Saya dan share Bank Syariah

Saya bukanlah seorang pengelola keuangan yang baik untuk setiap pemasukan dan pengeluaran saya. meskipun saya sudah menyimpannya di bank, namun sebagai bujangan, kadang uang saya menguap begitu saja, hehe. Memang, tidak banyak sih pemasukan saya setiap bulannya, tapi saya berusaha untuk mengaturnya sebisa saya agar kelak saya mempunyai sedikit simpanan di masa depan.

Dimulai  sebelum menjadi mahasiswa (sekitar tahun 2000-an awal). Saya membuka rekening di salah satu bank konvensional, tujuan saya membuka rekening tentu saja sebagai persiapan ketika saatnya menjadi mahasiswa saya sudah punya rekening tempat transferan segala macam kebutuhan uang perkuliahan saya dari sumber dana saya saat itu (baca: orang tua). Hingga berlanjut ketika masa kuliah di Bandung, saya masih mempercayakan tabungan (dan transferan bulanan dari orang tua tentunya) pada salah satu bank konvensional tersebut. sebagai mahasiswa, kala itu, hidup saya sangat prihatin seperti anak-anak kos lainnya. Kehilangan uang satu rupiah sangat berharga bagi saya, apalagi di akhir bulan ketika sisa-sisa tabungan hampir ludes dimamahbiak oleh kebutuhan perut dan kebutuhan lain saya. Termasuk pemotongan biaya administrasi bank oleh pihak bank konvensional tersebut, dirasa memberatkan saya. tapi apa daya, saya tak kuasa untuk memindahkan rekening saya karena saya tidak tahu lagi bank mana yang bisa memberikan keuntungan lebih. Saya pun bertahan dengan bank konvensional tersebut hingga masa kelulusan.

Membayangkan beberapa juta  yang saya berikan untuk biaya administrasi Cuma-Cuma pada pihak bank konvensional tersebut, saya jadi berpikir:”seandainya ada bank yang tidak memotong biaya administrasi dari uang saya yang sedikit itu, tapi dipotong saja dari bunganya. Saya pasti nabung disitu.” Saya pun mencoba mengeksplorasi produk perbankan konvensional ketika saya memasuki masa kerja. Mulai dari bank terkenal, sampai bank sangat terkenal, saya pernah menjadi nasabah mereka. Tapi semua tidak bertahan lama karena saya merasa dirugikan dengan pemotongan administrasi yang menurut saya terlalu besar jika dibanding dengan bunga yang saya peroleh.

Akhirnya, saya mencoba beralih ke salah satu bank syariah. Proses pengalihan ini sebenarnya karena ketidak sengajaan saja.  Kebetulan, salah satu sahabat saya semasa SMA mulai bekerja di salah satu bank syariah berwarna ungu. Dia menawarkan produk perbankannya yang bernama shar-e (dibaca syar’ie). Awalnya saya tidak tertarik untuk membuka rekening shar-e karena saya tidak mengerti dengan sistem bagi hasil yang ditawarkan.  Terlebih, shar-e ini tidak menggunakan buku tabungan seperti halnya tabungan di bank konvensional.

Teman saya menjelaskan apa itu shar-e. Dia memberikan leaflet tentang produknya untuk saya baca. Pada leaflet tersebut tertulis:

“Shar-e merupakan kartu instant bertabungan yang dapat digunakan untuk penarikan tunai (bebas biaya) di seluruh ATM di Indonesia, dan dapat digunakan sebagai kartu kredit di semua merchant debit B*A/Prima.

Beli starter pack shar-e seharga Rp.125.000,- dan isi formulir anda telah memiliki rekening shar-e yang halal dan bebas riba dengan saldo awal Rp. 100.000,-. Setiap uang yang disimpan di shar-e dikelola dan diinvestasikan melalui cara-cara yang anti MAGHRIB (Maysir=transaksi bersifat spekulasi/judi; Gharar=transaksi yang tidak jelas/penipuan, Riba; Bathil=perbuatan jahat).

Setiap kelipatan saldo Rp.2 Juta, Insya Allah akan mengantar umrah ke Tanah Suci.”

Dasar saya oon tentang masalah ekonomi, saya pun terus bertanya pada teman saya maksud kalimat ini apa, kalimat itu apa. Dan dengan sabarnya teman saya menjelaskan dari a sampai z tentang keuntungan menabung di bank syariah. Akhirnya, berkat kegigihan teman saya tersebut, saya pun luluh dan membuka rekening shar-e di bank tersebut.

