cerita fiksi: bimbang 2

Awalnya saya tidak ingin membuat lanjutan cerita fiksi Bimbang, namun beberapa teman menanyakan: kok nggantung? Yaaa dibuatlah sequelnya hehe..

BIMBANG (2)

‘Gelora mengingatkanku bahwa cintamu tlah merasuk jantungku. Sejujurnya kutakbisa hidup tanpa ada kamu aku gila, seandainya kamu bisa, mengulang kembali lagi cinta kita, tak kan ku sia-siakan kamu lagi.- Firman’

Benar, cintamu telah merasuk ke dalam hatiku. Aku belum bisa melupakanmu, torehan cinta yang kau goreskan begitu dalam bagaikan tanda pedang Ibrahim pada batu alas ketika gagal menyembelih ismail. Goresan cinta itu begitu dalam, namun kelam.

Hari-hari belakangan ini warna merah kian jelas tampak. Dan aku ingin memeluk masa lalu, seperti halnya memeluk dirimu kala itu. Erat dan hangat. Aku tidak ingin melepaskanmu.

“tiada kata berpisah bila harus berakhir segalanya, untuk kita dan untuk masa bahagia, bersama. Rio febrian”

Tapi aku sadar, itu hanya keinginan yang akan membawa pada penderitaan kembali. Aku tidak yakin bahwa kau akan bisa menerima jalinan silaturahmiku kembali, apalagi ada dia orang yang telah sah untuk mendampingimu, seumur hidupmu.

“ada yang lain di hariku, kau tak lagi denganku- Rossa”

Aku tidak mau menjadi duri dalam daging hidupmu. Aku harus berusaha melupakanmu, tapi apa daya energi dan daya tarikmu masih begitu kuat mengikat hatiku. Aku hanya bisa menikmati dalam menahan rindu muram ini, tidak ada seorangpun yang tahu, bahkan dirimu.

Tidak. aku tidak akan pernah mengganggu kehidupanmu, seperti janji hatiku yang telah aku ucapak. Aku bahagia melihat kau telah berbahagia.

“relakan saja kawan” itu yang diutarakan seorang sahabat dekatku yang mengetahui kisah ini.

“aku rela, tapi hatiku belum” jawabku nanar

Itulah sebagian keras kepalaku untuk tetap menyimpanmu dihatiku.

Ending:

Aku berharap suatu hari nanti, aku bisa menapaki hidupku. Mengubur kisah kelamku denganmu, dan menertawakan kebodohanku yang selalu mencintaimu, meskipun memang aku mencintaimu. Aku masih sayang padamu.

andai rasa itu pergi, salahkah aku dengan segala anganku. Andai rasa itu hilang, biarkan aku rasakan indah cinta dalam hati saja.

Indahnya cinta, dalam hati saja – warna”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s