Dinamika di Dunia Orang Dewasa

Orang tua adalah anak-anak yang malu untuk bersenang-senang – hitamputih.

Saya mendapati kalimat itu ketika menonton tayangan hitam putih trans 7. Di akhir tayangan, host nya memberikan quotes kalimat di atas.

Saya jadi mikir, ada benarnya juga kalimat itu. Saya sekarang sudah memasuki fase yang bukan kanak-kanak lagi. Saya (seharusnya atau mungkin) sudah berada di fase sebagai orang tua, dan yang saya rasakan saat ini ternyata dunia orang dewasa itu penuh gejolak (halah)….

Dunia orang dewasa, yang saya rasakan, memang penuh dengan permasalahan. Dinamis kalo kata orang. Banyak sekali yang harus saya pikirkan. Mulai dari masalah pekerjaan, keuangan, hingga masalah pribadi yang tidak mungkin saya bisa ceritakan ke sembarang orang. Dinamika dunia orang dewasa ini kadang-kadang membuat saya muak dan capek. Ingin sekali rasanya saya kembali ke dunia kanak-kanak saya. tapi itu nggak mungkin.

Saya jadi inget salah satu episode film kartun favorit saya, Spongebob,  yang menceritakan tentang si kuning bercelana kotak yang menipu dirinya dengan berpura-pura menikmati dirinya sebagai orang dewasa.

Spongebob Squarepant

Ringannya dunia si kuning celana kotak

Saya cerita saja ya sedikit, tentang episode Spongebob yang merasa sudah dewasa. Jadi ya, di film itu diceritakan kalo Spongebob merasa malu dengan perlakuan nenek yang masih menganggap si kuning itu sebagai anak kecil. Sang nenek selalu memberikan kecupan di kening Spongebob ketika berangkat kerja. Dan (sialnya) bekas lipstick sang nenek tidak hilang dan terlihat oleh para pelanggan Krusty Krab tempat dimana Spongebob bekerja. Hal itu menjadi sangat memalukan bagi Spongebob karena dia menjadi bahan tertawaan dan olok-olok semua orang. Dari situ Spongebob pun merubah penampilan dan memberitahukan kepada neneknya bahwa sekarang dia sudah menjadi pria dewasa. Namun sang nenek yang sudah terlanjur menyediakan ini itu buat Spongebob  tak kehilangan akal, dia mencurahkan semuanya kepada Patrick. Kue-kue kesukaan Spongebob, susu hangat, hingga sweater yang dirajut dengan penuh cinta. Awalnya Spongebob berusaha untuk bertahan dengan berpura-pura sibuk dengan urusan orang dewasa, namun lama kelamaan si celana kotak ini tidak tahan dan kembali menjadi Spongebob yang senang untuk diperlakukan sebagai anak-anak oleh sang nenek.

ini penampilan Spongebob yang sok dewasa

Kue, Cerita, dan Sweater Rajut penuh cinta buatan nenek

Ah, senang sekali rasanya menjadi Spongebob. Dia tidak perlu berpura-pura menikmati dunia orang dewasa untuk bisa merasakan dunia kanak-kanak yang penuh cinta dari sang nenek. Seandainya saya bisa seperti itu, bisa kembali ke masa kanak-kanak yang tidak banyak masalah, rasanya hidup bakalan lebih ringan.

Tapi sayangnya hidup ini bukanlah kartun Spongebob. Bahwa hidup ini banyak masalah. Itulah kenyataan yang harus saya hadapi. Saya tak mungkin harus berlaku seperti  Spongebob yang memang masih kanak-kanak (atau setengah anak-anak tapi setengah dewasa ya?). Dinamika kehidupan adalah tentang masalah yang selalu datang dan pergi. Itu yang membuat hidup jadi lebih hidup. Itu yang harus saya tanamkan di otak saya. Bahwa dunia orang dewasa adalah dunia yang memang penuh masalah, dan masalah itu harus dihadapi dan diselesaikan.

Dunia orang dewasa adalah dunia dimana waktu untuk bersenang-senang seperti anak kecil tidak lagi bisa dilakukan. Dunia yang penuh dengan topeng, kepalsuan, dan bahkan kemunafikan. Sekarang saya hidup di dunia dewasa, dan saya –mau tidak mau- harus siap dengan segala macam intrik orang-orang dewasa. Saya bukanlah anak kecil lagi meskipun saat ini saya sedang kangen dengan dunia masa kecil saya, dunia dimana saya merasa ringan tanpa banyak masalah, selain masalah uang jajan yang kurang dan malas belajar. Sekarang saya harus menghadapi permasalahan-permasalahan dunia dewasa saya.

Ah, semoga ada solusi terbaik untuk setiap permasalah yang sedang saya hadapi saat ini. (HS)

KosankuningBandung-28042013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s