Ketika Omama Merepotkan Semua

Ini Cuma tulisan misuh-misuh saja, menanggapi kedatangan Barrack Obama.

-hs-

omama memandang apa? upload by matanews.com

Semua sudah tahu bahwa anda, tuan omama, akan datang ke negeri kami pada hari ini dan juga besok (9 dan 10 nopember 2010), setelah beberapa kali anda membatalkan kunjungan secara sepihak. Kedatangan anda kali ini hampir dipastikan tidak lagi ditunda.

Saya melihatnya dari beberapa berita yang terselip diantara berjejal berita tentang bencana. Begitu hebohnya negeri kami mempersiapkan kedatangan anda yang hanya seorang manusia bervolume otak yang sama dengan saya. Semua dibikin repot dengan kedatangan anda, hei tuan omama.

Saya yakin hei tuan omama. Kedatangan anda tak akan membawa pengaruh besar bagi kami, rakyat jelata negeri ini. Kecuali bagi mereka para pejabat penjilat yang bertugas memperkaya diri sendiri. Sebab kami tahu, tak sedikitpun dari kebijakan anda dan para pejabat penjilat negeri ini yang mengutamakan kepentingan kami, kecuali ketika masa kampanye dan pengumpulan suara, serta politik citra.

Tapi tahukah anda tuan omama? Negeri kami tidak membutuhkan kunjungan anda. Negeri kami sedang sibuk menangani korban bencana dan juga menangani mulut-mulut beracun orang-orang yang sedang diamanahi jabatan publik di ibukota sana. Negeri kami sedang sibuk mengatur distribusi bantuan untuk para pengungsi merapi, mentawai, dan juga wasior. Tapi anda malah datang dan merepotkan banyak orang. Betapa tak tahu dirinya anda.

Tahukah anda hei tuan omama. Kedatangan anda sungguh membuat repot kami semua. Aktifitas kami menjadi terganggu demi kepentingan anda. Padahal kami tak pernah kenal anda kecuali melalui berita. Anda bukan sesiapa, hanya nasib yang membawa anda menjadi presiden amerika.

Tahukah anda hei tuan omama, anjing pelacak tetaplah anjing. Yang najisnya hanya akan mengotori tempat ibadah kami. Kenapa harus ada ketika anda dijadwalkan berkunjung ke rumah suci tempat ibadah kami? Tak cukupkah ratusan pengawal yang anda siapkan? Lagipula, kami tak berniat untuk mencelakai anda. Saya tekankan sekali lagi, anda bukan sesiapa. Hanya nasib yang memihak anda menjadi presiden amerika. Selebihnya anda Cuma manusia biasa yang memiliki kadar isi otak yang sama dengan kami semua.

Tahukah anda hei tuan omama. Negeri kami saat ini sedang menangis. Bukan menangis karena bencana, tapi menangis karena memiliki pemimpin yang tidak memiliki lagi empati untuk rakyatnya. Pemimpin yang hanya sibuk dengan urusan pribadi dan citra dirinya. Pemimpin yang bermulut busuk beracun dan pongah. Kami menangisi itu hei tuan omama. Sekarang, anda datang? Rasanya kami tak akan terlampau perduli. Kami hanya ingin tangis saudara-saudara kami di merapi, tidak lagi ditambahi dengan ulah macam-macam komentar pedas para pejabat yang menyumbang tak ikhlas.

Hei tuan omama. Jika memang anda ada sedikit perhatian kepada rakyat Indonesia. Tolong beritahu kepada pejabat-pejabat bermoral bejat negeri ini, agar tidak lagi memberikan pernyataan yang membuat luka hati rakyat. Itu saja keinginan saya dengan kedatangan anda. Karena saya yakin, sekali lagi, kedatangan anda tak akan pernah membawa angin segar untuk kami, rakyat jelata negeri ini.

-hs-

Sudah ah, ini Cuma tulisan misuh-misuh kok hihihi. (HS)

Kareo-09112010

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s