Jum’atan di Attaawun Puncak

Ingin merasakan nuansa hari jum’at yang berbeda. Itulah alasan saya untuk berangkat ke Puncak menuju masjid Attaawun. Berkendara sepeda motor dari kantor, saya melajukannya dengan kecepatan sedang. Pukul 11 kurang sudah tiba di Attaawun.

Meskipun saya sering ke masjid ini, namun datang pada hari jumat adalah sebuah hal baru. Saya lihat ternyata banyak juga pengunjung yang datang. Selain untuk melaksanakan sholat jumat, juga ada yang beristirahat melepas penat setelah berkendara cukup jauh. Malah ada sengaja yang datang hanya untuk berfoto. Yang terakhir ini adalah seorang bule bersama kawan perempuannya yang tampaknya memang tidak akan menunaikan ibadah. Terlihat dari pakaian si perempuan yang mempertontonkan belahan buah dada. Ck ck ck, di tempat suci juga ada yang seperti itu, hehe.

salah satu sisi attaawun, banyak pengunjung berfoto - HS.2010

Benar, memang nuansanya terasa berbeda. Selain udara puncak yang sejuk dan disertai pemandangan berkabut, saya juga merasakan nuansa jumat yang segar. Jika biasanya saya mengantuk sebelum khotbah, tapi kali ini lain. Mungkin karena efek air wudhu yang terasa dingin dan sejuk di kulit muka sehingga nafsu untuk memejamkan mata menjadi sirna. Saya pun dapat mendengarkan wasiat khotbah dengan khusyu.

Saya tidak tahu siapa imam/khatib yang memberi ceramah dan memimpin shalat jumat di masjid tersebut. Namun, dari intonasinya ada sentuhan KH.Zainudin MZ di sana. Mungkin salah satu murid atau penggemar kyai sejuta umat itu.

Materi khotbah yang diberikan adalah seputar “obrolan/mengobrol”. Bahwa ada tiga obrolan yang tidak sia-sia alias obrolan bermanfaat. Yang pertama adalah obrolan tentang shodaqoh. Yang kedua adalah obrolan tentang amar ma’ruf nahyi munkar. Beramal baik, mencegah kejahatan. Dan yang terakhir adalah obrolan yang mendamaikan pihak-pihak yang berseteru. Lebih jauh, sang imam mengulas juga tentang tiga amalan shodaqoh. Bahwa selain shodaqoh harta, kita bisa juga bershodaqoh ilmu, dan juga bershodaqoh tenaga. Saya berpikir bahwa berbagi sesuatu yang  bermanfaat melalui tulisan sudah termasuk shadaqoh ilmu (correct me if im wrong).

Ternyata melaksanakan shalat jumat di tempat baru bisa memberikan efek yang lebih baik. Salah satunya tidak mengantuk tadi. Efek lainnya, mungkin karena tempatnya yang jauh, pahalanya pun mungkin akan lebih besar. Who know… hehehe.

Imam sedang berkhotbah - HS.2010

Oya, seperti kesempatan-kesempatan sebelumnya, saya pun tidak melewatkan sesi bernarsis ria mengambil foto. Meskipun saya datang ke sana sendirian, namun saya tak mau melewatkan momen dan mengabadikannya dalam jepretan otomatis kamera saku saya.

Semoga bermanfaat. (HS)

Kakimanangel, 24092010

foto-foto lainnya:

narsis sendiri - HS.2010

sisi belakang attaawun, ada sungai yang airnya jernih - HS.2010

Memoto Kabut - HS.2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s