Lahirnya Novel Magali

Beberapa waktu lalu saya pernah mereview buku novel chicklits? karangan temen saya si emak gaoel di sini. Nah, novel tersebut ternyata baru di launching belakangan, hampir sebulan setelah terbit, barulah si emak gaoel punya kesempatan woro-woro di mol “hai novel gue terbit, beli ya..” kira-kira begitu kali. Konon katanya si emak gaoel ini excited banget pas dihubungi pihak penerbit bahwa bukunya bakal dilaunching di mall.

Bertempat di mall Plaza Festival Rasuna Epicentrum Kuningan Jaksel, pada hari sabtu sore nan adem, novel Macaroon Love pun di launching.

Saya rela datang jauh-jauh dari Bandung demi menghadiri launching novel dan ketemu idola saya ngok yang luar biasa lebaynya. Nggak sia-sia saya datang dari Bandung, saya jadi tau bagaimana proses kreatif si emak gaoel bikin novel Macaroon ini. Dengan dipandu Ijul dari Goodreads, acara yang katanya Cuma satu jam ini, rada sedikit mulur jadi lebih dari sejam.

Dari awal saya memang sudah jatuh cinta dengan novel-novelnya Winda. Pemilihan nama tokoh dan karakter dalam novel Macaroon Love ini sungguh berkesan, setidaknya buat saya. dan kemarin saya jadi tau bagaimana dan kenapa nama-nama semacam Magali, Beau, Nene, Jodhi, dan Ammar yang dipilih.

Acara dibuka dengan membacakan biografi singkat Winda, yang ternyata lahir di Medan tanpa menyebut tahunnya. Yang jelas, katanya Winda ini lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung pada tahun 2000. (what? Tahun 2000 udah lulus??? Sementara saya aja yang taun 2000 baru mulai kuliah, sekarang udah dibilang tua sama temen2 kantor yang rata-rata masuk tahun 2004-2005, kebayang dong how old is her? Wkwkwkwkwk) lalu Ijul Goodreads mempertanyakan how to speech Macaroon… apakah Makaron, Makarun, Mekaron, Mekarun… atau apa? *persoalan*.

Winda, chic banget ya??  santai pula (HS.2013)

Winda, chic banget ya?? santai pula (HS.2013)

Selesai menjawab kepenasaranan MC,  Winda pun bercerita tentang proses lahirnya Magali ini. suer, lancar loh si emak ngomong di depan. Entah berapa lama sih dia ngapalin script-nya, yang jelas keliatannya si emak relaks dan menikmati tampil kok hahahaha.

Nah, tentang Magali ini,  awalnya Winda terkesan dengan sebuah restoran bernama “Suguhan Magali” di kawasan Jaksel. Dari situ Winda berkeinginan menjadikan nama Magali sebagai nama tokoh dalam novelnya. Mulailah Winda melakukan riset tentang nama Magali dan tema yang akan diusungnya. Jadi katanya novel ini sampe memerlukan riset yang mendalam dan lama. 2 tahun. Nggak tanggung-tanggung si emak gaoel ngeriset beberapa temennya agar tokoh-tokoh dalam novelnya terasa real. *pantesan*bahkan beberapa diantaranya dicomotin jadi tokoh-tokoh di Macaroon Love. Oya, saking terobsesinya menyukai nama Magali, Winda memberi judul novelnya MAGALI CHRONICLE pada awalnya.

Karakter utama novel Macaroon Love, Magali, lahir dari hasil riset Winda terhadap dua wartawan muda bernama Flora dan Sarah. Ditambah dengan imajinasi Winda terhadap sosok orang-orang yang kadang nyinyir terhadap sesuatu yang mainstream. Lahirlah Magali yang pesimis tapi memiliki perbedaan. Begitupun  Ammar, sang pemilik Suguhan Magali -restoran yang jadi setting macaroon love- ternyata dicomot dari sosok Andrian sang pemilik asli restoran Suguhan Magali yang tak lain adalah kawan lama sang penulis. Pun dengan Nene, Winda mengaku terinspirasi dari seorang oma yang pernah dia temui pada suatu kesempatan. Dasar penulis, ketemu orang unik aja bisa jadi ilham.

Saya sebenernya termasuk beruntung bisa membaca Novel ini sejak masih dalam kandungan bentuk draft. Ini sih bocoran aja ya, jangan bilang-bilang si emak, Kalau tidak salah ingat, tokoh Ammar ini awalnya bernama d**i deh. Tapi ternyata nama Ammar dipilih menjadi  tokoh utama pria yang berparas serupa chef pembuat macaroon cookies bernama Adriano Zumbo. Memang kayaknya nama Ammar ini membawa hoki, sampai-sampai MC nya aja terkesan banget dengan tokoh ini hahahaha.  Ammar kayaknya lebih banyak dibahas ketimbang Magali-nya sendiri LOL.

kurang lebih, kayak gini nih si Ammar… foto dari google

Tokoh Beau juga ternyata menjadi salah satu poin yang menarik yang dibahas. Si Ajen Angelina sampai-sampai minta mak gaoel buat bikin novel khusus yang berkisah tentang si ganteng-setengah-bule-tapi-kere ini. malah Ajen udah ngasih judul duluan, Beau Chronicle katanya. Semoga aja Mak gaoel bikin ya jen hahahaha.

Menurut beberapa pembaca, novel Macaroon Love ini terasa nanggung. Kentang gitu lah… Winda pun member penjelasan kalo sebenernya novel ini tadinya rada lumayan panjang, namun berhubung ada batasan panjang halaman sebagai syarat lomba, maka Winda pun melakukan potong buang terhadap naskahnya.

Nggak terasa, satu jam lebih acara launching ini selesai juga. Beberapa pertanyaan diajukan oleh hadirin, termasuk saya yang jauh-jauh datang dari Bandung hanya untuk menanyakan: dimana sih rumahnya Nene di Bandung itu? Apa beneran diambil dari setting real di jalan supratman? Haahaha, konyol ya… tapi gegara nanya gitu, dapet buku kokoreaan gitu lah. tau bagus apa nggak isinya.

Setelah sesi tanya jawab, acara pun ditutup dengan book signing dan foto bareng. Kemudian makan-makan deh ditraktir mak gaoel dan keluarganya. Sekian. (HS)

26052013-kosankuningBDG

foto-foto lain menyusul ya… internet lagi lemot -_- , kecuali yang ini…

senengnya bisa ketemu idola … NGOOOKKK (ini diambil dari FB nya emak gaoel itu loh…)

6 thoughts on “Lahirnya Novel Magali

  1. Ping-balik: [Ulasan] Menikmati Macaroon ala Emak Gaoel | Dina's Pensieve

  2. trus, masalah buat lo gw lulus tahun 2000? masalah? MASALAAAH??? :))))
    ih, terharu, sampe dibela-belain dateng dari Bandung demi HP retak….eh, salah ya…wakakakakkk…
    makasih buangeeet ya diii….:’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s