pertemanan ini, semoga menjadi persahabatan yang tulus

Hari ini bisa saja saya catatkan sebagai hari yang bersejarah dalam kehidupan saya setelah menjadi seorang blogger. Betapa tidak, saya sangat berbahagia setelah mengetahui bahwa tulisan saya dibaca banyak orang hari ini. tulisan tentang hasil pemikiran saya mengenai persahabatan dan pertemanan, berhasil menembus diatas 1000 orang pembaca (tepatnya 1995)  setelah saya muat di social blog Kompasiana. Sebuah angka fantastis untuk seorang pemula seperti saya.

ilustrasi, hasil mengunduh dari google.com

Perjalanan saya di blogosphere, dimulai dari bulan Juli 2009 lalu. Akhir Juli tepatnya.  Tidak ada harapan muluk-muluk dari diri saya kecuali menyalurkan hasil pemikiran-pemikiran bodoh saya, juga dialog dua sisi hati saya, yang selalu berseberangan ketika dihadapkan pada sebuah situasi.

Saya mengupload tulisan “persahabatan atau pertemanan, Ya?” ini di blog pribadi saya pada tanggal 3 Desember 2009, dan baru saya naikkan ke kompasiana dua minggu kemudian, yaitu 17 Desember 2009. Tidak ada niat apa-apa kecuali berbagi dengan teman-teman di kompasiana tentang klasifikasi strata pertemanan yang saya buat.

Bahagia rasanya, ternyata tulisan yang pada awalnya saya anggap jelek ini banyak yang mengapresiasi. Beberapa komentar pun agaknya menjadi penguat dari tulisan yang saya pajang mulai jam 06.20 WIB Pagi sebelum berangkat ngantor. Jujur sih, saya sekarang memasang target satu postingan HARUS dibaca setidaknya 200 orang untuk menyemangati diri dan supaya saya bisa memperbaiki kualitas tulisan saya di kemudian hari. Ini pun atas saran seorang mentor saya yang selalu memotivasi saya untuk percaya diri bahwa saya juga bisa. Karena awalnya, saya Cuma memasang target “dibaca 50 orang dalam satu hari aja udah syukur banget, setidaknya hasil-hasil dialog dua sisi saya ada yang mengapresiasi meskipun tidak meninggalkan komentar.” Lalu kemudian, saya naikkan menjadi 100 orang demi memotivasi diri agar menyajikan sebuah tulisan yang setidaknya memberika manfaat untuk teman-teman yang membaca.

tadi malam, seorang teman baru saya bernama Kasmin Karyadi memberitau bahwa saya masuk menjadi list terpopuler pertama mengalahkan Mariska Lubis dan Andy Syoekry Amal yang selalu menjadi langganan list tersebut, sayangnya saya hanya bisa membuka pake hp jadi tidak bisa melihat jumlah pembaca yang tertera disana. dan alangkah kagetnya ketika mas Kasmin memberi tau sudah 1966 dan diurutan pertama, heuheu (padahal terakhir saya login masih diurutan ketiga). waduh jadi berasa sea games neh, tim kuda hitam mencuri perhatian hahahaha…. oya, malah seorang teman baru di kompasiana, ruthi cekha sampai membuat postingan tersendiri loh tentang fenomena kuda hitam yang nangkring di posisi satu ini hahaha….

Bukannya saya sombong (duh jangan sampe deh), tidak mau berbagi link kepada teman-teman saya untuk beberapa tulisan yang saya anggap sebagai hasil pemikiran pribadi (yang cenderung berdasarkan ego) ini. Namun, saya hanya berusaha untuk mengukur seberapa banyak pembaca yang mengklik atau membaca tulisan saya tersebut. Ini saya lakukan sebagai sebuah acuan keberhasilan saya dalam menyampaikan ide melalui bahasa tulis saya yang, menurut saya, masih acakadut alias acak-acakan, hehehe…. Saya tidak mau membohongi diri saya sendiri dengan memperbanyak pembaca, tapi dari hasil menipu dengan cara melakukan hacking. Biarlah tulisan saya terpajang apa adanya, banyak yang baca  alhamdulillah, sedikit pembaca juga tidak jadi masalah.

Semenjak masuk ke dunia blogger terutama di kompasiana, saya berusaha untuk menjadi manusia pembelajar. Banyak hal yang tidak terduga yang saya temui di sosial blog tersebut. Ilmu yang bermanfaat, kisah-kisah inspiratif yang membangun, konflik-konflik sebagai sebuah proses pendewasaan, bahkan pertemanan dan persahabatan meskipun berada di tempat yang tidak diketahui, dan hanya berjumpa melalui Dumay semata.

Pertemanan yang ditawarkan oleh teman-teman di kompasiana, mulai memberikan sebuah kenyamanan tersendiri. Meskipun sebagian dari anggota social blog tersebut masih melakukan ‘penyerangan’ kepada sesamanya. Tidak mengapa, toh saya yakin setiap manusia punya hati nurani. Dan seperti yang pernah saya tulis dalam pelajaran dari sailormoon, bahwa manusia itu pada dasarnya tidak ada yang jahat. Mungkin, ketidaktahuan mereka tentang diri kita sajalah yang membuat mereka ‘menyerang’ terhadap sesama anggota lain. Biarin aja lah. Nanti juga ada waktunya mereka sadar!!!

Saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang selalu mengapresiasi tulisan-tulisan saya, Semoga pertemanan ini menjadi awal dari sebuah persahabatan tulus heuheuheu.(HS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s