Bicara seks Tak Mesti Porno

“Bicara Seks Tak Mesti Porno”

Saya suka kalimat itu. Kalimat milik blogger seks terpopuler yang memiliki pemikiran dan wawasan ‘seksi’. Mariska Lubis. Kalimat itu menjadi taglinenya dalam blog pribadi milik Mariska yang dikelola bersama Andy Syoekry Amal.

Bicara seks tak mesti porno, sudah dibuktikan oleh perempuan pemilik sapaan ML ini. Banyak artikel yang sudah ditelurkan olehnya. Seks bukan merupakan kajian seputar selangkangan saja. Meminjam istilah Mariska, bukan  tentang seonggok daging di belahan paha saja. Seks ternyata bisa menjadi cara seorang Mariska untuk mengenal lebih jauh siapa dirinya dan siapa Tuhannya.

Bicara seks tak mesti porno. Rangkaian kalimat yang terdengar ringan namun bagi saya sarat makna. Apa yang sering terlintas di pikiran kita ketika mendengar kata seks? Bagi sebagian orang pasti langsung berkonotasi negatif. Otak akan segera terkoneksi dengan pemikiran jorok, kotor, atau cabul. Padahal jika kita baca tulisan hasil pemikiran Mariska, seks justru bukan kata tabu untuk diperbincangkan karena melalui kata bertajuk seks lah eksistensi manusia di bumi ini ada. Mariska bilang seks itu awal kehidupan dan seks itu adalah kehidupan itu sendiri.

Bicara seks tak mesti porno. Mariska berhasil menggiring artikel-artikelnya ke ranah filsafat dan juga politik. Simak bagaimana Konspirasi seks dan politik ala ML , atau Dan, antara seks Politik ala ML.  Kedua artikel tersebut membicarakan masalah seks dan kaitannya dengan politik. Menurut Mariska, seks dan politik itu sudah satu tubuh. Satu kesatuan. Seks yang merupakan sumber kekuatan dimanfaatkan oleh politik dan digunakan untuk kepentingan politik. Silahkan baca disini atau disini.

Bicara seks tak mesti porno. Setidaknya itu yang diusung Mariska untuk memperkenalkan bahwa seks bisa mempengaruhi setiap aspek kehidupan. Termasuk dalam kehidupan berpolitik. Bernegara. Melalui kata ‘seks’, ML mencoba untuk mengingatkan para politikus untuk tidak terus-terusan melakukan onani politik. Keadaan yang hanya memuaskan diri mereka sendiri padahal ada banyak hal di tataran masyarakat yang harus dipikirkan para pemimpin bangsa.

Bicara seks tak mesti porno. Tagline itulah yang akhirnya berhasil mengantarkan Mariska menerbitkan sebuah buku yang diterbitkan oleh grasindo. Buku setebal 136 halaman dengan 38 judul didalamnya. Buku yang akan dilaunching pada pertengahan menuju akhir mei ini di salah satu gerai jaringan gramedia di pusat Jakarta.

Saya mengenal Mariska di pertengahan September tahun 2009. Seorang perempuan yang lepas dari mainstream namun tetap memiliki sikap humble. Banyak hal yang saya curi dari dia. Mulai dari belajar menulis melalui tulisan-tulisannya hingga belajar untuk menjadi pribadi dengan karakter diri saya sendiri. Bukunya yang terbit bulan ini, bukanlah sebuah proses instant. Namun perjalanan panjang yang setidaknya cukup melelahkan bagi orang-orang yang terlibat dalam penyusunan buku tersebut. Saya masih ingat kala pertama Mariska membicarakan penerbitan bukunya bersama Kang Pepih di sela-sela HUT Kompasiana pertama di Jakarta, akhir oktober 2009 lalu. Lama saya menanti, akhirnya pertengahan tahun ini buku tersebut lahir.

Saya ucapkan selamat untuk Mami ML, Mbak Mar, Teh Ika, Kak Riska, dan sederet panggilan sayang teman-temannya untuk Mami ML tersayang. Semoga bukunya laris manis. Saya belum bisa membelinya saat ini, karena di kota tempat tinggal saya belum ada toko buku gramedia. (hehehe, udah gak ada bioskop, gak gedung tinggi, sekarang ketahuan juga gak ada gramedia hahaha). Lagipula saya berniat membeli langsung dari orangnya, biar ada tanda tangan dan tanda kecup sayang dari penulisnya, heuheuw.

Tulisan ini saya persembahkan untuk Mariska yang sudah berhasil menerbitkan bukunya. Wahai Pemimpin Bangsa!!! Belajar dari Seks Dong!! Yang sudah terbit awal mei ini. Bicara seks tak mesti porno memang sudah dibuktikan oleh ML.  (HS)

Kakimanangel, 04052010 – semoga saya menyusul ML bikin buku hehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s