Sesama Pengguna Jalan Kok!

Jadi barusan itu saya berangkat buru-buru ke kantor karena takut telat. Kalau saya telat, mempengaruhi konduite saya dong (hehehe pencitraan) #penting  #abaikan Nah kalau saya makin telat tunjangan saya bakal kena potong dong. Kalo udah kena potong, makin berkuranglah penghasilan saya. Mana harga-harga makin melejit naik padahal harga BBM masih belum jelas naik apa kagak, kalau penghasilan saya berkurang, saya jadi hidup susah karena harga-harga makin menjulang. Kalau saya hidup susah, siapa yang mau tanggung jawab? (dramatis). Karena berangkat pas injury time jadi ya sebisa mungkin di jalan kudu rada cepet biar ga kena potong remuns. Nah siyalnya hari jumat ini jalan surapati selalu macet parah. Apalagi barusan ada nguing-nguing mobil-mobil warna hejo. Makinlah tambah crowded. D*m*.

Entah dari mana mau kemana itu rombongan, yang jelas isinya sih se-korps juga sama saya. Pake batik khas yang selalu wajib dipake tiap tanggal 17 setiap bulannya. Oke, saya ngerti kalau mereka buru-buru. Mungkin ada acara pelantikan pejabat sehingga mereka harus hadir tepat waktu,  atau mungkin ada yang mau melahirkan dan diantar sama rombongan korps,  Atau mungkin ada yang kebelet ee’ sehingga rombongan harus melejit dan kendaraan lain harus menyingkir biar ga boker di jalan? I don’t know. Yang jelas sebagai sesama pengguna jalan saya berusaha menghormati mereka. Siapa tau memang ada alasan urgent yang tidak saya tahu.  Saya sih berusaha mengikuti dari belakang karena memang tujuan kami satu arus, ke arah timur. Di beberapa titik, saya lihat ada beberapa petugas (mungkin bagian dari rombongan tersebut)  yang berusaha mengatur lalu lintas supaya rombongan memperoleh space jalan sehingga mereka bisa lancar jaya di tengah kemacetan yang sungguh crowded ini.

Masalahnya adalah, pagi-pagi, semua orang berangkat menuju tempat kerjanya masing-masing. Dan semuanya tidak ingin terlambat tiba di tempat. Kenapa kami para pengguna jalan yang rutin melalui jalan tersebut harus mengalah? Toh kita semua sama-sama pengguna jalan. Sama-sama punya kepentingan. Sama-sama nggak pengen telat nyampe kantor.

ilustrasi macet pagi-pagi (picture by liputan6.com)

Yang bikin saya tidak enak adalah hardikan si petugas itu ketika saya berusaha menepi ke kantor saya yang hanya tinggal berjarak 50 meter. Dengan songongnya dia menghardik saya karena tidak mau menepi ke jalan yang dia tunjuk-tunjuk. Lah, mau belok gimana, kantor saya udah di depan mata. Saya tinggal belok kanan masuk kantor. Lagian saya tidak mendahului rombongan mereka.  Eeee, seenaknya sekali dia menghardik. Apa karena saya sedang tidak pakai batik wajib itu ya? Wong sama-sama digaji Negara kok. Ga usah arogan deh ah, gak baik buat kesehatan!!!

Next time, kalau rombongan anda pengen cepet-cepet, mbok ya berangkat nyubuh gitu loh. Nih ya saya kasih tau: jalanan bakal dipenuhi para pekerja macam saya yang sama-sama harus segera nyampe kantor pada jam-jam berangkat kantor. Jadi semuanya bakal pada buru-buru dan cepet-cepet. Apa? Belum tau jam-jam berangkat kantor itu jam berapa? Keterlaluan, wong sama-sama se koreps juga. Jam-jam berangkat kantor itu antara jam 6.30 sampe jam 8-an. Jadi kalau perjalanan anda pengen lantjar jaya, ya sebelum jam itu aja berangkatnya. Oke?

Nah saya kasih tau lagi. Kalau hari jumat itu memang jalan surapati bakal crowded karena ada titik macet di Pusdai. Ada pasar kaget. Itu rutin. Dan anda sekalian tak usah pengen eksis dengan menghardik-hardik orang. Toh emang jalan surapati ini adalah jalan titik macet setiap harinya. Apalagi hari jumat macam sekarang. Jadi lain kali kalau anda sekalian mau lewat jalan surapati dan pengen lancar jaya, berangkat saja pada malam buta. Dijamin gak macet. Sekian!

Pagipagimisuhpasnyampekantor-14062013

5 thoughts on “Sesama Pengguna Jalan Kok!

  1. jadinya telat gak mas?
    enaknya jadi pejabat dan militer (serta kawan2nya) kan gitu mas. bisa lebih mudah jalannya. tinggal pasang doang…
    pernah lagi otw pulang cibubur. di Tol Dalam Kota yang dah padet merayap aja masih harus kasih jalan buat RI 1 biar bisa pulang ke Cikeas (which is satu arah sama saya ke Cibubur).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s