Jujur tak jujur

Teman, masih ingat nggak tulisan (sampah) saya tentang jujur itu sportif? Kalo lupa klik ini yaaa, atau yang ini, pernah dimuat dikompasiana juga soalnya hehehe. Nah, sekarang saya mau sedikit menyambung tentang jujur-jujuran ini dari artikel yang sedang saya buat sebagai pengembangan dari artikel tersebut.

Kejujuran adalah sesuatu yang mungkin sudah sangat langka. Sekarang, yang disebut wajar itu adalah ketika orang tidak jujur. Aneh ya??? Dunia sudah kebalik, hehehe….

Seseorang yang tidak jujur dapat dipastikan bahwa ada penyakit yang bersemayam dalam hatinya. Mengutip istilah Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas, “hati manusia itu diibaratkan sebagai operating system dari komputer hayati kita“. Yang dimaksud dengan komputer hayati ini adalah diri kita sendiri secara keseluruhan. Orang yang sering tidak jujur, kemungkinan besar operating systemnya terserang virus, sehingga output yang keluar dari dirinya mulai bebal dengan segala macam tindakan kejujuran. Masih mengutip kalimat dari bukunya Erbe, “Jika output-nya baik, bisa dipastikan internal error-nya relative terkendali, sebaliknya jika output-nya tidak memuaskan maka ada internal error yang perlu serius ditangani terlebih dahulu.”

Ketidakjujuran adalah sebuah output yang bisa dikatakan tidak baik. Ini berarti bisa dipastikan bahwa ada internal error dalam hatinya. Entah karena memang karena tidak memiliki pengetahuan dan kepercayaan agama, ataukah karena faktor-faktor lain.  Sebenarnya, jika ditilik-tilik lagi ke dalam hati nurani, pastilah orang yang tidak jujur tersebut akan mengakui ketidakjujuran dalam dirinya. Namun, karena ada factor internal error itu tadi, maka output yang keluar (menjelma) sebagai perilaku pun menjadi tidak sesuai dengan hati nuraninya.

Saya ingin mengutip pernyataan Prayitno Ramelan, “Sebenarnya Dunia Internet Terang Benderang untuk yang menguasainya.”  Sebagai sesama manusia yang masih suka berbohong, saya hanya ingin mengingatkan diri saya apakah saya sudah berlaku jujur di media maya ini? Ketika kita berlaku tidak jujur, berkamuflase, sudah dipastikan kita akan terlacak oleh orang-orang yang menguasai internet bahwa kita sedang berlaku tidak jujur. apalagi dalam kamuflase ini, kita ‘menyerang’ orang lain, hehehe.

Saya yakin, jauh didalam diri kita tersimpan hati nurani yang tidak pernah bisa berbohong. Seperti pelajaran dari sailormoon yang saya tulis tempo hari disini dan disini, manusia itu tidak dilahirkan sebagai sosok jahat. Tidak ada yang jahat!!! Hanya keegoan dari diri kitalah untuk mengikuti bisikan syetan menjadikan output yang muncul dari kita ini terlihat jahat.

Jadi mari kita tilik-tilik kedalam diri sendiri, sudahkah kita berlaku jujur? Setidaknya di media internet ini?

Salam jujur (kacang ijo) – HS

3 thoughts on “Jujur tak jujur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s