Tips Menyiapkan Sahur Bagi Pengekost

Sebagai seorang perantau (cieelah), tentu saja bulan ramadhan seperti sekarang ini saya harus menyesuaikan pola hidup. Jika biasanya sarapan pagi menjadi hal yang bisa dilakukan dimana saja,  kadang di rumah (kost) kadang di kantor, maka untuk bulan ramadhan seperti sekarang ini sahur adalah sebuah keharusan (sunnah lebih tepatnya) yang tidak boleh terlewati.

Banyak anak kost yang biasanya melewatkan sahur karena malas ke luar rumah/kamar. Sementara mereka tidak menyediakan makanan untuk bersahur. Jadilah menu air putih dan, paling banter, mie instant sebagai menu sahur. Atau kalaupun mereka tidak malas, biasanya mereka harus mencari warung (tegal, biar murah hehehe) dan ‘bersaing’ dengan puluhan anak kost lain untuk mengisi perut di saat sahur. Kesiangan sedikit, bisa-bisa menu yang tersedia di warteg tinggal kerupuk karo tempe orek.

Untuk menyiasati hal ini, saya sudah punya trik tersendiri. Ini saya lakukan sejak berpuluh tahun lalu semenjak masih berstatus anak kuliahan di tahun 2000-an. Sebagai seorang pemalas yang tidak mau repot keluar kamar dini hari buta, maka saya mempunyai strategi dengan cara membeli makanan sejak waktu buka. Ini lumayan efektif dan membantu sekali. Apalagi ketika udara dingin dan hujan menjadi penghalang tambahan bagi anak-anak kost keluar rumah untuk membeli makan sahur pagi-pagi buta.

Seperti hari ini (senin, 22/7/2013), hujan turun sejak dini hari. Udara di Bandung menjadi lebih dingin dari biasanya. Dan bisa diduga, sayapun bangun agak sedikit terlambat. Untung saya sudah menyiapkan makanan sejak jam 10 malam. Jadi begitu bangun, gosok gigi, wudhu (cuci muka), saya langsung bisa makan tanpa khawatir telat atau keburu imsyak. Walaupun agak kesiangan, saya masih punya waktu yang terbilang leluasa untuk santap sahur. Ini tentu saja tidak akan terjadi jika saya tidak prepare makanan sejak semalam.

Itu, apa ngga basi, makanan disiapkan dari jam 10 malam?

O tenang aja, makanan yang saya siapkan tentu saja bukan makanan yang dapat basi dalam semalam. Jadi makanan tersebut aman.

Nah untuk lebih jelasnya berikut saya bagikan tips supaya ketika bangun telat, masih bisa sahur, terutama untuk para pengekost seperti saya.

1. Anda harus punya rice cooker. Ini penting biar nasi dan makanan bisa tetap hangat. Kalaupun tidak memasak nasi sendiri, rice cooker ini bisa berubah fungsi menjadi rice warmer. It will keep your rice warm all night long.

kalo punya rice cooker kayak gini, lebih efektif. (gambar diambil dari http://www.made-in-china.com)

2. Menyiapkan makanan untuk sahur sejak waktu buka. Kira-kira makanan apa saja yang tidak cepat basi. Artinya beli makanan untuk menu sahur anda pada saat anda membeli makan untuk berbuka. Dengan begini, jadi lebih hemat waktu. Tidak perlu lagi keluar dari tempat kost lebih dari satu kali hanya untuk membeli makan. (hehehe, pada dasarnya saya ini pemalas).

3. Pilih makanan keringan. Ini penting karena makanan keringan ini tanpa perlu dimasukan ke dalam rice cooker-pun, ia akan tetap bisa disantap dengan aman. Nggak basi.

Makanan keringan itu yang gimana sih? Itu lho, kayak  tempe balado kering, kentang kering yang dicampur teri medan (kalau di Bandung, namanya kentang mustopa), dendeng, atau abon. Oya, telur asin juga masuk kategori ini, tapi ga bisa tahan lama.

Jika bosan dengan menu keringan tersebut,  ayam goreng tepung, ikan goreng tepung, atau cumi goreng tepung juga bisa dipilih sebagai lauk menu sahur anda. Makanan jenis ini tidak perlu dimasukan ke rice cooker.  Ini jauh lebih fresh karena dimasak pada saat anda membeli menu untuk buka.

dendeng daging sapi. bisa loh digoreng di rice cooker :p (HS.2013)

Dendeng daging sapi. bisa loh digoreng di rice cooker :p (HS.2013)

4. Jika anda memilih makanan yang bukan keringan, misalnya pepes-pepesan, oseng-osengan, atau mungkin yang berkuah. Simpan menu makan sahur tersebut di dalam rice cooker. Waktu penyimpanan dilakukan sebelum berangkat tidur. Maksimal jam 9 malam, menu makan sahur anda sudah harus tersimpan di rice cooker.

5. Sebelum di simpan, pastikan plastik pembungkus makanan tersebut adalah plastik jenis food grade yang aman terkena panas. Atau simpan di dalam t*p*rware, baru dimasukan ke dalam rice cooker.

6. Jangan memilih ‘menghangatkan makanan’ karena ini akan menambah waktu anda ketika sedang buru-buru sahur.

Udah segitu aja kayaknya tipsnya. Kalau ada tambahan, silakan ditambahkan di kolom komentar.

Salam. (HS)

22072013/13ramadhan1434H.

9 thoughts on “Tips Menyiapkan Sahur Bagi Pengekost

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s