TRUST | Berkaca dari Kasus Gayus

TRUST | Berkaca Pada Kasus Gayus

Menilik kasus Gayus Tambunan yang makin marak diperbincangkan belakangan ini, saya mulai tergelitik untuk kembali membuka proyek saya yang sengaja saya tunda selama dua bulan ini. proyek yang sengaja saya simpan karena saya memang merasa belum ada ide lagi untuk melanjutkannya. Dan kini, sedikit ide terlintas setelah membaca beberapa kali kasus Gayus.

Sudah banyak yang menulis tentang kasus Gayus Tambunan dari berbagai sisi dan sudut pandang. Gayus Tambunan yang seorang pegawai negeri departemen keuangan RI di ditjen pajak ini menjadi buah bibir di semua kalangan. Menjadi pemberitaan utama di setiap media masa.

Sakit hati rasanya melihat kenyataan bahwa Gayus yang masih berpangkat sama dengan saya, berani menyelewengkan kepercayaan rakyat. Padahal selama ini sudah banyak pajak yang dibebankan kepada rakyat.  Mulai dari pajak pertambahan nilai ketika belanja atau makan, hingga pajak-pajak lain yang cukup besar.

Ngomong-ngomong tentang kepercayaan, rasanya akan sulit untuk kita kembali mempercayai orang yang sudah menyelewengkan dan mengkhianati kepercayaan saya. Mungkin bagi Gayus, butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembalikan nama baik yang sudah dia coreng dengan kelakuannya.

Jika Berbicara tentang kepercayaan, maka kita akan berkaitan dengan  integritas. Integritas akan tumbuh seiring dengan kepercayaan yang diberikan orang lain kepada kita. Ketika kita dipercaya oleh orang lain, maka sudah seharusnya kita menjaga kepercayaan tersebut. Dengan menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain, berarti kita mulai membangun integritas kita di mata orang lain. Menurut KBBI daring, integritas diartikan sebagai mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan. Atau bisa juga diartikan sebagai  kejujuran.

Untuk menjadi orang yang dipercaya  oleh orang lain bukanlah hal yang mudah. Apalagi ketika kita berada pada satu titik dimana kita melakukan kesalahan sehingga orang lain tidak lagi percaya pada kita. untuk membangun kepercayaan dari orang lain adalah dengan bertindak jujur. Meskipun saat ini kejujuran sepertinya sudah menjadi sebuah hal yang sangat sulit untuk ditemui, namun ketika kita berlaku jujur maka orang lain akan melihat bahwa kita adalah orang yang memang layak untuk dipercaya.

Menghancurkan integritas yang sudah dibangun itu sangat mudah. Kita tinggal berlaku khianat saja. Ya, khianat dalam arti bahwa kita bertindak tidak jujur terhadap orang yang telah mempercayai kita. Dalam sebuah buku dituliskan bahwa ketidak jujuran akan membuat orang lain menjauhi kita. ketidak jujuran akan melahap kesuksesan yang telah kita raih. Dan Ketidak jujuran akan menghancurkan integritas kita. Bahkan ketidak jujuran bisa membawa pelakunya ke ruang penjara.

Seorang Gayus Tambunan telah melunturkan dan meluluh lantakkan kepercayaan masyarakat republik ini. setidaknya ini memperpanjang daftar krisis kepercayaan rakyat terhadap aparatur pemerintah. Nama Gayus telah mencoreng institusi dan lembaga pemerintah. Mencoreng nama institusi pemerintah beserta para PNS di mata masyarakat. Sudah sepantasnya Gayus diberikan hukuman sesuai dengan perbuatannya. Begitu pula dengan pihak-pihak yang terlibat dan berkaitan dengan kasusnya. Entah itu atasan ataupun para mafia-mafia yang tidak mau membayar pajak terhadap negara.

Semoga kita bisa berkaca pada kasus ini. Bahwa ketidak jujuran hanya akan membawa malapetaka. Tidak hanya untuk diri kita, tetapi juga terhadap karir, kehidupan, serta keluarga kita. (HS)

Writingblock – 05042010

Hadi – dimuat juga di kompasiana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s