Jangan Fitnah Dong!

Tergelitik dengan sebuah komentar dalam postingan dari Kang Pepih yang membekukan account seorang tokoh fiktif, saya memberanikan menulis ini.
***

Fitnah, katanya lebih kejam dari pada membunuh ya?  Logis sih, jika dalam ajaran agama, kita tidak diajarkan dan tidak diperbolehkan untuk memfitnah ,kan?  karena fitnah merupakan pembunuhan karakter. Menurut Wikipedia, fitnah merupakan komunikasi kepada satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berdasarkan atas fakta palsu yang dapat mempengaruhi penghormatan, wibawa, atau reputasi seseorang. Kata “fitnah” diserap dari  bahasa arab, dan pengertian aslinya adalah “cobaan” atau “ujian”.
Sedangkan menurut sumber bacaan di republika.com, Alquran menggambarkan fitnah adalah lebih kejam dan lebih besar daripada pembunuhan (QS Al-Baqarah [2]: 191,217). Fitnah di sini digambarkan sebagai usaha menimbulkan kekacauan … (sumber http://www.republika.co.id)

Dalam web pituturdotnet, fitnah  diartikan sebagai tuduhan suatu perbuatan kepada orang lain, dimana sebenarnya orang yang dituduh tersebut tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan.
Sepertinya, jelas, dari kalimat diatas terkandung sebuah statement negative dan menjurus ke arah fitnah.  Dengan sangkaan dari statement diatas, sudah barang tentu ada upaya pembunuhan karakter seseorang yang berhati mulia.
Ngomong-ngomong soal fitnah ini, saya ada sedikit pengalaman kala belajar agama dari seorang ustadz, dulu. Ketika itu, saya menemukan keganjilan dalam materi yang disampaikan sang ustad, usut punya usut, selidik punya selidik, akhirnya saya menemukan kecocokan antara beberapa bukti tidak tertulis saya dengan gerakan “negative” mereka. Ketika saya melempar ini ke forum, beberapa orang malah menyerang saya, karena memang saya tidak memiliki bukti fisik yang otentik.

Kembali ke ulasan komentar di postingan Kang pepih tersebut, agaknya komentator tersebut  harus turut meminta maaf kepada orang yang dia komentari. Karena hampir saja, apa yang komentator tersebut utarakan, menjadi fitnah karena tidak ada bukti otentik yang diberikan komentator tersebut.
****
Akhirnya melalui catatan ini, saya mengetuk hati semua orang untuk lebih sehat dalam berkomentar. Manfaatkanlah rumah kompasiana ini untuk mencari kawan sebanyak mungkin, bukan lawan. Jangan lah ‘menyerang’ untuk Sesuatu yang tidak kita tau. Jangan sampe, komentar kita malah jadi fitnah buat orang lain.
Disini, di kompasiana ini, kita agaknya harus berlaku santun seperti halnya ketika berada di dunia nyata. Karena, paling tidak, jika kita berlaku santun maka penghuni kompasiana lainnya pun akan menanggapi kehadiran kita.

Salam,
Hadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s