aksi nyata untuk bangsa

Hari sabtu, 16 januari lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi teman kompasiana yang baru saja melahirkan anak ke empatnya di Bandung. Namun berhubung ada janji lain, saya tidak bisa berlama-lama di rumah teman saya tersebut. Saya mohon pamit dan segera meluncur ke PVJ (Paris Van Java), salah satu mall di kota kembang, untuk menemui salah seorang pengurus PBSI Jawa Barat.

Beruntung, ketika bertemu di PVJ, rupanya disana tengah digelar even dari salah satu vendor hp ternama, dengan tajuk suarakan aksimu untuk Indonesia. Kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta pada akhir tahun 2009 lalu . Sebenarnya yang ingin saya bagi disini, bukanlah pertemuan dengan kedua teman saya tersebut, namun tema dari even ini yang mencuri perhatian saya.

Dalam mini pameran itu, ada sembilan orang yang dipilih oleh vendor HP tersebut  sebagai orang yang memberikan inspirasi untuk anak negeri. Kesembilan orang tersebut adalah:

  1. Nia Dinata, yang menggagas rumah produksi untuk sutradara pemula. Nia memberikan kesempatan kepada generasi baru untuk berkecimpung di dunia perfilman tanah air. Generasi baru, harapan baru. Itu tagline yang dipampang di booth Nia
  2. Indah Esjepe, dan
  3. Iwan Esjepe yang menggagas Indonesia bertindak, action for nation. Gerakan ini adalah sebuah langkah kecil yang dimulai oleh sepasang suami istri  yang mendambakan kembalinya sebuah kebanggaan dari seluruh rakyat kepada bangsanya. Indonesia bertindak merupapkan sebuah gerakan nyata yang bertujuan mewujudkan tindakan dalam menciptakan perbaikan, kekompakan, dan kebersasmaan pada bangsa Indonesia yang sedang berjuang lepas dari masa-masa sulit sekarang ini.  Indonesia bertindak mempunyai blog multiply di http;//indonesiabertindak.multiply.com ,  facebook : Indonesia Bertindak, dan twitter: http://twitter.com/action4dnation
  4. Daniel Mananta, atau lebih dikenal dengan nama VJ Daniel, yang membuat baju-baju dan t-shirt yang mencerminkan cinta tanah air. Salah satu tulisan di t-shirt yang dibuatnya : “Damn, I love Indonesia
  5. Ade Purnama, dengan gerakannya membentuk komunitas pencinta museum, yakni sahabat museum. Keprihatinan Ade Purnama, yang biasa disapa Adep ini akan sepinya pengunjung museum, membawa adep mendirikan komunitas sahabat museum ini.
  6. Toto Sugito, yang merupakan penggagas Bike To Work. Komunitas yang didirikan Toto lima tahun lalu ini memilih bersepeda ke tempat kerja ketimbang menggunakan alat transportasi massa ataupun privat lainnya. Dengan menggagas komunitas ini, Toto berharap anggota komunitas B2W bisa memberikan kontribusi dalam mengurangi polusi udara, khususnya di kota-kota besar.
  7. Panji Pragiwaksono, dengan gerakan Indonesia Unite – nya. Gerakan ini sempat ramai diperbincangkan saat terorisme merajalela di tanah air.
  8. Nia Sadjarwo, dan
  9. Hanny Kusumawati, yang memiliki ide orisinal coin a chance. Saya baru mengetahui coin a chance ini lewat pameran tersebut. Menurut informasi dari webnyaCoin A Chance! merupakan sebuah gerakan sosial yang diawali di Jakarta pada Desember 2008. Melalui gerakan ini, Nia dan Hanny berusaha mengajak kawan-kawan, kerabat, keluarga, juga para netters (blogger, plurker, facebooker…) untuk mengumpulkan ‘recehan’ atau uang logam yang bertumpuk dan jarang digunakan. Uang yang terkumpul akan ditukarkan dengan ’sebuah kesempatan’ bagi anak-anak yang kurang mampu agar mereka dapat melanjutkan sekolah lagi. Bisa jadi, gerakan inilah yang menjadi sumber inspirasi bagi koin prita. Menurut informasi yang dipasang di webnya, Hingga 12 Desember 2009 total dana yang terkumpul sebesar Rp. 18,610,600,-!!! Plus tabungan pendidikan senilai Rp 5 juta untuk Gempur.

Pameran ini berharap bisa memberikan inspirasi kepada pengunjungnya, yang kebanyakan anak-anak muda untuk melakukan sesuatu sebagai wujud kontribusi untuk negeri.

logo suarakan aksimu untuk indonesia - foto dok.pribadi

Bagaimana dengan kita?

Nah, daripada ribut-ribut menuntut negeri ini  harus jadi lebih baik namun tidak ada aksi nyata yang dilakukan, Kenapa kita tidak mengikuti cara mereka memberikan sumbangsih untuk bangsa? Bisa dengan mengembangkan ide orisinal sendiri untuk membentuk sebuah gerakan, ataukah mengikuti dan bergabung dengan mereka.  (HS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s