Selamat Hari Ibu untuk Ibu Keduaku

Hari ini adalah 22 Desember. Sudah pasti anda tahu bahwa setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu. Semalam di twitter, time line saya ramai diisi dengan tweet-tweet bertema hari ibu. Tidak terkecuali saya, saya pun sempat ngetweet tentang ibu.

Seorang kawan saya, Andi Gunawan, menuliskan beberapa kicauan tentang ibu. Sungguh membuat saya terharu. Berikut saya kutipkan tweet dari Andi.

Ibuku tak terpelajar. Tak suka belajar. Ia mahaguru tanpa gelar. Ia pengingat salah benar. Ia menilai dengan sabar.

Ibuku bukan santri. Ibuku jarang mengaji. Ia percaya dosa tak berciri. Pahala tak terbeli. Ia kitab tanpa predikat suci.

Ibuku tak semenyala api. Tak seputih melati. Tanpa pamrih memberi. Tanpa lelah mengamini segala doa kami. Ia sewarna-warni pelangi.

Tiga tweet dari Andi sungguh menjadi inspirasi. Setidaknya buat saya sehingga saya tergerak untuk menuliskannya dalam sebuah postingan khusus.

-hs-

Saya memang tidak sempat mengenal ibu biologis yang melahirkan saya. Beliau tutup usia ketika saya belum genap lima. Saya hanya mengenalnya dari foto yang masih ada. Sungguh sedih rasanya jika orang-orang berbicara tentang kenangan bersama ibu sementara saya tak menyisakan kenangan sedikitpun bersamanya. Karena hampir lima tahun pertama hidup saya di dunia, dihabiskan bersama nenek. Di rumahnya.

Tapi tunggu. Saya tak perlu sesedih itu. saya harusnya justru bangga karena saya tidak seperti yang lain yang diperkenankan memiliki dua ibu. Iya, saya punya ibu kedua. Beliau lah yang membesarkan saya dan saudara-saudari saya.  meskipun pada masa pertumbuhan kami selalu berhari-hari penuh dengan konflik, bahkan mungkin sampai sekarang, namun sesungguhnya kami berterima kasih kepada ibu yang sudah mendampingi bapak dan turut membesarkan saya dengan segenap jiwa raga.

Terlepas dari kekurangannya, saya tak pernah melabeli ibu saya dengan sebutan tiri. Terlalu menyakitkan buatnya dan buat saya jika ada orang yang menyebutnya sebagai ibu tiri. Stigma tiri terlampau negatif padahal siapapun yang menjadi ibu kedua kita, tetaplah berjasa, setidaknya buat bapak. Hehehe.

Beliau bukan ibu tiri, beliau adalah ibu kedua saya. Hanya saja Tuhan tidak menitipkan kami melalui rahimnya, namun melalui rahim ibu pertama saya. Saya menghormati dan menyayanginya meskipun saya tak pernah bisa menunjukkan rasa sayang saya di hadapan kedua orang tua saya. Setidaknya, sebutan ibu kedua adalah sebuah bentuk takzim bahwa saya menyayanginya.

Seperti kata Andi gunawan, Ibuku tak semenyala api. Tak seputih melati. Tanpa pamrih memberi. Tanpa lelah mengamini segala doa kami. Ia sewarna-warni pelangi.

Begitupun Ibu kedua saya. beliau selalu siap mendoakan yang terbaik buat putra putrinya. Semoga ibu selalu dikaruniai keberkahan dan hidayah selama hidupnya. Semoga kebaikan pikiran selalu menyertainya.

Selamat hari ibu untuk ibu keduaku.

-hs-

Ingat-ingat, jangan lagi labeli ibu yang tidak melahirkan anda sebagai ibu tiri. Karena stigma tiri itu sungguh menyakitkan hati. (HS)

Kareo-22122010

ibu diantara anak menantu - dok pribadi

Melly Goeslaw – Bunda.mp3

Kubuka album biru, Penuh debu dan usang, kupandangi semua gambar diri, putih bersih belum ternoda.

Pikirkupun melayang dahulu penuh kasih. Teringat semua cerita orang tentang riwayatku.

Kata mereka diriku selalu dimanja. Kata mereka diriku selalu ditimang.

Nada-nada yang indah. Selalu terurai darinya. Tangisan nakal dari bibirku, tak kan jadi deritamu. Tangan halus dan suci, tlah menangkap tubuh ini. jiwa raga dan seluruh hidup. telah dia berikan.

Kata mereka diriku selalu dimanja. Kata mereka diriku selalu ditimang.

Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku.

12 thoughts on “Selamat Hari Ibu untuk Ibu Keduaku

  1. Saya gak sengaja nyasar disini, Mas Hadi.
    Gak tau mau bilang apa. Semoga (siapa pun yang jadi ibu kedua) tetap bisa sehebat ibu pertama.

    Sebenarnya, yang bikin pencitraan mereka dibawah ‘level’ cuma label yang melekat di masyarakat aja.

  2. Tidak melulu berurusan dgn rahim, ketika kasih sayang tulus terpancar … salam hormat untuk ibu. Ternyata Hadi anak bungsu ya? (nebakdotcom) … kelihatan paling muda sih dan pangkasepna … eleuh … eleuh … hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s