Kasih Komen, Dapet Modem

Copy Paste dari notes FB saya:

Modemnya udah keterima… Tengkyu om srondolšŸ™‚

Tadinya saya mau upload tulisan ini di kompasiana. Tapi setelah saya pikir-pikir, males ah. Mending di notes fb aja, nanti saya kopi ke blog pribadi kalo wp nya udah mendingan. Wp di saya lagi bermasalah soalnya. Ini cerita saya yang memperoleh modem gratisan hanya gara-gara nulis komentar saja.

 

Melihat fenomena kompasiana saat ini, saya mulai merasa ā€œsepertinya kompasiana mengalami kemunduran.ā€ Harus jujur sama diri sendiri, saya mulai jengah dengan postingan-postingan dengan judul bombastis tentang filsafat keber-Tuhan-an. Secara isi tulisan, saya memang mengakui penulisnya memiliki kecerdasan berfilsafat yang berada satu tingkat di atas para komentatornya, tapi secara judul dan perdebatan, nggak banget deh!

 

Belum lagi tulisan-tulisan yang berbau selangā€¦ selangkangan maksudnya. Makin banyak bertebaran. Ada yang langsung menggunakan istilah penis, vagina, sperma, ada juga yang secara tersirat yang menggiring para pembacaan untuk berpikir cabul.

 

Sekarang ada juga fenomena saling mengkritik antara sesama kompasianer. Alih-alih kritik konstruktif, malah saling menjatuhkan dan saling menghina.

 

Ah rasanya kompasiana sudah tak senyaman dulu kala.

 

Padahal penggagas kompasiana sengaja mengubah taglineĀ journalist blog network menjadiĀ sharing.connecting, supaya para penghuninya bisa berbagi satu sama lain. Berbagi informasi dan tulisan melalui media kompasiana. Berbagi inspirasi dan aspirasi juga melalui media kompasiana. Bahkan berbagi rejeki, kompasiana juga sudah memfasilitasi beberapa anggotanya.

 

Tentang berbagi rejeki ini, saya mengalaminya sendiri. sederhana sekali. Ini gara-gara sharing n connecting.

Ceritanya, saya dan mas Hazmi sudah saling mengenal melalui kompasiana ini. Beberapa kali kami bertemu muka di arena kopdar. Chemistry pertemananpun terjalin. Suatu hari, mas hazmi menulis tentang kawin siri kompasiana dengan indosat. Tulisan itu muncul ketika kompasiana sedang menyelenggarakan lomba nulis HUT-nya. Iseng-iseng sayapun komen. Sederhana saja komen saya:

 

mas ondolā€¦ coba dikasih tag mykompasiana, trus ikutan lomba ngeblog mykompasiana. keknya bakalan menangšŸ™‚

Rupanya mas Hazmi menuruti lamaran papaloren, dia memberi tag mykompasiana. Beruntung prediksi tidak meleset, tulisan mas Hazmi masuk sebagai tulisan favorit (atau juara harapan gitu deh). Ketika HUT kompasiana di MU CafƩ digelar, nama Hazmi Srondol menjadi satu nama yang disebutkan sebagai pemenang.

 

Dasar sudah rejeki saya, sorenya ketika papasan solat magrib mas Hazmi bilang: ā€œHad, kalo hadiahnya modem, buat elu aja.ā€ Hehehe, saya tak akan nolak kalo dikasih gratisan. Langsung saja saya bilang: “oke… mudah-mudahan hadiahnya modem”.

 

 

Beberapa minggu kemudian, ternyata memang hadiahnya modem. Mas Hazmi hubungi saya: “Had, emang rejeki elo. Modemnya nanti gw kirim. HP CDMA nya gw ambil.”

 

Dan hari ini, modemnya tiba di rumah saya. Saya langsung coba aja, lumayan lebih cepet.

Ah, Cuma gara-gara komen saja bisa dapat modem. Itulah gunanya berteman.

Masih belum percaya kekuatan pertemanan? Ā Masih ingin mencari permusuhan? Tidak suka persahabatan? Haha rasain sendiri, nanti bakal banyak musuh. Ā Saya sih lebih senang ngeblog itu untuk memperluas jejaring dan pertemanan. salah satunya sudah saya rasakan, ngeblog dapet hp, komen dapet modem.

Mau?

 

Nb: Terima kasih om Srondolā€¦

 

salam dari kampungšŸ˜€

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s