Cinta Sebulan yang Penuh Kesan

Oh Tuhan, Maafkan diriku yang melangkah lugu, Memberi bimbang dihatinya. Ku tahu engkau telah berdua, tak mungkin ku rasa melepas kasih antara kita, aku cinta kepadamu aku rindu dipelukmu, namun ku keliru telah membunuh cinta dia dan dirimu (Keliru – Ruth Sahanaya)

Di sela-sela membuat peer yang ditugaskan mentor saya, saya dengan setia selalu memantau kompasiana. Jika bulan januari lalu, tema transportasi darat menjadi tema atau topik pilihan, maka di bulan februari ini tim admin kompasiana menunjuk kata cintapertama sebagai tag yang menjadi topik pilihan di bulan februari ini. Dan seperti biasa, saya pun kembali turut berkontribusi meramaikan topik pilihan bulan februari yang bertema cinta ini, namun bukan cinta pertama yang ingin saya ceritakan, tapi pengalaman cinta lokasi pertama yang mendebarkan sekaligus mengesankan, hehehe.

***

Dulu, ketika zaman masih kuliah, saya mendapat tempat KKN (kuliah kerja nyata mahasiswa) di daerah Subang Jawa Barat. Satu kelompok terdiri dari 12 orang, 4 laki-laki dan 8 perempuan. Jujur, awalnya saya tidak memiliki ekspektasi apa-apa tentang cinta lokasi di tempat KKN yang sering diceritakan kakak-kakak kelas saya, semuanya mengalir begitu saja.

Meskipun tidak berharap apa-apa, toh akhirnya saya terlibat cinta lokasi juga ketika KKN. Hehehe, pengalaman yang mendebarkan namun menyesakkan karena hanya berjalan ‘Cuma satu bulan’ saja.
Mendebarkan? Ya, karena ‘petualangan’ ini yang pertama buat saya, menjadi selingkuhan perempuan yang sudah punya pacar, dan tidak diketahui pula oleh teman-teman satu kelompok KKN. Gila ya???
Menyesakkan, karena ditengah-tengah rasa sayang yang menggunung saya harus rela ‘kehilangan’ dia kembali. Hehehe, senyum kecut gak bisa, mau nangis juga gak bisa.

Pengalaman yang sungguh seru, karena meskipun kami tinggal di satu rumah yang sama (Cuma dibedakan sekat pavilyun dan ruang utama), kami mampu menyembunyikan rapat-rapat hubungan ini. cara berkomunikasi yang kami lakukan pun Cuma melalui hp. Bukan smsan atau telpon-telponan, tapi pura-pura saling memperlihatkan isi sms. “Sam, ada sms buat kamu.” dia memperlihatkan hpnya ke saya, pura-pura memperlihatkan smsnya pada saya padahal isinya gini :”Sam, katanya sakit, tapi kok malah tidur-tiduran di lantai sih.” Hahaha, pengalaman yang memalukan tapi indah. Sayangnya Cuma sepanjang masa KKN saja saya merasakan pengalaman itu. Ketika KKN usai, kamipun sepakat untuk mengakhiri affair antara ketua kelompok KKN dengan anggotanya ini, hiks hiks.

Walaupun Cuma satu bulan, bukan berarti kami tidak terlibat konflik. Bukan konflik yang prinsipil, sih sebenarnya, karena waktu satu bulan itu bukanlah waktu yang ideal untuk saling mengenal satu sama lain. konfliknya Cuma seputar rasa cemburu saja. Ketika saya harus ke desa lain (berarti ke kelompok lain, dan pasti ada perempuan di kelompok tersebut) pasti si dia akan bertanya ini itu, dan itu membuat saya kadang jengkel tapi juga senang hehehe. Intinya ada marah tapi bikin kangen. Ada salah tapi ada juga maaf.

Hingga tiba akhir KKN satu bulan tersebut, kami pun harus kembali ke kota kembang. Satu kalimat yang selalu saya ingat hingga hari ini, dalam sebuah layar HP nokia 3330 miliknya dia, kami berdialog dan menuliskan kalimat seperti ini:
“Saya berharap ini semua ini hanyalah mimpi dan saya tidak mau terbangun dari mimpi itu” saya
“aku juga berharap sama, tapi sayangnya ini semua bukanlah mimpi, dan kita harus benar-benar menjalani ini” dia
“Berat” saya
“aku tidak ingin ini adalah kenyataan. Aku ingin ini mimpi sehingga kita bisa terus bersama. Aku gak mau hari ini datang. Hari dimana kita kembali pada kehidupan kita masing-masing. Aku juga tidak mau bangun jika ini mimpi.” Dia

Sebagai seorang pria (jiahhhh) yang sadar dengan posisi sebagai ‘cinta terselubungnya’ alias hanya selingkuhan, dengan tegar akhirnya saya menuliskan kalimat begini.

“Percayalah, cinta itu tidak harus memiliki. Kamu selalu ada di salah satu ruang hati ini. kembalilah kepadanya, saya tidak bisa merusak hubungan yang telah kalian bina lebih dari tiga tahun. Jikapun berjodoh, pasti ada jalan”… prikitiw, sok tegarrrr padahal hati saya meleleh hehe.

Itu adalah ungkapan terakhir saya, karena setelah tiba di Bandung, seorang Pria yang usianya tidak jauh berbeda dengan saya telah menanti di pintu gerbang kampus kami.
Lepas dari itu, saya tidak pulang ke tempat kost saya, tapi berlari ke salah satu tempat kost sahabat baik saya dan diam tak berbahasa. Merasakan indah sekaligus sakitnya cinta ini.
Kini, saya bisa menertawakan kekonyolan kisah saya tersebut dan memetik hikmah dari kisah ini….

***

Ah, cinta… tak pernah dimengerti kapan dia datang dan mengapa dia harus pergi. Pokoknya cinta itu anugerah, jangan pernah disia-siakan deh. Nikmatilah indahnya cinta jika saat ini anda sedang jatuh cinta. Berbagilah cinta dengan sesama karena universalitas sebuah cinta tak bisa disekat hanya berdasarkan usia ataupun relasi cinta berwujud pacaran.

Katanya bulan februari itu bulan cinta karena ada valentine? Ah, tidak perlu ada valentine, mending jadikan setiap bulan selalu penuh cinta deh, biar hidup kita terasa indah.

Salam cinta untuk anda [hs]

Ruth Sahanaya Keliru

download mp3 indonesia

nb: gambar diatas adalah koleksi pribadi, asli buatan sendiri :p

dimuat juga di kompasiana.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s