Susi Susi yang Saya Kagumi

Pertama.

Dulu, ada seorang Susi. Asal Tasikmalaya. Keturunan tionghoa namun mati-matian membela Indonesia. Susi ini prestasinya sangat mendunia. Potensinya  luar biasa, mentalnya juga baja. Susi ini memulai karir dari nol. Sejak umur 14 tahun, masih SMP kelas dua saat itu, dia memutuskan untuk menekuni bidang yang ia sukai. Mimpinya tidak sederhana, dia ingin menjadi juara dan mengharumkan nama bangsa. Jadilah ia hijrah ke Jakarta di usianya yang masih muda.

Susi ini out of the box. Ketika yang lain terbuai mimpi, Susi membangun mimpi mewujudkan cita-citanya. Berjauhan dari keluarga di usia masih belia, tidak menjadikan Susi patah semangat. Setiap hari Susi ini berlatih dengan tekun dan penuh kedisiplinan. Tidak ada waktu baginya untuk berleha-leha atau bergosip dengan teman sekamar menjelang tidur. Baginya, berlatih penuh kedisiplinan adalah sebuah kerja keras yang harus ia tempuh demi mewujudkan mimpinya. Susi ini sangat tekun berlatih. Dan latihan yang ia tekuni membuahkan hasil pada tahun 1989. Ia menjuarai Indonesia Open untuk pertama kalinya di tahun tersebut. Ia juga berhasil menjungkir balikkan lawannya dari Korea Selatan pada perebutan Sudirman Cup pada tahun yang sama.

Puncak karirnya selama beberapa tahun berhasil ia raih dengan menjuarai berbagai turnamen bulutangkis bergengsi. Momen terbaiknya adalah ketika ia berhasil memenangi medali emas olimpiade Barcelona pada tahun 1992. Gelar lain yang bergengsi, berderet dia raih sepanjang karirnya hingga tahun 1999. All England 4 kali. World Cup 5 kali. Indonesia Open 6 kali. Dan sederet gelar lainnya yang hingga saat belum bisa disamai atlet-atlet puteri lainnya.

Susi ini membuat saya kagum dengan prestasinya yang cemerlang. Kerja keras dan prestasinya yang luar biasa, sempat memotivasi saya untuk menyenangi bulutangis, hingga saya pun turut berlatih bulutangkis pada salah satu klub di kota kelahiran saya. Kalimat motivasi yang selalu saya ingat dari Susi yang satu ini adalah ‘Jangan pernah takut gagal sebelum bertanding’. Jangan nyinyir sebelum keliatan hasilnya. Sangat positif sekali, bukan?

Susi ini bernama lengkap Francisca Lucia Susi Susanti, atau lebih dikenal dengan nama Susi Susanti.

Baca lebih lanjut