Belajar

Assalamualaikum…

Apa kabar? sudah lama sekali saya tidak membuka blog ini, lama banget saya tidak menuangkan uneg-uneg di blog ini. alesan sibuk, jadi alibi saya untuk membiarkan blog ini bulukan. padahal dulu, blog ini jadi teman baik saya ketika pikiran saya mumet oleh urusan-urusan yang sama sekali bikin kepala saya pening. blog yang, kata temen saya, ga jelas karena bermacam-macam tema saya tulis di sini. padahal memang tujuan saya membuat blog ini adalah untuk melarikan diri dari rutinitas dan keterikatan, makanya isinya beraneka macam.

Gimana kabarnya? saya masih tetap belajar nulis kok. sekarang sih meningkat ke belajar menulis dengan aturan. sumpah njlimet hehehe.

oya, ngomong-ngomong soal belajar, ada sedikit yang ingin saya tuliskan di sini. nih….

orang ini sok sibuk. blognya gak pernah diupdate.

orang ini sok sibuk. blognya gak pernah diupdate.

BELAJAR

Belajar itu bisa dari mana saja. Dari orang tua, orang yang lebih tua, orang yang lebih tau, orang yang terlihat tidak tau tapi sebenernya tau, dari orang yang lebih muda, dari anak-anak, dari pengemis, dari tukang dagang, dari atasan, dari bawahan, dan tentu saja dari guru atau dosen.  Semua orang yang ada di sekitar kita adalah guru bagi kita. Jadi tak perlu malu untuk bertanya ketika kita tidak tau sesuatu. Dan tidak perlu merasa hina ketika orang yang (keliatannya) levelnya di bawah kita memberi tau kita tentang sesuatu yang kita tidak tau. Artinya mereka menginginkan kita untuk tau seperti mereka tau tentang sesuatu yang mereka tau (pusing ya?).

Hidup itu memang tidak pernah lepas dari pelajaran yang bisa kita ambil. Tak perlu malu atau gengsi untuk belajar. Karena dengan belajarlah kita menjadi tau perkara sesuatu yang awalnya kita tidak tau. Buang jauh-jauh gengsinya. Karena gengsi hanya akan menjadi blocking bagi mental kita. Buat apa gengsi dipiara? Mending miara sapi atau miara ayam. Kalo ga punya sapi atau ayam, bisa miara sapid an ayam di HP lewat game hayday (game ini yang bikin temen saya kecanduan heuheuheu).

Jangan sombong. Ketika kita sudah belajar, jangan lantas kita merasa bisa. Apa yang kita sebut bisa, bisa jadi hanya seujung kuku pengetahuan orang lain. Kalaupun kita memang bisa, apa salahnya kita tetap rendah hati, gak rugi juga bukan? Malah akan menaikan wibawa kita di mata orang lain. Ini sih pengalaman saya ya, sejak jaman SMP, saya sudah bisa memastikan, ketika saya terbersit rasa pongah atau sombong dengan berpikiran MERASA BISA, maka bisa dipastikan hasilnya akan BURUK. Dan itu selalu terbukti, ketika saya MERASA BISA, maka saya akan berleha-leha, tidak giat belajar, dan hasilnya akan anjlok. Sudah terbukti.

Ngomong-ngomong, sudah kelamaan blog ini tidak saya update. Mudah-mudahan postingan ini bisa menjadi awal baru untuk saya kembali belajar menulis. Karena dengan menulis saya banyak membaca, dan dengan membaca, artinya saya sedang belajar. Dengan belajar, artinya saya menambah pengetahuan saya. Biar ga dibilang goblok sama temen sendiri.

BTW, Besok saya mau uts matkul kepemimpinan. Dan sekarang saya terkapar tidak bisa belajar. Gara-garanya kecapean, hampir empat hari kurang tidur. Dan kalo besok saya tidak bisa mengerjakan soal, itu artinya saya memang goblok karena hari ini tidak belajar.

Sekian.

Kapan-kapan saya akan posting tentang materi kuliah kepemimpinan yang pernah saya dapet ya. Biar kita sama-sama belajar. Yaaa, ga usah gengsi, kalo memang belum punya jiwa kepemimpinan seperti saya, baca-baca lewat blog orang juga bisa menambah pengetahuan tentang kepemimpinan kok. J

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s