Limbah dari OVJ

Siapa yang tidak kenal dengan komedi situasi Opera Van Java alias OVJ akhir-akhir ini. tayangan komedi yang disiarkan stasiun tv Trans7 itu saat ini sedang berada diatas puncak sukses. Rating yang tinggi dan penonton yang membludak membuat para pengiklan seolah-olah mengantri untuk turut hadir di sela-sela tayangan OVJ yang ditayangkan tidak pernah berhenti secara stripping ini. Nama pemain OVJ pun turut melambung. Katakanlah Aziz gagap, atau Sule. Siapa sih yang tahu Aziz sebelum ada tayangan OVJ? Jujur, saya baru tahu Aziz setelah beberapa kali nonton tayangan tersebut ketika kumpul-kumpul keluarga di depan TV. Nama Aziz Gagap, Parto, Andre, Nunung, dan Sule kemudian melambung kembali seiring dengan suksesnya tayangan berdurasi satu jam tersebut.

Tayangan OVJ selalu mengundang decak tawa karena ulah para pemainnya. Namun, dibalik itu, saya merasa miris dengan tayangan berbau kekerasan yang ditayangkan. Meskipun disitu sudah dicantumkan beberapa kalimat penjelas bahwa adegan tersebut menggunakan alat-alat yang tidak berbahaya, namun tetap saja, ketika keponakan saya turut menonton, kami harus turut menjelaskan bahwa apa yang dia tonton itu sebenarnya contoh buruk dan itu adalah bohong-bohongan.

Saya tidak ingin membahas kesuksesan acara OVJ maupun melambungnya nama-nama artis pendukung OVJ. Karena tulisan ini bukanlah tulisan gosip atau infotainment. Saya Cuma ingin menyoroti adegan yang biasanya mengundang decak tawa tersebut.

Hampir di setiap tayangan, pasti ada adegan merusak properti yang digunakan. Dan celakanya, justru itulah yang menarik minat penonton untuk tertawa terpingkal-pingkal. Beberapa kali, saya turut tertawa terbahak-bahak juga melihat tayangan itu. Namun dibalik tawa tersebut, saya mencoba memperhatikan bahwa alat yang digunakan itu terbuat dari bahan Styrofoam yang lunak dan tidak berbahaya (katanya). Dalam setiap adegan yang mengundang gelak tawa tersebut, saya melihat ada banyak kerusakan yang sengaja dibuat oleh para pemain. Kerusakan pada properti yang terbuat dari Styrofoam itulah yang membuat saya miris.

Saya jadi berpikir, jika properti OVJ yang terbuat dari Styrofoam itu selalu ada di setiap episodenya, berapa banyak Styrofoam yang akhirnya menjadi gundukan sampah di studio trans 7? Padahal setahu saya, Styrofoam itu susah diurai sama seperti halnya plastik. Mungkin saya bukanlah orang yang kompeten untuk menjelaskan apa dan bagaimana Styrofoam itu mempengaruhi lingkungan. Namun sebatas pengetahuan saya tentang bahan tersebut, itu adalah bahan yang sukar diurai tanah ketika dia menjadi sampah.

Properti OVJ-foto:google.com, diedit oleh hadisome

Coba kita selidiki apa itu Styrofoam.

Styrofoam adalah polimer turunan plastik. Menurut salah satu bacaan dari scribd.com, Styrofoam dibuat dari monomer stirena yang dipolimerisasi suspensi pada suhu dan tekanan tertentu. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan Styrofoam ini terdiri dari 90-95% polystyrene dan 5-10% gas n-butana. Polystyrene ini berciri sebagai berikut: ringan, kaku, tembus cahaya, rapuh, dan murah. Karena sifatnya yang rapuh ini, maka pada saat pembuatannya, senyawa polystyrene ini dicampur dengan senyawa atau zat lainnya yang merupakan zat berbahaya bagi kehidupan manusia.

Pada saat pembuatannya, ditiupkan gas chlorofluorocarbon (CFC) supaya zat-zat tersebut bisa berubah menjadi buih (busa). Zat CFC ini merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap menipisnya lapisan ozon bumi kita.

