Kata-Kata Mandira

Sungguh, saat ini saya tidak ada ide untuk menulis. Padahal baru kemarin saya menghabiskan waktu berlibur di Bandung. Tapi, rasanya tidak ada yang menarik untuk saya catat selain satu adegan dalam film yang saya tonton. Ya, kemarin saya mengisi liburan akhir pekan dengan menghabiskan jatah tiket nonton gratis yang saya dapat dari kompasiana.

Sambil berlibur satu hari di kota kembang saya menghabiskan jatah tiket tersebut bersama seorang kawan lama saya. Kebetulan dia sedang berada mudik ke Bandung dari Jakarta. Saya menonton film besutan Karan Johar yang sedang laris manis. My Name Is Khan. Terbilang telat mungkin. Satu bulan setelah release saya baru menontonnya. Namun justru disinilah enaknya. Bioskopnya tidak penuh sesak. Jadi saya bisa leluasa. Studio XXI Cihampelas yang menjadi pilihan saya dan teman saya.

Ah, sudah banyak yang mengulas sinopsisnya. Saya tidak mengulasnya. Saya Cuma terkesan dengan satu adegan ketika Rizvan Khan baru pertama kali mendapat pekerjaan dari adiknya. Rizvan ,yang diperankan apik oleh Shah Rukh Khan, yang seorang autis dan menderita sindrom asperges –sindrom yang tidak menyukai kebisingan dan warna kuning- harus memasarkan produk kecantikan. Dan tentu saja, pasar dari produk tersebut adalah salon.

Pada adegan yang akhirnya mempertemukan Rizvan dan Mandira tersebut, Rizvan tampak akan menyeberang jalan. Dengan ragu-ragu Rizvan berusaha untuk menyeberang. Rizvan merasa ragu dan takut karena melihat zebra cross yang dia injak berwarna kuning. Ditambah dia melihat bus (trem) yang juga berwarna kuning. Namun Rizvan terus berjalan hingga sampai di tengah-tengah jalan ketakutan Rizvan makin memuncak. Dia berhenti persis pada lajur trem. Bunyi lonceng dari trem berwarna kuning tersebut makin menambah ketakutan Rizvan. Walhasil Rizvan hampir saja tertabrak. Orang-orang pun mengerumuninya. Mungkin kata-kata makian yang keluar dari mulut para penumpang yang mengerumuni pria autis tersebut.  Kerumunan baru bubar ketika terdengar suara yang berkata-kata menyemangati rizvan. Saya tidak begitu ingat bagaimana dialognya, yang jelas intinya seperti ini:

Teruslah berjalan. Jangan berhenti hanya karena ketakutanmu. Kamu tidak akan pernah mencapai tujuanmu jika kamu terus bergumul dengan ketakutanmu.”

Itulah kata-kata dari Mandira yang diperankan oleh Kajol.

Kata-kata itu agaknya tepat juga untuk saya. Saya tidak pernah mencapai keinginan saya karena saat ini saya masih bergumul dengan aneka ketakutan. Ketakutan demi ketakutan belum bisa saya singkirkan. Maka dari itu saya belum mampu mencapai titik stabil. Ketidak beranian saya dalam menentukan sikap membuat saya tidak bisa maju.

Saya sebenarnya sudah tahu bagaimana sebenarnya yang saya inginkan, namun ketakutan itu telah membuat saya terkungkung dalam satu situasi yang pada akhirnya membuat saya mengeluarkan keluhan. Hehe.

Hmm.. Adakah diantara pembaca yang juga merasa tepat dengan kata-kata itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s