jump to navigation

Plagiarisme dan Kejujuran 8 Februari 2010

Posted by hadisome in Catatan rupa-rupa.
Tags: , ,
add a comment

Di negeri ini, kejujuran sudah menjadi sesuatu yang amat mahal dan sepertinya tidak lagi terjangkau. Budaya bohong ini sudah mulai mengakar. Tengoklah para oknum birokrat yang sebagian melakukan kebohongan untuk menutupi ketidakmampuan dalam memimpin lembaga yang dipimpinnya. Atau para koruptor yang ingin memperkaya dirinya sendiri, tanpa mengikuti kaidah halal-haram.

Seseorang yang tidak jujur dapat dipastikan bahwa ada penyakit yang bersemayam dalam hatinya. Mengutip istilah Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas, hati manusia itu diibaratkan sebagai operating system dari komputer hayati kita. Yang dimaksud dengan komputer hayati ini adalah diri kita sendiri secara keseluruhan. Orang yang sering tidak jujur, kemungkinan besar operating system-nya terserang virus, sehingga output yang keluar dari dirinya mulai bebal dengan segala macam tindakan kejujuran. Masih mengutip kalimat dari bukunya Erbe, Jika output-nya baik, bisa dipastikan internal error-nya relatif terkendali, sebaliknya jika output-nya tidak memuaskan maka ada internal error yang perlu serius ditangani terlebih dahulu.

Ketidakjujuran adalah sebuah output yang bisa dikatakan tidak baik. Ini berarti bisa dipastikan bahwa ada internal error dalam hatinya. Entah karena memang karena tidak memiliki pengetahuan dan kepercayaan agama, ataukah karena faktor-faktor lain. Sebenarnya, jika ditilik-tilik lagi ke dalam hati nurani, pastilah orang yang tidak jujur tersebut akan mengakui ketidakjujuran dalam dirinya. Namun, karena ada faktor internal error itu tadi, maka output yang keluar (menjelma) sebagai perilaku pun menjadi tidak sesuai dengan hati nuraninya.

-HSHSHS-

Beberapa hari ini, saya membaca bahwa ada plagiator yang bertebaran di sana sini. Mulai dari seorang profesor yang ‘sukses’ menjiplak karya penulis luar negeri, sampai seorang blogger aktif yang katanya juga ‘mencomot’ tulisan dari tempat lain tanpa menyertakan sumbernya. Saya jadi berpikir kenapa sih mereka melakukan hal itu? Apa yang sebenarnya mereka cari? Prestasi atau prestise?

Sebenarnya, menurut saya, prestise itu justru akan hadir berbanding lurus dengan kejujuran. Ketika kita mencoba untuk jujur, maka orang pun akan menghargai dan mempercayai diri kita sehingga dengan sendirinya kita akan tercitrakan sebagai seorang pribadi yang mempunyai integritas. Dengan begitu, orang pun tak akan sungkan membagikan sesuatu dengan kita, bahkan tidak mungkin mengajak kita untuk berbisnis atau melakukan kegiatan bermanfaat lainnya.

Perilaku plagiarism, atau mengakui hasil karya orang lain, tidak saya setujui. Karena itu sama saja dengan merampas hasil karya orang lain secara paksa. Atau jika diistilahkan dengan bahasa kasar, merampok karya orang. Bisa dibayangkan dong apa efeknya jika kita ketahuan merampok? Dengan sendirinya kredibilitas kita akan jatuh dan orang tidak akan lagi mempercayai kita, bukan?

Kalaupun kita dikejar deadline untuk menelurkan ratusan karya tulis, rasanya tetap tidak etis jika kita mengakui karya orang lain sebagai karya kita. Karena sebuah tulisan, bagus atau jelek, tetaplah sebuah karya intelektual yang harus dihargai. Ketika kita menulis, kita mengerahkan segenap pikiran, ide, tenaga (untuk mengetik hehe), naluri menulis, bahkan mata menahan perih di depan layar. Lalu dengan seenak udel, kita melakukan perampasan karya intelektual orang lain? Duh, betapa pedih rasanya jika itu menimpa saya.

