Dirgahayu Negeriku

Hari ini, enam puluh lima tahun yang lalu, para tetua kita pasti sedang berada dalam kondisi yang serba riweuh untuk mempersiapkan kemerdekmaan sebuah negara kepulauan dari penjajahan bangsa lain. Banyak darah harus tertumpah untuk mengusir penjajah. Dalam perjalanannya, banyak kisah yang menjadi sisi sejarah. Diantara patriotisme, perjuangan,  bahkan penghianatan sesama anak bangsa, akhirnya negeri ini berdiri. Menjadi satu kesatuan utuh terintegrasi dalam sebuah nama. Dua orang anak manusia pun akhirnya menjadi proklamator negeri ini,  membacakan naskah proklamasi kemerdekaan negara yang akhirnya bernama Republik Indonesia ini.

Merdeka itu ternyata tidak mudah. Banyak hal yang mesti dipersiapkan dan dijalankan dalam mengisi kemerdekaan ini. Pemerataan pembangunan adalah salah satunya.  Entah apa yang salah di masa lalu setelah awal dua puluhan tahun negeri kita merdeka. Semua Jawa sentris. Padahal wilayah yang diproklamirkan bernama Republik Indonesia ini tersebar luas dari ujung barat hingga ujung timur.  Maka, tak heran jika ada sedikit letupan beberapa wilayah ingin merdeka setelah merdeka.

Benar-benar tidak mudah atau memang tidak serius dalam memeratakan pembangunan kemerdekaan negeri ini ke seluruh pelosok negeri? Entahlah, yang jelas ternyata masih banyak PR pemerintah yang harus dilaksanakan untuk memajukan negeri ini. Negeri penuh potensi yang seharusnya bisa menafkahi diri sendiri. Bukan hutang sana-sini.

Tengok satu. Wilayah yang dieksploitasi, tanpa dimajukan sesuai dengan potensi. Penduduknya tetap menjadi penduduk kelas dua. Terbelakang, secara pendidikan dan penghidupan. Semua hasilnya digunakan untuk membangunkan kota sentral kapital negeri ini. Sentral pemerintahan, ekonomi, pendidikan, bahkan hiburan. Sedangkan wilayah tereksploitasi, boro-boro bisa semaju ibukota negeri. Untuk seperti ibukota propinsi pun, harus bernafas kembang kempis.

Hari ini, setelah negeri kita merdeka selama 65 tahun dari penjajahan, banyak sekali orang yang mempertanyakan arti kemerdekaan itu sendiri. Benarkah negeri kita sudah merdeka? Entahlah, banyak kajian yang sudah menjawab itu semua.

Saya hanya ingin berucap dan berharap, Dirgahayu untuk Negeriku. Semoga kita benar-benar bisa merdeka dari segala macam ketidak merdekaan di negeri ini. Enam Lima bukan angka yang muda lagi. Wajarlah jika banyak rakyat yang berharap terhadap pemimpinnya untuk dapat membawa negerinya bangkit menjadi negeri yang benar-benar merdeka dan dibangun merata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s