Awal Ramadhan 1434 H

Saya pernah menulis di kompasiana (dan jadi HL pula waktu itu) bahwa kalender hijriyah akan mengalami percepatan sebelas hari setiap tahunnya dikarenakan bahwa tahun islam berpatokan pada rotasi bulan terhadap bumi.  Itulah kenapa bulan islam akan selalu jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya pada kalender masehi.

Ketika tulisan ini dibuat, menteri agama sedang membacakan keputusan sidang itsbat yang memutuskan bahwa awal Ramadhan 2013 atau tahun 1434 H jatuh pada hari rabu 10 Juli 2013. Keputusan ini didasari pada hasil ru’yat bahwa hilal, atau bulan baru, belum terlihat. Setiap tahun, seingat saya, selalu dilaksanakan sidang itsbat seperti ini untuk menentukan kapan bulan Ramadhan dimulai dan kapan ramadhan berakhir atau untuk menentukan 1 syawal.

Sepertinya hanya di Indonesia saja awal Ramadhan menjadi isu sensitif.  Bahwa di Indonesia ada perbedaan dalam penentuan Ramadhan dan Syawal di setiap tahunnya. Ini kemungkinan besar terjadi karena banyak sekali ormas islam dan aliran-aliran jamaah (yang mengatasnamakan islam) yang memiliki keyakinan berbeda dalam menentukan awal ramadhan.

Padahal, nih ya, pemerintah selaku ulil amri menurut saya adalah satu-satunya lembaga yang berhak mengumumkan kapan ramadhan dimulai berdasarkan perhitungan, yang saya yakin, tidak sembarangan. Dan sebagai umat islam, kita agaknya harus patuh pada keputusan pemerintah tersebut.

gambar diambil dari katakata-mutiara.com

Tadi ketika saya mengikuti sidang itsbat melalui SCTV, ternyata ada beberapa pimpinan ormas islam yang memberikan pendapat kepada Menteri Agama bahwa hanya menteri agama saja yang berhak mengumumkan hasil sidang itsbat dalam menentukan awal ramadhan dan akhir ramadhan (awal syawal) sehingga tidak terjadi keresahan di masyarakat. Adapun jika ada ormas-ormas yang melakukan hisab atau ru’yat sendiri, mereka boleh saja meyakini hasil hisab atau ru’yatnya namun tidak berhak memberikan pengumuman kepada masyarakat. Hal seperti ini juga katanya terjadi di jaman Nabi. Hanya Rasulullah saja, selaku ulil amri/pemerintah, yang mengumumkan hasil hisab dan ru’yat kala itu, sehingga tidak terjadi keresahan di masyarakat.

Saya memang tidak mengerti bagaimana menghitung hisab dan ru’yat. Namun alangkah lebih baik saja jika semua ormas islam memutuskan untuk satu suara mengikuti pemerintah seperti yang diusulkan salah satu pimpinan ormas islam yang mengikuti sidaang itsbat tadi. Saya bukan aliran A, atau anggota ormas B. Saya hanyalah seorang muslim yang awam. Jadi bagaimanapun, saya tidak punya tendensi apa-apa di artikel ini….

Tapi katanya, kan, perbedaan itu rahmat. Jadi biar saya juga turut memperoleh rahmat dari Allah SWT,  saya turut menghargai bahwa memang ada perbedaan awal ramadhan di tahun 2013 ini. Bagaimanapun perbedaan yang terjadi dalam penentuan ramadhan ini, semoga menjadi pelajaran berharga dalam bertoleransi.

Untuk para sobat blogger hadisome yang berkunjung ke blog ini, saya ucapkan

selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan 1434 H ini. Semoga ibadah di bulan suci Ramadhan tahun ini menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Amin. (HS)

Kosankuning, 08072013

8 thoughts on “Awal Ramadhan 1434 H

  1. terlalu banyak orang pintar di negeri ini, kalau kata Kiai Hasan Abdullah, “perbedaan penentuan awal Ramadhan itu bukan masalah ilmu, bukan masalah ru’yat atau hisab, tapi masalah harga diri, harga diri dan ke-egoisan dijunjung tinggi dari segalanya.”
    tapi yg tidak apa2 lah, yang penting mereka bertanggung jawab atas tafsiran dan kepintaran mereka masing2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s