tau setelah mas BH memberitau.

Awalnya saya sangat tidak percaya dan merasa kecewa, kok mas Budiman tiba2 bilang begitu. Setelah ngobrol ngalor ngidul dengan motivator saya yang juga seorang seksolog, Mariska Lubis, akhirnya saya percaya jika tokoh ini adalah fiktif. Dan sialnya, semua orang seolah-olah menjadi paranoid. Bahkan, satu orang kompasianer dengan terang-terangan menuduh dokter Anugra adalah sosok fiktif juga?  luar biasa bukan magnet yang ditularkan sekelompok orang tidak bertanggung jawab, yang membentuk account puri tersebut.

Kini, semua menjadi terbalik. Kang pepih, mengumumkan bahwa account Puri dijadikan sebuah “monument” yang bisa mengingatkan bahwa ini adalah tanda kebohongan publik dunia MAYA. Selain itu, ada juga yang menulis kebalikannya, yang mengajak “Mari memaafkan Puri.” Kemudian ada yang mencabut dukungan buat Puri dan menghapus komentar2 untuk Puri. Silahkan, itu adalah hak anda semua.

*****

Saya disini hanya mengajak kepada anda sekalian, Yuk kita berpikir jernih, jangan terbawa dan terpancing orang yang, saya yakin, ingin memperkeruh suasana atau bahkan memecah belah kompasiana. Jika ditanya, bagaimana bentuk kekecewaan saya? saya tidak bisa menjawab, karena ada beberapa tulisan (walaupun gak bagus-bagus amat) yang saya dedikasikan buat Puri, sahabat fiktif virtual saya. Nama Puri, bagi saya tetap lah magnet. Bisa jadi dia hanya jadi korban saja, jika nama itu memang ada, yang dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Saat ini, seorang teman kompasiana, Imam Adi Karyanto, sedang menelusuri rekam jejak seseorang yang memforward sms yang menyebutkan bahwa dia adalah Kakaknya Puri.

Untuk anda, kompasianer yang tinggal di Jogja, jika anda mau membantu, anda bisa melacak keberadaan orang ini. Siapa tau, dengan mengurai benang kusut ini, pelan-pelan kita dapat mengungkap siapakah dalang keji dibalik aksi ini.

Sekali lagi, please, berpikirlah dengan jernih. Sebuah pembelajaran dan proses pendewasaan bagi kita semua, internet user, bahwa segala sesuatu yang belum tau kebenarannya harus kita check dan re-check . Kepada temans kompasianer semua, sekali lagi saya mengajak anda untuk tidak terpancing oleh segelintir pihak yang mencari sensasi. Pertahankan kebersamaan kita di rumah kompasiana tercinta ini.

 

Salam dari seseorang yang kecewa

Hadi

2 thoughts on “Magnet Itu bernama Puri (Sebuah Catatan untuk kompasiana)

  1. SOBAT JANGAN PERNAH KECEWA DENGAN APA YANG PERNAH DIKERJAKAN,KARNA SEMUA ITU ADA HIKMAHNYA

    lanjutkan saja apa yang telah dikerjakan,selagi semua itu positif saya akan mendukung sepenuhnya….!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s