Konvoi dan Pemborosan BBM

Kemarin (1/11/2010) saya terlibat kegiatan  sebagai peserta konvoi dalam kegiatan sosialisasi IUD. Sebagai bentuk loyalitas saya terhadap lembaga dimana saya mencari nafkah, saya turut menjadi peserta konvoi yang diikuti oleh ratusan petugas dari beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat. Tentu saja setiap petugas membawa masing-masing satu motor. Jarak tempuh yang kami lalui pun lumayan jauh. Hampir satu setengah jam saja dari pintu tol jatiluhur – Purwakarta.

Kali ini saya tidak ingin bercerita tentang kegiatan konvoi terkait sosialisasi program kantor saya, tapi saya hanya ingin menyampaikan otokritik terhadap kegiatan tersebut dari sudut pandang saya yang prihatin dengan kondisi lingkungan.

Sebenarnya tulisan ini bukan ditujukan untuk kegiatan kemarin saja, tapi juga untuk kegiatan anda di kota Jakarta yang juga melibatkan kendaraan bermotor, serta konvoi-konvoi motor lainnya yang setiap akhir pekan selalu saya lihat melewati jalur puncak.

-hs-

ini foto yang kemaren saya pajang di kompasiana - hs.2010

Dalam salah satu foto di tulisan saya kemarin di kompasiana, saya memperlihatkan betapa banyaknya jumlah motor yang mengikuti kegiatan konvoi tersebut. Mungkin jumlahnya ratusan. Saya termasuk diantaranya. Satu orang membawa satu motor, ditambah beberapa  mobil unit penerangan (mupen), serta puluhan bis yang membawa serta calon akseptor. Tersirat di benak saya bahwa hal ini sebenarnya adalah pemborosan semata.

Pemborosan? Dalam hal apa?

Begini, ketika setiap satu orang membawa satu buah motor, maka tiap orang itu mengkonsumsi BBM untuk motornya. Anggap saja satu orang memakai bensin untuk motornya sebanyak 4 liter pulang pergi, maka kebutuhan BBM hari itu meningkat drastis. Mungkin lebih dari 500 liter untuk mencukupi kebutuhan bensin hari kemarin. Itu untuk motor saja. Ketika ditambah dengan konsumsi mobil serta bis, mungkin lebih dari 1000 liter bensin harus disediakan. Tentu saja hal ini menjadi keprihatinan tersendiri untuk para penggiat lingkungan.

Ya, teman-teman penggiat lingkungan akan prihatin dengan kondisi seperti itu karena cadangan minyak bumi di planet kita ini semakin menipis. Mereka terus menerus menyuarakan keprihatinannya, sementara kita seolah-olah tuli dan tidak mau perduli. Padahal ini adalah untuk kebaikan bumi yang kita huni.

Setiap tahun miliaran liter BBM dipergunakan oleh manusia di muka bumi ini, padahal BBM merupakan sumber energi yang tak terbarukan. Bisa habis karena dikonsumsi oleh manusia, sementara energi alternatif belum banyak dikembangkan.

Itu baru satu masalah saja. Pemborosan BBM. Jika diurai lebih dalam lagi, akibat dari adanya konvoi-konvoi kendaraan bermotor tersebut adalah meningkatnya emisi gas buang dari kendaraan bermotor peserta konvoi tersebut. Lagi-lagi hal ini akan menambah beban bumi kita. Efek lebih lanjutnya adalah makin bertambahnya efek rumah kaca. Dan masih banyak masalah lainnya yang akan ditimbulkan oleh kegiatan konvoi kendaraan bermotor.

-hs-

Sekali lagi, tulisan ini bukan membahas tentang kegiata kemarin saja. Tapi untuk mengingatkan kegiatan-kegiatan konvoi serupa itu bahwa ada pemborosan dalam setiap kegiatan bernama konvoi tersebut.

Jika kita tidak mulai perduli dengan bumi ini, siapa lagi yang patut peduli? Padahal kita adalah populasi terbesar penghuni bumi.

Go green. Save our earth!

Kakimanangel, 02102010 (angkacantikjugagaksih?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s