Saya tidak habis pikir, kenapa orang senang memplagiat karya orang lain? Mungkinkah memang ada internal error dalam diri mereka? Wallahu alam bishawab.

-HSHSHS-

Plagiat adalah pencurian

Plagiat berarti mencuri, dan mencuri itu adalah tindakan keji. (HS)

Kaki gunung man angel, 8 Februari 2010

HS

Stand up For Love – prihatin saya untuk mereka 2 Februari 2010

Posted by hadisome in catatan jalanan.
Tags: ,
add a comment

Suatu ketika saya jalan-jalan ke Kota Bandung, seperti biasa saya menumpang bis kota supaya murah meriah. Tidak banyak perubahan sih untuk kualitas bis yang saya tumpangi, masih sama seperti masa saya kuliah di sana, karena bis yang saya tumpangi kelas ekonomi. Kecuali beberapa armada bis kota yang sudah bertambah dan ber-AC.  Lebih nyaman kelihatannya. Tapi ah, saya memilih yang economic class saja deh, sekalian bernostalgia mengenang masa-masa masih sebagai pengembara pencari ilmu di kota kembang.

Jujur saja, saya sering melihat tingkah laku komunitas sosial masyarakat ekonomi menengah ke bawah seperti halnya pengaman atau pedagang asongan. Saya membayangkan apa jadinya jika saya bernasib seperti mereka, mungkin saya sudah mati karena tak tahan (yang ini lebay hehehe….).

Suatu pagi, di bulan Januari, saya kembali menaiki bis kota tersebut dan melihat ada seorang anak kecil seusia keponakan saya naik bersama anak yang agak besar. Awalnya saya pikir kedua anak ini adalah penumpang biasa. “Mana orangtuanya?” saya berpikir demikian karena setelah anak itu naik, ada seorang lagi anak yang kurang lebih seumuran anak yang naik pertama kali, namun bersama dengan orangtuanya.

fathan, keponakan saya yang baru TK- dunia anak adalah dunia yang indah -foto: dok.pribadi

Tidak lama, terdengarlah jeritan anak yang pertama naik tersebut. Maksudnya mungkin mendendangkan sebuah lagu khas pengaman anak jalanan, namun di telinga saya lebih terdengar sebagai jeritan. Tidak lebih, karena suaranya melengking dan nadanya kemana-mana, hehehe. (lagi…)

Nukilan artikel: membantu sesama 30 Januari 2010

Posted by hadisome in catatan pribados.
Tags:
add a comment

ini ada sedikit nukilan dari artikel yang sedang saya kerjakan, semoga bermanfaat.

***

……… dipotong ……….

…..Dalam salah satu bukunya ust. Yusuf memberikan sebuah nasihat untuk kita, dan rasanya sayang jika tidak saya bagikan kepada teman-teman, dan menjadi bahan perenungan untuk kita semua. Begini kalimat yang dituliskan ust. Yusuf:

Ajari kaki menginjak debu, biar menaruh rasa pada yang tidak beralas. Biarkan angin membelai tubuh, supaya mata melirik pada mereka yang tidak berpakaian. Sesekali kosongkan perut, biar terasa rintihan kelaparan. Tidak akan pernah kita iba melihat kemiskinan bila sedetik pun tidak mau meninggalkan istana. Kita tidak mau sujud tersungkur bila kita tidak merasa di bawah. Haruskah tangan Tuhan bermain? Haruskah menjadi miskin dulu untuk bisa merasakan tangis kesusahan? Haruskah bibir kita dikunci terlebih dahulu biar tidak tenggelam dalam tawa berkepanjangan? Haruskah kita menjadi terhina dulu, untuk bisa mengulurkan tangan?….

Sebuah kalimat kontemplatif yang cukup dalam yang menyentuh sisi hati kita selaku umat manusia. Kita diajak merenung bahwa kita layak bersyukur dengan apapun yang diberikan Tuhan untuk kita. Pantang mengeluh, meskipun beban terasa berat dan menyiksa. Kita diajak untuk membagikan kebahagiaan kita, meskipun sebenarnya kita merasa menderita dengan ujian yang sedang diberikan-Nya. Karena dengan membagi kebahagiaan, itu artinya kita sedang menarik magnet kebahagiaan untuk kita sendiri.

