Antara FS, FB, dan Kompasiana

Anda masih ingat dengan friendster? Itu lho, Situs jejaring sosial yang hadir sekitar tahun 2003 atau 2004 yang sempat booming dan menjadi trendsetter jejaring pertemanan. Situs ini, pada masanya merupakan sebuah lambang “wow keren” seorang onliners seperti saya. Gak asik, kalo gak punya FS. Begitu kira-kira jargonnya waktu itu.

Seiring perkembangan teknologi, perkembangan friendster mulai tergantikan oleh facebook. Situs jejaring yang meledak di Amerika pada awal tahun 2008, hasil karya Mark Zuckerbeerg. Facebook, dengan sendirinya membesar dan menjadi sebuah trend baru gaya hidup. gak punya FB, gak gaul. Begitulah kira-kira. Sampai-sampai para vendor HP dan juga para penyedia layanan provider, berlomba-lomba menyematkan fitur facebook pada HP dan layanan mereka.

Perlahan tapi pasti, pengguna friendster mulai beralih ke facebook. Dengan segudang fitur yang ditawarkan facebook, orang akan mudah beralih karena facebook memiliki fitur-fitur yang tidak dimiliki friendster. Misalnya fasilitas chat, atau saling berkirim komentar di bawah status si pemilik account. Ini tidak dimiliki oleh friendster.

Sebagai pengguna friendster yang turut ‘berhijrah’ ke facebook, saya pun akhirnya merasakan ketagihan ber-facebook ria. Saking addict nya saya dengan facebook, sampai-sampai teman saya berani mengajak taruhan untuk tidak membuka facebook selama 7 x 24 jam. Cihui… perjuangan seminggu yang berat itu akhirnya terlalui dengan sempurna, dan saya keluar sebagai pemenang. Facebook sebagai ‘mainan baru’ telah menyihir saya dan teman-teman untuk ketagihan. Tiada hari tanpa facebook. Untungnya, saya tidak tertarik dengan twitter, myspace, atau plurk. Kalo iya, widiiihhh bisa gaswat hehehe….

Namun, rupanya kedudukan facebook mulai tergeser oleh sebuah blog komunitas bernama kompasiana. Awalnya saya hanya silent reader, namun lama kelamaan saya pun mulai aktif di kompasiana. bahkan kini, semenjak kompasiana  berwajah baru, saya seolah-olah menemukan spirit baru untuk bisa terlepas dari addicted facebook. Dan ternyata berhasil!!! Saya lepas dari ketergantungan facebook. Namun, saya malah jadi addicted dengan kompasiana yang memberikan sensasi tersendiri. Berinteraksi dengan orang-orang yang luar biasa di mata saya membuat saya betah berlama-lama di depan computer. Tiada hari tanpa kompasiana, deh!!!

Meskipun saya termasuk “murtad” friendster, namun kerinduan untuk membuka situs jejaring sosial tersebut begitu kuat. Iseng-iseng beberapa kali saya membuka friendster, tidak ada perubahan yang menarik kecuali semakin ditinggalkan penggemarnya karena mulai beralih ke facebook. Namun, Sedikit demi sedikit, friendster ini pun berusaha tampil lebih baik.

Kini, friendster memiliki tampilan baru. Lebih dinamis seperti halnya facebook. Saya menemukan ini, ketika saya ingin mengecek message inbox di friendster setelah mendapatkan email notifikasi dari tim friendster. Dengan menampilkan wajah baru bernuansa hijau cerah, dan tagline baru ‘connecting smile’, keliatannya tim pengelola friendster berharap bahwa penggemar setianya yang masih buka-buka friendster tersebut, tidak pindah ke lain hati, hehehe…. (HS)

6 thoughts on “Antara FS, FB, dan Kompasiana

  1. Friendster apaan sih? Hahaha pertanyaan yg selalu sama saat mendengar kata yg disingkat FS ini.
    Twitter kesebut dikit euy. Gw malah jadi pecandu twitter. Tiada jam tanpa ngetweet LOL

    • hahaha.. soalna gw terlibat aktif di ketiga tempat online tersebut. twitter mah sengaja dibatasi, takut ketagihan… lagian, belum ngerti sih enaknya ngetweet hehehehe.. wong ndeso nya mang?!?!🙂

  2. facebook apaan sih? LOL.
    tapi bokap gw ketagihan tuh sama si kompasiana. smpe-smpe nyuruh gw utk bisa nulis di kompasiana. *padahal gw ngeblog aj baru mule. hahaha.

    ps: hi hadi, numpang lewat yoo ^^

    ~anggi

    • halah, pura2 nggak kenal facebook lagi hehehehe…
      gw juga baru mulai ngeblog dari juli kok nggi. liat aja tuh di arsip hehehehe

      eh btw, ini anggi temennya si mangkum yang ketemu di PB 2009 kan?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s