Saya tidak akan menyoroti bahaya Styrofoam untuk tubuh, biarlah orang lain yang lebih kompeten yang akan menjelaskannya. Disini saya hanya prihatin terhadap dampak penggunaan Styrofoam pada tayangan OVJ saja. Bahwa ternyata Styrofoam yang menjadi sampah memiliki efek negatif untuk lingkungan kita.

Menurut sumber bacaan yang saya dapat dari takpenting.wordpress.com, disebutkan bahwa Styrofoam itu memiliki efek negatif seperti ditulis di bawah ini:

  1. Styrofoam adalah bahan yang sulit didaur ulang dan dimusnahkan.
  2. Styrofoam adalah penyebab  banjir. Apabila kita membuang styrofoam sembarangan misalnya di parit, seringkali styrofoam menyangkut di parit-parit dan menghambat aliran air sehingga menyebabkan parit tersumbat dan pada akhirnya terjadi banjir.
  3. Salah satu penyebab utama Global Warming (Pemanasan Global).

styrofoam - gambar diunduh dari wikipedia

Tentang Styrofoam yang sulit di daur ulang, saya mendapat informasi dari kiansantang.com. Dalam situs tersebut dituliskan bahwa penggunaan styrofoam ternyata memiliki dampak yang cukup hebat terhadap lingkungan alias bumi kita. Penumpukan yang terjadi akibat pengunaan styrofoam yang berlebih, akan sangat sulit diurai oleh tanah.  Styrofoam sangat sulit terurai secara alamiah karena perlu waktu yang sangat lama, hampir seribu tahun lamanya. Selain itu, Tidak hanya mencemari lingkungan darat saja. Bila terbawa ke laut, styrofoam pun dapat merusak ekosistem dan biota laut.

Tentang Styrofoam sebagai penyebab banjir, sudah jelas dalam kutipan di atas. Beberapa kali saya melihat banyak limbah Styrofoam yang tersangkut di beberapa sungai yang sudah tercemar sampah. Styrofoam yang tersangkut tersebut menjadi pemicu sampah lain ikut tersangkut pula. Akibatnya, sampah akan menumpuk dan menutup aliran air, sehingga apabila musim hujan datang, dan debit air cukup besar, maka kemungkinan besar untuk banjir di atas 50%.

Sedangkan tentang Styrofoam yang menjadi penyebab utama global warming, sudah dijelaskan diatas. Bahwa pada saat pembuatannya, agar polystyrene menjadi busa, ditiupkan gas chloroflurocarbon (CFC). Gas CFC inilah yang akan menyebabkan terjadinya penipisan lapisan ozon. Sehingga kemungkinan untuk terjadi efek gas rumah kaca sangat besar.

Data dari EPA (Environmental Protection Agency) menyebutkan bahwa Styrofoam ini adalah limbah berbahaya terbesar ke-5 di dunia. Selain akan menjadi limbah setelah penggunaannya yang hanya sesaat, proses pembuatannya pun ternyata Styrofoam ini menghasilkan limbah udara dan 57 zat berbahaya lainnya.

Terbayang kan, bagaimana jadinya jika Styrofoam yang dihasilkan oleh tayangan OVJ tersebut ketika sudah tidak digunakan? butuh berapa ribu tahun untuk bisa menguraikannya ketika properti pertunjukan tersebut sudah tidak dipakai dan menjadi gundukan sampah?

Kalau sudah begini, siapa yang akan peduli?

(HS)

Sumber bacaan: disini dan disini

7 thoughts on “Limbah dari OVJ

  1. semoga ovj jaya teruz, acaranya jangan abiz-abiz sampe saya tua nanti, ide-idenya tambah kreatif jadah,tpi ko lawakan khasnya ada yg ilang si. pokonya makinseangat ja buat ngehibur hatipemirsa diindonesiatermasuksya juga ni

  2. Saya sangat setuju dengan masalah limbah tsb….
    Tapi ya….begitulah manusia yg pintar-tapi tak berhati
    melihatnya hanya utk sendiri, tidak utk yg lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s