(ilustrasi – dok.pribadi)

ilustrasi - dok.pribadi

Jangan sampai kita mengalami sesuatu dulu, untuk sadar bahwa sebenarnya kita ini memang dititipi sesuatu yang bukan milik kita sepenuhnya. Kalimat-kalimat yang agaknya bisa kita renungkan bahwa kita adalah mahluk Tuhan yang harus berupaya membantu dan menolong sesama. Untuk itulah, saya berusaha berbagi meskipun mungkin, bukan hal luar biasa yang saya tulis disini.

……….

segitu dulu ah… .

nukilan artikel we are not diferent 25 Januari 2010

Posted by hadisome in catatan pribados.
Tags: , ,
add a comment

sudah lama nggak update blog yang ini.

ini ada sedikit nukilan dari salah satu artikel yang saya buat, semoga bermanfaat:

—-dipotong—-

Untuk kita yang merasa ‘normal’ dan melihat ada ‘perbedaan’ dalam diri teman-teman kita, janganlah kita merasa congkak. Hindari untuk menilai teman kita jika kita belum mengenalinya. “Never judge a book by its cover” agaknya menjadi petuah bijak untuk kita. Jangan pernah kita menyepelekan mereka. Menyepelekan orang-orang yang terlahir ‘berbeda’. Dilarang keras kita menghina orang-orang yang diberi ‘kelebihan perbedaan’ oleh Tuhan. Orang yang berbeda tersebut, belum tentu lebih buruk daripada kita di mata Tuhan. Dengan menghina dan mencela serta menjustifikasi tersebut, kita berarti mencela ciptaan Tuhan. Padahal sudah saya sebutkan, bahwa Tuhan tidak pernah iseng dan tidak pernah dzolim terhadap mahluk-Nya. Semua mahluk-Nya diciptakan dalam keadaan yang terbaik.

(lagi…)

cerita fiksi: bimbang 2 19 Januari 2010

Posted by hadisome in catatan pribados.
Tags: ,
add a comment

Awalnya saya tidak ingin membuat lanjutan cerita fiksi Bimbang, namun beberapa teman menanyakan: kok nggantung? Yaaa dibuatlah sequelnya hehe..

BIMBANG (2)

‘Gelora mengingatkanku bahwa cintamu tlah merasuk jantungku. Sejujurnya kutakbisa hidup tanpa ada kamu aku gila, seandainya kamu bisa, mengulang kembali lagi cinta kita, tak kan ku sia-siakan kamu lagi.- Firman’

Benar, cintamu telah merasuk ke dalam hatiku. Aku belum bisa melupakanmu, torehan cinta yang kau goreskan begitu dalam bagaikan tanda pedang Ibrahim pada batu alas ketika gagal menyembelih ismail. Goresan cinta itu begitu dalam, namun kelam.

Hari-hari belakangan ini warna merah kian jelas tampak. Dan aku ingin memeluk masa lalu, seperti halnya memeluk dirimu kala itu. Erat dan hangat. Aku tidak ingin melepaskanmu.

“tiada kata berpisah bila harus berakhir segalanya, untuk kita dan untuk masa bahagia, bersama. Rio febrian”

Tapi aku sadar, itu hanya keinginan yang akan membawa pada penderitaan kembali. Aku tidak yakin bahwa kau akan bisa menerima jalinan silaturahmiku kembali, apalagi ada dia orang yang telah sah untuk mendampingimu, seumur hidupmu.

“ada yang lain di hariku, kau tak lagi denganku- Rossa” (lagi…)

aksi nyata untuk bangsa 17 Januari 2010

Posted by hadisome in Catatan rupa-rupa.
Tags: ,
add a comment

Hari sabtu, 16 januari lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi teman kompasiana yang baru saja melahirkan anak ke empatnya di Bandung. Namun berhubung ada janji lain, saya tidak bisa berlama-lama di rumah teman saya tersebut. Saya mohon pamit dan segera meluncur ke PVJ (Paris Van Java), salah satu mall di kota kembang, untuk menemui salah seorang pengurus PBSI Jawa Barat.