Saya mulai mengerti sedikit demi sedikit keuntungan yang saya rasakan setelah menjadi nasabah bank syariah. Apa saja? ah, saya tidak akan menuliskannya untuk anda dengan gaya bahasa perbankan yang njelimet. Yang jelas, keuntungan yang saya rasakan adalah:

  1. Saya tak perlu mengantri membuang waktu berlama-lama ketika ingin menyimpan atau menarik tunai uang saya.
  2. Pelayanan yang ramah dan full senyum disertai sapaan hangat dan akrab membuat saya betah dan merasa nyaman, hingga pada akhirnya hubungan saya dengan para karyawan bank yang mengklaim diri sebagai bank pertama murni syariah itu tidak hanya sebatas nasabah dan karyawan bank saja, tapi sudah seperti layaknya teman sendiri. Begitu hangat dan akrab.
  3. Saya bisa leluasa menggunakan ATM salah satu bank besar tanpa harus khawatir kena charge ketika saya tarik tunai.
  4. Bagi hasil yang saya peroleh, sudah jelas bebas dari riba dan juga bunga yang belum tentu halal.
  5. Justru karena tidak ada buku, saya jadi tidak ribet dan tidak perlu pusing mencari dimana gerangan buku tabungan saya ketika akan menyimpan uang jika saya lupa naruh buku tabungan tersebut.
  6. Saya punya kesempatan untuk umroh gratis meskipun kesempatan itu sangat kecil karena tabungan saya belum sebesar tabungan nasabah yang lain, hehehe.

Setelah menabung dan mempunyai rekening shar-e, saya mulai mengerti dan jatuh cinta dengan produk perbankan syariah. Tidak ada bunga, tidak ada potongan administrasi, tarik tunai gampang dimana pun, dan uang yang dihasilkan digadang-gadang sebagai uang halal yang bebas riba membuat saya semakin mantap memilih bank syariah tersebut sebagai bank utama saya menyimpan uang.

Tentang keuntungan lainnya, pasti lah itu hak para bankir untuk mempromosikan produknya masing-masing. Saya tidak ingin membandingkan antara satu produk dengan produk perbankan lainnya karena tulisan ini bukanlah advertorial berbayar. Saya murni menuliskan pengalaman saya dan bank syariah.

Setelah sukses menabung di bank syariah, saya pun mulai mengajak saudara-saudara saya untuk membuka rekening. Dan hingga kini, kami telah ‘berhijrah’ dengan menggunakan produk perbankan syariah. Jika dirunut, hampir lima tahun saya telah menjadi nasabah setia bank syariah. Meskipun beberapa teman saya yang bekerja di bank konvensional menawarkan produknya dengan keuntungan-keuntungan yang menggiurkan, tapi saya tetap bertahan dengan produk bank syariah ini, karena saya berkeyakinan bahwa uang saya peroleh sedapat mungkin harus terbebas dari pengaruh haram.

Kini, saya dan beberapa teman semasa SMA sedang melakukan rintisan usaha berbasis pengelolaan dana. Belum besar, sih, dana yang kami kelola, namun kami berusaha untuk menerapkan sistem syariah dalam pengelolaan dana tersebut. Sistem yang kami terapkan tentu saja terinspirasi dari sistem perbankan syariah yang sudah jelas perhitungannya. Dan kami mempercayakan penyimpanan dana tersebut dengan menggunakan produk yang sama seperti yang saya pakai, yaitu shar-e.

Itulah sedikit pengalaman saya menggunakan produk perbankan syariah. Mungkin tidak menarik tapi bisa memberikan sedikit gambaran bahwa dengan menabung (bertransaksi) di bank syariah, kita akan mendapatkan pelayan perbankan yang lebih baik dan lebih manfaat untuk kita dan masa depan. Semoga menginspirasi anda untuk segera bertransaksi di bank syariah.

Note: Tulisan ini saya buat khusus untuk mengikuti lomba IB blogger competition.

8 thoughts on “Saya dan share Bank Syariah

  1. Saya sebenarnya tertarik dengan share. Tapi masih ada keraguan.
    Apa benar tidak ada biaya bulanannya?
    Tadi saya googling, ada yang bilang ada biaya admin 7500 tiap bulan.
    Ataukah bebas biaya bulanannya untuk besaran saldo tertentu?
    Jika saya cek saldo ato tarik tunai di ATM BCA apa kena biaya?
    Ada juga yang bilang tarik tunai di teller dikenakan biaya?
    Mohon penjelasannya

    • biaya bulanan itu diambil dari bagi hasil. so far sih saya belum pernah dipotong kok😀 , kalo dipotong ya dari bagi hasil itu, jd ga berasa. duit saya tetep utuh

  2. shar-e saat sudah ada biaya bulanan rp. 7.500,-
    untuk tarik tunai di ATM BCA & ATM BERSAMA tidak kena biaya.
    Begitu juga jika tarik tunai di teller tidak dikenakan biaya.
    Namun menurut saya, walaupun ada biaya bulanan, tapi bagi hasilnya cukup menarik.

    • katanya sekarang ada biaya bulanan. lima rebuan gitu lah… kalo dulu sih dari bagi hasil. tp gak kayak bank2 konvensional kok…
      ketentuannya bisa ditanya ke bank ybs… tim marketingnya akan menjelaskan dengan senang hati🙂
      trim sudah berkunjung

  3. sekarang kalo setiap ngambil uang di atm bca kena potongan rp.5000,.kok gt ya?dulu pada awal saya buka tabungan(taun 2010),kalo ngambil tak ada potongan.terus kalo setor(mw nabung melalui pos,kena biaya setor rp.10.000)
    mohon penjelasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s