[Kuliner] Nasi Pepes Ibu Ifun

nasi pepes, foto diambil pake BB, jadi agak burem (HS)

Saya langsung jatuh suka dengan nasi pepes buatan ibu Ifun ini untuk pertama kali ketika saya secara tak sengaja menyantapnya sehabis bersepeda di suatu hari ahad. Saya bertemu dengan nasi pepes Ibu Ifun ini di lapangan Prawatasari Cianjur yang lebih akrab dikenal dengan sebutan lapangan joglo.

Oke, sedikit info tentang lapangan joglo. Lapangan joglo di hari minggu itu bisa dikatakan sebagai tempat olah raga (pada awalnya) masyarakat cianjur, dimana banyak pedagang yang menjual macam-macam berkumpul di situ. Mulai dari sendal jepit, sampai makanan. Bayangkan saja semacam lapangan gasibu Bandung, dalam versi yang lebih kecil.

Nah, kenapa saya bilang tak sengaja ketemu Nasi Pepes Ibu Ifun ini?

Begini… waktu itu, saya beserta seorang teman, seperti biasa akan mencari sarapan pagi di sela-sela kegiatan bersepeda di minggu pagi. Karena bingung menentukan menu apa yang akan kami cicipi, maka saya dan si temanpun berkeliling mencari-cari kira-kira menu apa yang akan kami santap pagi itu. Bubur ayam, bosan. Sate maranggi, sudah pernah. Nasi tim ayam, teman saya nggak suka. Nasi kuning, saya yang menolak. Nasi bakar, menunya kurang komplit. Jadilah kami berdua mencari menu lain.

gurih dan lembut (HS)

Pada saat mencari menu itu, teman saya berpapasan dengan seorang temannya. Namanya ketemu teman, yang terjadi adalah semacam reuni. Mereka mengobrol lumayan lama. Saya dikacangin, karena saya tidak mengenal si temannya teman saya itu. dan obrolan mereka pun tidak saya pahami karena memakai bahasa planet (lebay deh, intinya saya nggak nyambung aja, udah. titik.)

Nah mereka mengobrol tepat di depan salah satu lapak tempat makan. Karena kesal, saya mencoba mendekati lapak tersebut. Di situ tertulis, Nasi pepes Rp 6.000, Lontong Rp. 6.000.

“Murah nih.” Pikir saya.

“Makan di sini aja ah. Sambil sekalian nunggu yang reuni.” Pikir saya lagi.

“Lontong mah sudah sering makan, jadi saya harus memilih nasi pepes.” Masih pikir saya lagi.

Jadilah saya bertanya ke si Ibu penjual nasi pepes itu.

“Bu, kalo nasi pepes ini isinya apa?”

“Isinya nasi sama ayam. Kalau yang ini nasi sama ati ampela.” Ujar si Ibu menunjuk dua bentuk pepes yang berbeda.

“Rasanya gurihkah, bu?” cecar saya.

“Dicoba dulu aja, Kang. Kalo tidak enak, uang kembali.” Jawab si Ibu. Kalem.

Wuihhh, nantang nih, hehehe… setidaknya ada jaminan uang akan kembali kalo tidak enak. Lumayan.

Saya pun memesan satu nasi pepes.

Hap. Suapan pertama.

Hap .. suap yang kedua.

Dan seterusnya hingga saya berkesimpulan, rasanya enak. Gurih-gurih lembut. Rasanya gurih karena nasi pepes ini sudah dibumbui, mungkin ada sari kaldu ayamnya juga yang membuat nasinya terasa enak (menurut saya yang memang penggemar masakan berbahan ayam). Teksturnya juga lembut, karena nasi ini sepertinya mengalami dua kali pemasakan. Di buat nasi setengah matang (aron) kemudian dicampur bumbu-bumbu dan ayam, lalu dipepes. Ini murni dugaan saya karena saya belum pernah menanyakan ke si ibu. Selain ayam, aroma kemangi juga terasa sekali karena nasi ini dicampur dengan kemangi ketika dipepes.

Alhasil, saya pun jatuh hati dengan nasi pepes ibu Ifun ini karena cocok dengan lidah dan selera saya. juga cocok dengan isi kantong saya karena harganya supermurah, namun cukup bergizi.

Saya tidak bisa menahan rasa kepenasaranan saya untuk bertanya di manakah ibu Ifun membuka warungnya jika hari-hari biasa? Dengan jawaban yang jenaka dan ramah, si Ibu yang sudah berusia di atas 50-an itu memberikan alamat warungnya.

“Di jalan Rumah Sakit, persis di sebrang Indomaret yang deket rumah sakit. Disitu banyak tempat makan kan? Nah warung ibu ada di situ, tapi agak masuk ke dalam. Nama warungnya, warung pundi.”

Good. Saya mengingatnya dengan baik.

“Tapi kalau di warung harganya tidak 6000, tapi Rp. 7000 untuk nasi pepes, delapan ribu kalo lontong.”

Sambil berpromosi si ibu menjelaskan bahwa dia juga menerima pesanan untuk konsumsi jika ada rapat dsb.

Saya membayar Rp. 12.000 saja untuk dua nasi pepes yang saya makan bersama si teman saya yang tadi reunion itu (karena pada akhirnya dia ikut makan disitu juga).

Tak lupa setelah membayar, saya meminta nomer hp si ibu, siapa tau saya mau pesan untuk keperluan rapat (walaupun rasanya tidak mungkin kantor saya rapat memberikan konsumsi rapat seperti ini hehehe).

Anda tertarik? (HS)

5 thoughts on “[Kuliner] Nasi Pepes Ibu Ifun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s