Beruntung, ketika bertemu di PVJ, rupanya disana tengah digelar even dari salah satu vendor hp ternama, dengan tajuk suarakan aksimu untuk Indonesia. Kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta pada akhir tahun 2009 lalu . Sebenarnya yang ingin saya bagi disini, bukanlah pertemuan dengan kedua teman saya tersebut, namun tema dari even ini yang mencuri perhatian saya.

Dalam mini pameran itu, ada sembilan orang yang dipilih oleh vendor HP tersebut  sebagai orang yang memberikan inspirasi untuk anak negeri. Kesembilan orang tersebut adalah:

  1. Nia Dinata, yang menggagas rumah produksi untuk sutradara pemula. Nia memberikan kesempatan kepada generasi baru untuk berkecimpung di dunia perfilman tanah air. Generasi baru, harapan baru. Itu tagline yang dipampang di booth Nia
  2. Indah Esjepe, dan
  3. Iwan Esjepe yang menggagas Indonesia bertindak, action for nation. Gerakan ini adalah sebuah langkah kecil yang dimulai oleh sepasang suami istri  yang mendambakan kembalinya sebuah kebanggaan dari seluruh rakyat kepada bangsanya. Indonesia bertindak merupapkan sebuah gerakan nyata yang bertujuan mewujudkan tindakan dalam menciptakan perbaikan, kekompakan, dan kebersasmaan pada bangsa Indonesia yang sedang berjuang lepas dari masa-masa sulit sekarang ini.  Indonesia bertindak mempunyai blog multiply di http;//indonesiabertindak.multiply.com ,  facebook : Indonesia Bertindak, dan twitter: http://twitter.com/action4dnation
  4. Daniel Mananta, atau lebih dikenal dengan nama VJ Daniel, yang membuat baju-baju dan t-shirt yang mencerminkan cinta tanah air. Salah satu tulisan di t-shirt yang dibuatnya : “Damn, I love Indonesia(lagi…)

Cerita fiksi: Bimbang 14 Januari 2010

Posted by hadisome in catatan pribados.
Tags: , , ,
8 comments

hari ini saya mencoba membuat cerita fiksi, mudah2an berkenan ya. eh jangan komplen, namanya juga cerita fiksi, jadi dilarang bertanya :”ini kisah nyata?” karena saya sudah memberikan jawabannya dalam pengantar ini.

selamat membaca

BIMBANG

Warna merah itu kembali terlihat. Entah apa yang ada pada diriku kemarin dan hari ini. Jauh sebelum orang-orang bicara rindu, aku malah merindukan sesuatu yang jelas-jelas tidak boleh lagi aku rindukan. Rindu itu adalah dendam yang harus aku maafkan. Rindu itu kelam, dan harus bisa aku cerahkan.

Di suatu sore di bulan januari, pikiranku tiba-tiba menerawang ke masa lalu. Membelai indah masa-masa dimana kami masih disatukan jarak dan diikat waktu. Masa-masa semu yang tampak menjadi indah menawan hati. Di sore bulan januari itu, energi negatif masa lalu mulai menyelaputi satu demi satu bagian dari diri. Tubuh terbawa lemas, lunglai, tak berdaya. Pikiran terus mengembara mencari dia yang tak pernah mungkin aku rindukan lagi.

Sebuah lagu menyayat hati, mengiris-iris perasaan aku perdengarkan ke telinga. Biar hatiku makin kacau, balau, dan menjadi makin galau.

“sendiri ku kemas air mata di pipi

Tak percaya ku yang tlah terjadi

Cintamu kini tlah terbagi

Haruskah cinta aku akhiri

Hanya sampai disini

Tak mungkin

Aku berpaling dan menyesali

Tercabik hati ingin meronta

Jangan kau rejam gairah yang ada

Haruskah aku mengemis cinta

Untuk menghilangkan duka

Asmara, kemana lagi akan kucari

Siapa yang kan mengusir sepi

Disaat ku sendiri

Asmara mungkinkah kau sampaikan padanya

Walau hatiku penuh derita

Aku masih selalu cinta”

Novia Kolopaking

(lagi…)

