Jujur itu Sportif, loh!!!

Junjung tinggi sportivitas - dok.pribadi

Sportivitas, sudah barang tentu menjadi hal yang paling utama dalam setiap kegiatan olahraga. Demikian halnya dalam olahraga bulutangkis yang saya gemari mulai dari sekecil tauge, hingga sebesar Taufik (Hidayat) ini. Saya bukan atlit professional, kok. Cuma menjalankan hobi aja, rutin setiap minggu demi menjaga kebugaran tubuh.

ilustrasi pertandingan badminton - dok.pribadi

Saya punya sedikit cerita dari lapangan bulutangkis dimana saya berlatih tiap ahad. Ceritanya, saya diajak bertanding oleh seseorang. Dia berpasangan dengan salah satu pendatang baru, dan saya berpasangan dengan teman saya bernama Nanang. Nanang ini, agaknya memiliki sedikit kelebihan bersabar dalam menghadapi tekanan mental dari lawan. Tidak seperti saya yang cenderung meledak-ledak emosional.

Poin yang digunakan dalam latih tanding tersebut, adalah adopsi sistem lama tapi dipararelkan antara set pertama dan kedua, jadi totalnya 30 point. Kedudukan kritis saat itu adah 26 untuk pasangan saya dan Nanang, dan 29 Untuk pasangan lawan. Disaat-saat point kritis tersebut, saya melakukan smash dan ternyata bola masuk di garis sebelah dalam namun dengan cepat melesat ke luar garis. Karena tidak ada hakim garis, otomatis setiap pemain menjadi hakim garis masing-masing. Apa dikata, bola yang masuk tersebut dinyatakan out oleh salahsatu pemain lawan yang memang dari segi usia jauh lebih senior. Ternyata,disinilah kita diuji untuk sportif dan juga jujur.

Sedikit tidak terima, saya pun ngomel-ngomel. Apalagi wasit tidak berdaya mempertahankan argument bahwa bola memang masuk. Bola pun berpindah ketangan lawan. Diatas kertas seharusnya mereka mampu menyelesaikan point terakhir, dan mental saya pun drop melihat ke-tidak sportif-an lawan saya tersebut.

“Ah, ngapain juga ngotot maen. Toh mereka licik. Gw kasih kemenangan aja deh” begitu yang ada di kepala saya.  Namun, melihat partner saya yang tampil all out, meskipun ini Cuma latihan biasa, akhirnya saya pun kembali menumbuhkan semangat. Dan menakjubkan, keberuntungan balik memihak kami dan menyudahi perlawanan lawan dengan poin 30-29.

****

Tidak ada yang menarik bukan, dari cerita diatas? Jika anda menjawab ya, tidak ada yang menarik, berarti anda masih normal. Tapi jika sebaliknya, hmmm.. gak tau deh. Intinya, dari kejadian tersebut, saya memetik hikmah, Ternyata, kejujuran dan sportivitas adalah kunci utama kemenangan. Ketidakjujuran hanya akan mendatangkan ‘kekalahan’.

Hikmah lainnya adalah, berusaha jujur dan mempersembahkan yang terbaik, itu jauh lebih terhormat dibanding menggunakan cara-cara licik. Sikap dan sifat sportif yang menjadi ciri khas di dunia olahraga, juga harus tetap dipelihara. Tidak hanya dalam berolahraga saja, tapi dalam kehidupan bersosialisasi juga.

Salam, dari seseorang yang merindukan kejujuran media.

Hadi

One thought on “Jujur itu Sportif, loh!!!

  1. Ping-balik: Jujur tak jujur « Hanya Sekedarcatatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s