Mau Populer Ya Jangan Over

Menjadi terkenal, mungkin itu cita-cita semua orang yang memang memiliki keinginan untuk populer dan dikenal orang. Maka tak heran, ketika ada ajang pencarian bakat semacam Indonesian Idol pasti yang mendaftar akan membludak dan banyak. Berlomba-lomba menampilkan kelebihan masing-masing dalam bidang tarik suara, disertai kelebihan lainnya.

Celah untuk menjadi terkenal, bisa dimana saja. salah satu yang paling intens akan membuat orang terkenal tentu saja media televisi. Lihatlah betapa orang yang masuk TV berkali-kali, akan segera memiliki nama yang dikenal orang. Maka tidak heran banyak artis yang mendongkrak popularitasnya dengan cara-cara tidak lazim, penuh intrik-intrik yang kotor, penuh kebohongan yang disengaja seolah-olah itu adalah ketidak sengajaan, supaya nama mereka sering disebut-sebut agar popularitasnya naik dengan cepat.

Motivasi orang tentu saja berbeda-beda. Dan menjadi terkenal adalah sah-sah saja. Tapi sangat disayangkan jika niat untuk menjadi populer itu dilakukan dengan cara-cara ‘kotor’, karena semua mata yang melihat kepopuleran kita akan terbuka pada saatnya, dan menjadi tahu tentang cara ‘kotor’ yang kita gunakan.

Sekarang kita coba kembalikan pada diri kita, para blogger. Tidak usah jauh-jauh men-judge artis A yang digosipkan begini, atau artis B yang digosipkan begitu. Kita interospeksi diri kita terlebih dahulu, benarkah kita ingin menjadi orang terkenal dengan cara ngeblog? Jika itu tujuan kita, apakah cara yang kita pakai sudah benar, ataukah masih memakai cara haram?

Jika sudah benar cara yang kita lakukan, ya silahkan kita nikmati kepopuleran kita sebagai bonus dari hasil kerja keras kita menulis. Sudah banyak kok yang seperti ini, yang berhasil menerbitkan buku. Yang dikukuhkan menjadi bapak blogger Indonesia. Yang diajak menjadi penulis naskah, penulis skenario, sampai bermain film, bahkan menggaet penyanyi cantik.  Atau yang menjadi ‘manusia kursi’ alias chairman dalam perhelatan pertemuan para blogger. Ya, saya menganggap itu adalah bonus kerja keras yang diwujudkan tidak dalam waktu singkat. Bukan budaya instant.

Tapi, jika cara yang dipakai adalah cara yang salah, alias cara haram, alias cara yang tidak lazim. Ya bersiap-siaplah untuk kehancuran diri sendiri. Kehancuran nama baik. Kehancuran popularitas yang sudah tergenggam. Karena cara-cara ‘haram’ pasti akan menuai realita di kemudian hari. Maksudnya, ketika kita tidak jujur dengan cara yang kita lakukan, pasti akan tercium dan akan ketahuan. Cara-cara haram, seperti mengutip pernyataan seseorang tanpa mengumumkan siapa penulis karya aslinya,  melecehkkan satu pihak, membuat tulisan berbau SARA, menayangkan stensilan atau pornografi, bahkan yang paling parah adalah mengganti judul tulisan orang lain dan mengklaim tulisan orang sebagai tulisan pribadi (jika diistilahkan secara umum: plagiat), akan membawa kita pada sebuah keadaan dimana kita tidak lagi memiliki integritas. Padahal untuk membangun integritas dan kredibilitas itu bukan sesuatu yang mudah, bukan?

Biar tidak bias, saya definisikan apa itu halal dan apa itu haram. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan (KBBI DARING), ‘halal ‘ adalah keadaan yang diizinkan. Menurut Dody Urbanus, dalam website www.bahasakita.com, kata halal memiliki dua makna. Pertama berarti “diperkenankan”, dan sebagai lawan dari kata haram. Kedua, memiliki arti “baik” yang terkait dengan status kelayakan produk makanan. Dalam tulisan saya, kata halal bisa dimaksudkan sebagai keadaan yang diperkenankan atau diizinkan karena memang tidak menyalahi aturan yang berlaku. Sedangkan kata ‘haram’ menurut KBBI DARING diartikan sebagai terlarang. Tidak sesuai dengan undang-undang atau ketentuan. Menurut jawaban yang saya temukan di yahoo answer tentang istilah ‘haram’ ini menjelaskan bahwa intinya adalah sesuatu yang tidak boleh. Tidak diperkenankan.

Nah kembali ke inti tulisan saya, bahwa kita sah-sah saja memiliki motivasi untuk menjadi orang yang terkenal. Tapi apakah cara yang kita pakai mau cara halal ataukah cara haram? Semua ada konsekuensinya masing-masing.

Saya  jadi bertanya pada diri saya sendiri, apa benar saya pengen populer juga dengan menjadi blogger?  Hehe, ah setidaknya saya bisa menjalin dan menjaring pertemanan lebih banyak. Bahkan Setidaknya dengan ikutan kompasiana ini ada celah buat saya untuk meraih bonus populer kan? Yaa… Setidaknya populer dimata teman-teman yang sudah kenal baik dengan saya, bahwa ternyata seorang saya memiliki kelebihan di bidang tulis menulis heuheuheu.


Salam populer, HS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s