Puisi: ketika rindu menjadi rindu 14 Januari 2010

Posted by hadisome in catatan pribados.
Tags: ,
4 comments

Ketika rindu menggebu

Pada siapakah harus ku berlaju


Ketika rindu membuncah

Pada siapakah harus ku berkilah


Ketika rindu menggenggam

Haruskah aku tenggelam

Dengan rindu dendam


Ketika rindu mengepak

Haruskah aku merasa telak

Dengan rasa yang menyesak


Rindu itu dalam

Rindu itu hadir

Rindu itu duka

Rindu itu nestapa


Rindu ini

Adalah bagian yang harus dijalani

Sebagai proses pendewasaan diri

angin puting beliung itu terjadi di cianjur 11 Januari 2010

Posted by hadisome in catatan kotasantri.
Tags: , ,
4 comments

Hari Ini, senin 11 Januari 2010, saya berkesempatan mengunjungi kegiatan posyandu di RW 15 kampung kebon manggu, kelurahan sawah gede, Cianjur. RW 15 Kelurahan Sawah Gede adalah wilayah yang terkena bencana angin puting beliung. Kejadian bencana angin puting beliung ini terjadi pada hari sabtu 9 januari 2010 lalu, sekitar pukul 14.30 WIB.

pak jen, didepan puing-puing rumahnya

Menurut penuturan salah satu korban bencana yang berhasil saya wawancarai, bapak Jen, menuturkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. Angin yang memutar menghitam, memporakporandakan beberapa rumah di RW 15. Salah satunya adalah rumah korban, yang ternyata merupakan korban terparah.

Menurut penuturan beberapa petugas kesehatan yang menjaga posko kesehatan di lokasi kejadian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana tersebut. Data yang berhasil dihimpun, terdapat 7 korban rumah rusak berat, 43 rumah rusak sedang, dan 78 rumah mengalami rusak ringan. Beberapa keluarga yang menjadi katagori rusak berat dan ringan untuk sementara diungsikan pada tenda sementara yang dibangun disekitar lokasi kejadian.

Menurut penuturan warga, pemerintah Cianjur telah meninjau lokasi bencana dan menyalurkan bantuan kepada 7 korban rumah rusak berat. Bantuan disalurkan oleh bupati Cianjur dan diterima langsung oleh warga. (HS)

foto-foto lainnya ada disini KLIK

What… Dessy juga mau??? 5 Januari 2010

Posted by hadisome in catatan kotasantri.
Tags: , , ,
8 comments

Ketika tengah hangat-hangatnya diskusi tentang keutuhan NKRI di blog kompasiana, saya mendapat undangan group facebook untuk bergabung dengan salah satu grup pendukung bakal calon bupati Cianjur. Undangan ini saya peroleh dari salah satu kawan SMA saya yang kini sudah sukses menduduki kursi anggota dewan perwakilan rakyat daerah Kabupaten Cianjur.

Grup yang mengundang saya ini adalah ABDAS, akronim dari Ade Barkah- Dessy Ratnasari. Grup ini merupakan grup/komunitas pendukung “ABDAS” untuk Cabup dan Cawabup Kabupaten Cianjur periode 2011-2016. Saya tergelitik untuk mengetahui lebih banyak sepak terjang grup ini, sehingga saya bergabung dengan mereka.

Perlu diketahui, bahwa pemilihan bupati Cianjur ini akan dilaksanakan tahun 2011 nanti. Namun, upaya para bakal calon ini meraih popularitas sudah dilaksanakan sejak tahun 2009 lalu. Kini, salah satu pentolan mantan ketua DPRD Cianjur periode 2004-2009, Bapak Ade Barkah surahman menggandeng Dessy Ratnasari sebagai calon wakil bupatinya. Ade Barkah adalah salah satu elemen partai Golkar kab. Cianjur.

pertanyaan saya, benarkah Dessy Ratnasari mau mencalonkan diri jadi calon wakil bupati Cianjur???

Semoga saja, siapapun itu, bisa membawa kemajuan untuk Kabupaten yang Luasnya 3 kali lipat ibukota ini. (HS)

Sumber: disini